Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Bulan madu?


__ADS_3

Episode 29 : Bulan madu?


***


Nadine telah mandi beberapa saat, saat ia keluar dengan hanya menggunakan piyama mandi yang melorot dan kebesaran di tubuhnya, Aron melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh tubuhnya juga.


Dia sebisa mungkin untuk tidak melihat tampilan istrinya yang begitu menggemaskan dan membakar gairah nya yang besar.


Tidak terasa sudah siang, perut Nadine sudah keroncong dari tadi, tetapi yang pertama ia ambil adalah meminum air putih yang ada di atas meja kasur, sepertinya saat Nadine mandi Aron telah mengambilkan minum untuknya.


Sampai akhirnya mereka makan siang bersama begitu tenang sampai Nadine lupa jika di rumah ini juga ada istri pertama Aron.


Suara alat makan yang beradu, keduanya kelaparan sekali, setelah nonstop melakukan percintaan dari malam sampai subuh, tetapi sepertinya hanya Nadine yang kelihatan kelelahan, Aron terlihat biasa saja malahan wajahnya kelihatan cerah dan senyumannya yang jarang terlihat itu sedari tadi nampak di wajahnya.


"Mas, dimana istri mu?" Nadine memberanikan bertanya mengenai Dara, dia sebenarnya sudah ingin bertanya sejak tadi namun ia tahan.


"Dia sedang ada di Paris, selama satu bulan ini dia ada disana," jawab Aron begitu singkat dan masih melahap makanannya.


"Ah, karena itulah dia bisa menghabiskan malam bersamaku, tapi tunggu dulu, jadi maksud nya, aku akan melayani nya selama satu bulan penuh? APA?"


Wajah Nadine kemudian tiba tiba saja memerah dan dia menelan salivanya karena gugup seketika.


Dia tidak bisa membayangkan dia harus meladeni gairah lelaki dewasa ini sepanjang malam seperti tadi malam.

__ADS_1


Nadine merasa pinggangnya akan remuk dan dia akan terlalu kelelahan nanti.


Aron adalah lelaki pertama yang menjamah dirinya, dan baru dua kali dia melakukan nya, tentu saja Nadine tidak terbiasa dan tidak mau terbiasa dengan sentuhan lelaki yang tidak mencintai nya ini.


Aron menyeringai nakal sejak ia melihat wajah Nadine yang sudah kemerahan dan matanya yang celingak celinguk saat mengetahui Dara tidak ada di rumah ini selama satu bulan penuh.


"Dia benar benar polos dan menggemaskan, tidak bisa kubayangkan dia bersama lelaki lain selain bersamaku!" ketus Aron memakan makanannya sampai habis.


"Mas, tidak pergi kerja?" Nadine mencoba bertanya lagi dan mengalihkan pembicaraan yang membuat kepalanya seraya meledak karena tidak mampu membayangkan selelah apa nanti dia selama satu bulan ini.


"Tak!"


Aron meletakkan alat makannya karena dia sudah selesai makan, dia lalu menyeringai, "Sayang, ini hari Sabtu, kau sudah selesai makan kan? aku ingin membawa mu ke suatu tempat," seru Aron terlihat bersemangat, dia sudah merencanakan apa yang akan ia lakukan bersama Nadine selama satu bulan penuh.


"Kemana Mas?" tanya Nadine kebingungan, tetapi jemarinya sudah genggam erat, dan sepertinya semua persiapan telah di persiapkan oleh asisten Aron, Liam sembari mereka mandi dan makan tadi.


"Pak, persiapan sudah selesai," seru Liam kepada atasannya ini dan segera membukakan pintu mobil untuk mereka.


Nadine yang semakin kebingungan, hanya bisa menurut dan masuk kedalam mobil.


***


Nadine begitu terkejut sampai saat mereka sampai di sebuah landasan luas dimana jet pribadi milik Aron telah ada disana, tangan Aron masih mengenggam istri keduanya yang betubuh mungil ini, dia suka menggenggamnya dan mendekapnya karena enak sekali ia rasa.

__ADS_1


“Mas, kita mau kemana sebenarnya?” tanya Nadine lagi benar benar tidak mengerti jalan pikiran Aron.


“Kita akan berbulan madu di pulau pribadi milik keluargaku, tenang saja semua perlengkapan sudah aku siapkan, sayang,” bisik Aron sembari mengecup pipi istrinya di hadapan semua orang, hal itu membuat Nadine bgitu malu dan tidak bisa menahan dirinya lagi selain hanya menunduk dan tidak berani melihat sekitar.


“Hehe,” Aron hanya terkekeh melihat sifat malu dan menggemaskan istrinya ini, hanya satu hari dara meninggalkan Aron, Aron benar benar mau mengajak Nadine ke pulau pribadinya untuk menghabiskan weekend berdua.


Nadine semakin bingung, dia heran dengan Aron, Aron yang kejam dan ketus kepadanya itu seolah berubah dan hilang, “Ah, untuk apa aku risau memikirkan perubahan lelaki ini, dia kan hanya ingin memuasakan nafsunya saja dengan nyaman makanya mau membawa aku ke pulau pribadinya segala,” Nadine kambali menyadarkan dirinya, dia tidak mau terbang dan berharap terlalu dini.


Dia masih yakin jika sikap Aron ini adalah sikap yang hanya ingin memiliki dan menguasai tubuhnya saja.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana

__ADS_1


__ADS_2