
Episode 58 : Tersenyum tetapi menangis
***
Setelah berkendara beberapa saat akhirnya malam sudah menyapa, dan Aron telah sampai di restoran dimana Dara sedang menunggu nya.
Restoran itu telah kosong melompong, sepertinya memang khusus di sewa untuk makan malamnya bersama dengan Dara.
Disana Dara sudah berdandan secantik dan seseksi mungkin untuk menggoda suaminya, karena jujur saja saat Nadine hadir dalam kehidupan mereka, tidak sekalipun Aron menyentuhnya lagi.
Kecemburuan nya kepada Nadine semakin menjadi jadi karena Aron akan memiliki banyak sekali alasan jika Dara menginginkan hal itu.
Sedangkan Nadine, Aron seolah olah kurang dan ingin melakukan nya bersama nya selalu.
Dara tersenyum ramah sekali menyambut Aron, makan malam itu di atur seromantis mungkin agar suasana hati Aron menjadi lebih baik.
Makanan enak masakan koki terkenal juga memanjakan lidah mereka, malam itu tidak ada tekanan sedikitpun, sampai saat mereka selesai menyantap makan malam mereka.
__ADS_1
"Sayang, aku sudah memikirkan ini, selama ini sepertinya aku memang egois, akan tetapi sekarang aku akan berubah, aku mau memberikan mu anak, aku juga akan mendekati kedua orang tua mu, dan akan keluar sepenuhnya dari pekerjaan ku, jadi kumohon ceraikan Nadine sekarang juga,"
"Hatiku sakit setiap kali kau perhatian kepadanya dan lebih memilih bersamanya dibandingkan dengan bersama ku, jadi jangan pikirkan dengan kontrak dua tahun mu lagi, ceraikan saja dia dan aku akan menjadi istri yang penurut,"
Dara berbicara sembari berjalan mendekat kearah Aron, dia duduk di pangkuan Aron dan memeluknya, dia bersandar di dada suaminya dan menangis karena tidak lagi bisa melihat Aron bersama dengan Nadine lebih lama lagi.
Aron menjadi diam ketika Dara bersikap seperti ini, akan tetapi satu yang pasti, dia bahkan tidak merasakan apapun sekarang, tidak seperti sebelumnya dia akan menuruti perkataan Dara karena kasihan dan iba, akan tetapi sekarang yang ingin dilakukan oleh Aron hanyalah cepat pulang dan bersama dengan Nadine secepatnya.
"Aku tidak merasakan apapun, apakah ini berarti perasaan ku terhadap Nadine sudah jelas? bahwa hanya dia yang bisa membuat ku berdebar?" Aron bertanya dalam hatinya, dia mendengar tangisan Dara dan dia mengerti mengapa Dara menangis akan tetapi yang ada di pikirannya sekarang bukan untuk menenangkan Dara akan tetapi untuk bertemu dengan Nadine.
***
Nadine dan Dean menghabiskan waktu bersama, mereka bermain layaknya anak-anak, apalagi Nadine sampai bermain roller coaster agar bisa berteriak dengan sangat kuat untuk menyembunyikan pikiran gilanya membayangkan apa yang sedang di lakukan oleh Aron dan Dara sekarang.
Hatinya panas sekali tetapi dia tidak bisa melakukan apapun karena dia hanyalah istri kedua dan hanya istri kontrak saja.
Mulutnya harus selalu diam, dan hatinya harus sekuat baja dan tidak boleh merasa sakit hati, bagi Nadine pertemuan nya dengan suaminya adalah rasa sakit dan penderitaan baginya.
__ADS_1
Setelah turun dari permainan roller coaster, Nadine datang menghampiri Dean yang memang menolak menaiki permainan mengerikan itu, "Apakah kau sudah senang?" tanya Dean pada Nadine yang terlihat sedikit terengah-engah karena baru saja mengerahkan energinya untuk berteriak sekencang-kencangnya diatas sana.
Nadine mengangguk namun beberapa detik kemudian tanpa sadar air matanya mengalir, dia tersenyum tetapi menangis.
"Ada apa Nadine, apakah ada yang membuat mu kurang suka? apakah ada yang mengganggu mu? kenapa kau menangis?" Dean langsung panik seketika melihat wanita yang sejak tadi ia lihat tersenyum tiba-tiba menangis dengan hebat.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
__ADS_1
Kalian bisa DM dan tanya2 disana