Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Hutang budi!


__ADS_3

Episode 52 : Hutang budi!


***


Langkah berat Aron belum juga membawanya keluar dari dalam kamar mereka, dia tidak mungkin akan bisa meminta pembalut dari pelayan.


"Mau aku taruh dimana muka ku nanti? karena wanita ini aku sampai harus merendahkan diriku! tidak akan!" geram nya lagi hendak kembali ke ranjang dan menolak permintaan Nadine.


Akan tetapi saat ia melihat Nadine kelihatan kesakitan, langkah kakinya berhenti lagi, "Apa yang sebenarnya terjadi padaku? kenapa aku tidak bisa memarahi nya dan menolak permintaan nya!" geram Aron masih berdebat dengan dirinya sendiri.


Dengan berpikir keras, Aron mencoba mencari di dalam ruangan pakaian dimana para pelayan mempersiapkan semua perlengkapan Nadine ke pulau ini.


Dan seperti menemukan harta Karun, di salah satu laci, ada banyak pembalut yang tertata disana.


"Aku memang jenius!" ketus Aron langsung mengambil salah satu dan memberikan nya kepada Nadine.


"Nih, kau tidak usah berlutut berterimakasih kepadaku, aku melakukan ini karena kau sedang sakit saja, jika kau tidak sakit mana mau aku membantu mu!" dengan mengangkat dagunya dan memperlihatkan wajah sombongnya, Aron menyerahkan pembalut itu kepada istrinya.


"Ya ya ya, Tuan yang mulia, aku sudah tidak memiliki tenaga untuk melawan mu, jadi aku diam sajalah!" ketus Nadine dalam hatinya sembari mengulurkan tangannya menerima pembalut itu.


Nadine sepertinya terlalu sensitif saat datang bulan sampai sampai dia tidak sadar jika sejak tadi malam dia telah mengeluarkan sifat aslinya dan tampa berpura-pura lembut seperti biasa.

__ADS_1


Nadine melangkah dengan tertatih-tatih, kakinya masih sakit dan dia sedikit bungkuk untuk tetap bisa memegangi perutnya yang terasa ngilu dan sakit sekali.


Melihat itu Aron yang masih terlihat sombong segera menggendong Nadine dalam gendongan nya.


"Aku melakukan ini karena aku tidak suka orang berjalan seperti siput dan membungkuk seperti nenek nenek, terlihat jelek dan menjadi polusi di mataku, jadi kau harus mencatat ini sebagai hutang Budi nantinya!"


Masih dengan arogannya, dan tidak mau mengakui perhatian nya sendiri, Aron menggendong Nadine ke kamar mandi kamar mereka.


Nadine hanya diam saja, dia bahkan tidak terlalu mendengar dan memperhatikan Aron lagi, sakit perutnya sudah terlalu mengalihkan perhatiannya saat ini.


Sesampainya di dalam kamar mandi, Aron masih berdiri di tempat yang sama dimana Nadine sudah duduk dan hendak membersihkan dirinya.


"Apakah kau bisa melakukan nya sendiri? aku bisa membantu mu jika kau mau, tapi kau juga harus tetap mencatat itu sebagai hutang Budi mu nanti dan harus kau bayar!" Aron sungguh bangga sekali mengatakan itu, tidak tahu jika hal itu memalukan sekali bagi Nadine.


Bagaimana mungkin seorang lelaki membantunya memakaikan pembalut dan membersihkan dirinya, membayangkan nya saja sudah membuat Nadine kegelian.


"Haahhh!" Nadine menghela nafasnya panjang dan dengan wajah yang sedikit memelas.


"Mas, biarkan aku melakukan nya sendiri ya, nanti hutang budiku jadi terlalu banyak, entah pakai apa nanti aku membayar nya jika kau membantuku, jadi tolong keluar dari sini dan biarkan aku melakukan nya sendiri," balas Nadine sungguh tidak memiliki energi tersisa untuk berdebat dengan suaminya ini.


"Pfftt, kau seolah tak tahu, dengan tubuhmu lah, hehe, yasudah aku akan menunggu mu di luar ya sayang, jika kau merasakan terlalu sakit kau bisa memanggilku," ucap Aron mengusap rambut Nadine dan mengecup dahinya.

__ADS_1


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Nadine langsung berdegup begitu kencang saat menerima kelembutan dan kecupan lelaki ini, bagaimana pun ini adalah kali pertama baginya jadi Nadine tidak mengerti apa yang sedang ia rasakan itu.


"Tetapi Nadine segera menggelengkan kepalanya dan menyangkal apa yang baru ia rasakan.


"Memang jantung ku tidak kenal tempat, disaat perut ku sakit dia malah berdebar, apakah perut dan jantung ku bermusuhan? bisa-bisanya kalian tidak sinkron sama sekali! ckck!" seru Nadine segera membersihkan dirinya dan menggunakan pembalut yang dicarikan suaminya.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana

__ADS_1


__ADS_2