
Episode 79 : Mau kah kau menikah dengan ku?
***
Dean sudah mempersiapkan dirinya, memakai pakaian yang membuat tampilan nya semakin menarik, juga mempersiapkan segala sesuatu yang akan ia gunakan untuk melamar Nadine malam ini.
Seharian jantungnya berdegup begitu kencang, sampai sampai pekerjaan nya hari ini ia tunda demi kelancaran lamaran malam ini.
Sudah malam dan detakan jantungnya semakin tak karuan, dia mengemudikan mobilnya sendiri, hendak menjemput Nadine dari tempat kerja paruh waktu nya.
***
Hanya dalam beberapa saat perjalanan akhirnya Dean sampai di tempat kerja paruh waktu Nadine,
Nadine yang memang sudah ada janji dengan Dean menunggu Dean di depan, dan langsung menghampiri mobil Dean yang sudah familiar Baginya.
Bagaimanapun mobil kesukaan Dean ini sering sekali membawanya kemana-mana, keliling kota, sama sama mengunjungi panti sosial dan banyak lagi.
Saat memasuki mobil itu, Nadine terlihat kebingungan, dia melihat Dean berpakaian begitu rapih dan wangi sekali.
"Rapih sekali kau Mas? kita memangnya makan malam dimana sih? aku jadi malu nih, pakaian ku biasa saja, haruskah aku mengganti pakaianku?"
Nadine menanyakan kebingungan nya sembari memakai seat belt, dan Dean hanya tersenyum menanggapi nya.
__ADS_1
"Tidak usah Nad, nanti kau akan tahu," balas Dean selalu senang dan merona jika melihat Nadine.
Dean adalah lelaki dewasa yang seharusnya sudah menikah, sama seperti Aron sekarang usianya sudah beranjak di umur 33 tahun, sudah matang jika ingin membangun bahtera rumah tangga.
Setelah tiga tahun lalu mengalami cinta pada pandangan pertama pada Nadine, tidak satupun wanita bisa mendekati dirinya, padahal Dean adalah lelaki tampan dan mapan, banyak sekali yang mendambakan Dean sebagai suaminya.
Akan tetapi bagi Dean wanita yang ada di sisinya ini memang adalah wanita yang ia inginkan dan ia kejar sampai dapat.
***
Waktu akhirnya berlalu,
Setelah beberapa saat dalam perjalanan, Nadine dan Dean akhirnya sampai di sebuah restoran paling terkenal di kota itu, tapi anehnya suasananya begitu sepi.
Memberikan banyak teka teki dan kebingungan di hati Nadine.
Mata Nadine terbelalak dan hendak melepaskan tangan Dean itu, akan tetapi genggam Dean terlalu kuat dan kokoh, juga dia sudah di tuntun memasuki restoran dimana di sepanjang perjalanan sudah banyak lampu lampu hias, bunga dan dekorasi megah yang seolah khusu menyambut mereka.
Kecurigaan yang akhirnya memuncak mendorong Nadine untuk segera menanyakan lagi, apakah memang disini ada acara atau kah ada tujuan lain Dean mengajaknya ke restoran ini.
"Mas Dean, sebenarnya ada apa ini? bisa jelaskan kepadaku dulu? kenapa restoran ini kosong dan dekorasi nya begitu megah?" pertanyaan itu muncul lagi, membuat Dean seolah tidak terusik dan menarik sebuah kursi untuk di duduki oleh Nadine.
"Duduklah dulu, dan kita makan, anggap saja ini perayaan awal ulang tahun mu," seru Dean memberikan kode tangan agar semua pelayan yang telah siap sedia menyiapkan makanan mewah yang sudah disiapkan untuk makan malam mereka.
__ADS_1
Akhirnya hati Nadine jadi lega, padahal tadi dia sudah berpikiran aneh dan terlalu Geer, dia kira Dean akan mengatakan sesuatu seperti kata suka atau yang lain, tetapi nyatanya ini hanyalah perayaan awal ulang tahun nya yang ke 26, satu minggu dari sekarang Nadine akan genap berusia 26 tahun.
Makanan mewah dan suasana yang begitu romantis, Nadine bahagia dia memiliki seseorang seperti Dean yang menjadi teman dan juga selalu ada di sisinya.
***
Makanan yang mereka santap begitu enak dan porsinya pas di perut, Nadine memang suka makanan jadi setiap kali ada makanan enak maka moodnya akan langsung membaik.
*Terdengar alunan musik*
Tanpa disadari oleh Nadine, di dekat mereka sudah ada beberapa pemusik yang memainkan musik klasik yang disukai oleh Nadine.
Nadine terkejut dan melihat kearah sumber musik, matanya berbinar namun lagi-lagi sebuah ingatan menilisik masuk, tangannya gemetaran akan tetapi segera ia sembunyikan.
Semenjak dia culik 3 tahun lalu, mimpi buruk selalu menyerangnya setiap malam, mimpi aneh yang tidak bisa di mengerti oleh Nadine.
Termasuk saat mendengar musik klasik sekarang ini, seolah ada sebuah kenangan indah yang telah hilang dari dirinya.
Saat alunan musik itu membuat Nadine terpana dan berdebar, merasakan campuran perasaan aneh, ada suara dari sisi nya dimana saat ia menoleh ke sisi kirinya, Dean sudah bertumpu kaki dan tangannya menyodorkan sebuah cincin berlian.
"Nadine, aku rasa kau sadar selama tiga tahun ini aku mencintaimu, dan aku sudah menunggu selama 3 tahun untuk berani mengatakan ini, mau kah kau menikah dengan ku? aku berjanji akan memberikan kebahagiaan untuk mu, sepanjang hidup kita akan bersama dan luka juga air mata tidak akan kau rasakan,"
***
__ADS_1
Hari ini satu dulu yaa update nya. author lagi ga enak badan nih, maapin akuu 🥺
Jangan lupa di like dan komen yaa, biar aku makin semangat dan tau sudut pandang kalian membaca novel ini. terimakasih banyak.