
Episode 125 : Desmon Charlos dan ketegangan
***
Di saat yang sama,
Desmon sudah mengetahui letak dimana Baron berada, bisa dipastikan jika Baron sedang mencoba untuk melarikan diri ke luar negeri dan memalsukan identitas nya.
Komplotan Baron sudah seperti fenomena gunung es, banyak orang dalam dari pemerintah bahkan hukum membantunya untuk bisa melepaskan diri dan memalsukan identitas.
Jika saja Baron tertangkap maka itu sama saja dengan menjala ikan dan semua kawanan akan ikut terjaring.
"Aku yakin pasti Desmon sibuk mengurusi Aron dan Nadine, seberapa keras pun usaha mu menangkap ku, tidak akan pernah bisa! karena kejahatan sudah menjamur dan kau sendiri tidak akan bisa memberantas!" Baron tersenyum menyeringai.
Sembari menyalakan rokok besar di tangan, perjalanan nya begitu mulus.
Bahkan dia sudah menaiki jet pribadi, tadinya Baron ingin menaiki pesawat komersial saja agar lebih membaur, akan tetapi ternyata lebih beresiko jika melakukan perjalanan seperti ini, lebih baik melakukan perjalanan menggunakan jet pribadi atas nama salah satu penjabat ke negara tetangga yang tidak terlalu jauh.
Lalu setelah itu dia akan melarikan diri dari tempat itu dan bersembunyi sementara waktu, sampai jabatan Desmon Gustaf turun dulu, lalu ia dan para anggotanya akan kembali muncul ke permukaan.
Suara pilot sudah terdengar, mengatakan jika mereka akan berangkat sekitar lima menit lagi.
Setelah semua persiapan dan briefing para kru selesai, jet pribadi itu akhirnya diberangkatkan, akan tetapi baru juga rodanya hendak melaju ....
"Dor!"
"Dor!"
"Dor!"
Tembakan yang mengarah berfokus ke ban dan sayap jet pribadi itu langsung menghujani jet pribadi yang hendak melaju.
Otomatis pilot yang bertugas menghentikan kemudi dan semuanya menunduk, awalnya mereka mengira sedang ada pembajakan akan tetapi mereka tidak akan menduga jika yang mengentikan mereka adalah seorang petinggi keamanan dari keluarga Charlos.
__ADS_1
Saat merasakan benturan dan suara tembakan membuat Baron panik, wajahnya langsung memerah, para pengawal yang langsung bersiaga segera melindungi bos mereka.
"Kenapa ini?"
"Siapa yang menembak jet pribadi ini?"
"Berani sekali dia?"
Teriak Baron bahkan tidak menduga jika Desmon bisa sampai di tempat nya, padahal dia sudah mengatur skenario terbaik agar dia bisa melarikan diri secara sembunyi-sembunyi.
"Bo ... Bos?" suara pengawal yang memeriksa kearah luar datang melapor keadaan kepada Baron.
"Kenapa? apakah ada pembajakan?" ketusnya bangkit.
"Ti ... tidak Bos, itu ada ...." belum sempat anak buahnya menjelaskan dia segera menyingkirkan anak buahnya dan mengintip dari jendela kaca jet pribadi dan melihat seorang lelaki yang sudah sedikit tua, dengan wajah yang begitu murka dan keberadaan yang sangat dominan melangkah membawa senjata Laras panjang yang ia pilihkan sendiri di tangan.
Dibelakang nya banyak anggota elit yang berada di bawah komando nya mengikuti langkah lelaki yang kelihatan sudah menargetkan Baron.
Baron gemetaran dengan hebat, dia tersungkur, dan tak bisa melakukan apapun kecuali lari terbirit-birit, entah kenapa dia bahkan sudah tidak bisa memikirkan apapun sekarang, yang ia lakukan sekarang hanyalah mengikuti nalurinya yang ingin tetap hidup.
"Pak, target telah turun dari sisi berlawanan jet, apakah saya tembak dari sini saja?" Anak buah Desmon yang merupakan penembak jitu yang sudah berada di titik tersembunyi dan jauh dari lapangan memberikan laporan melalui mic kecil yang menempel di telinga mereka.
"Tunggu, tembak yang anak buahnya saja, untuk Baron biarkan aku yang menghabisi nya!" geram Desmon dengan wajah yang sangat murka.
Akhirnya ia bisa membalaskan dendam sahabatnya yang tertunda selama berpuluh tahun karena kebenaran yang tidak pernah terungkap.
"Aku harus melarikan diri,"
"Aku tidak mau tertangkap!"
"Aku harus selamat!"
Baron lari terbirit-birit, dia bahkan sampai terjatuh-jatuh, akan tetapi saat ia berlari, anggotanya satu persatu tumbang oleh peluru yang menerjang mereka dari arah depan.
__ADS_1
"Dor!"
"Dor!"
"Dor!"
Satu persatu pengawal yang merupakan anggota nya runtuh dan jatuh satu persatu karena tembakan yang sengaja di arahkan ke mereka.
Mereka sudah bersimbah darah, sedangkan Baron terjatuh dan menutupi kepalanya, dia takut dia adalah orang yang selanjutnya yang akan kena tembakan seperti para anak buahnya.
"Aaa!"
Dia bahkan berteriak menutupi kepalanya karena takut sekali akan kematian.
Saat dia sudah tidak bisa melarikan diri lagi, langkah kaki Desmon telah terdengar oleh telinga Baron.
Baron yang ketakutan dengan hebat itu segera menoleh ke belakang dan melihat jika Desmon dengan wajahnya yang mengerikan itu mendekat dengan sebuah senjata Laras panjang di tangannya.
Perbedaan senjata api kecil dan Laras panjang ada di peluru nya, jika terkena peluru dari senjata laras panjang terbaru maka pelurunya akan lebih besar dan menimbulkan rasa sakit yang lebih dahsyat.
Baron mundur dengan menyeret kakinya ke belakang, memikirkan segala cara agar dia bisa tetap hidup.
"De ... Dengarkan aku, ayo kita buat kesepakatan," teriaknya dengan putus asa, suaranya saja sudah gemetaran dengan hebat.
Akan tetapi saat mendengar suaranya, malahan Desmon yang sudah dekat itu kelihatan semakin marah, dia bahkan sudah mengangkat senjata nya dan membidik bagian tubuh mana yang hendak ia tembak.
"Kesepakatan? bajingan! saat sahabat ku dan istrinya kau bunuh apakah kau memberikan ampun? akan ku habisi kau sialan! kau bahkan lebih rendah dari sampah!" teriak Desmon menggelegar, dia membidik kepala Baron.
Membuat Baron semakin panik, matanya membelalak hebat, dan tubuhnya bergetar hebat, dia tahu sudah tidak ada waktu baginya untuk melarikan diri.
Dan ....
"Dor!"
__ADS_1
Satu tembakan akhirnya mendarat sesuai dengan bidikan Desmon.
***