Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Aku ingin mengikat mu.


__ADS_3

Episode 93 : Aku ingin mengikat mu.


***


Saat mereka sarapan bersama, terasa sangat tertib, makanan yang tersedia juga sepertinya bergizi karena dana yang diberikan oleh Aron memang memadai untuk mencukupi semua kebutuhan para anak panti disini.


"Ayo, kalian masuk juga, ikut sarapan," Ulfa mengajak semua orang yang tadi ikut bersama Aron termasuk Liam untuk ikut masuk kedalam dan sarapan bersama.


Saat mendengar itu, Liam melihat kearah Aron dulu hendak menerima sinyal apakah merak boleh masuk atau tidak.


Lalu saat menerima anggukan dari Aron, mereka akhirnya masuk dan ikut sarapan bersama.


Nadine yang tidak ingin menunjukkan kesan buruk kepada anak-anak akhirnya juga ikut sarapan bersama mereka, sarapan di panti asuhan ini terasa berbeda hanya karena kedatangan Aron, banyak anak-anak yang langsung penasaran lelaki yang terlihat modis yang membawakan mereka banyak hadiah itu.


Setelah beberapa saat ....


Tidak sedikitpun Aron memalingkan tatapannya dari Nadine, bagaimana pun Aron sangat merindukan wanita ini, ingin sekali ia membawanya pergi dan menghabiskan waktu bersama berdua saja, tetapi mungkin ini adalah bagian dari perjuangan nya, harus sabar dan menahan diri sampai akhirnya Nadine akan percaya lagi kepadanya.


Setelah selesai makan, semua anak dengan teratur mencuci piring mereka sendiri, lalu setelah semua anak dan Ulfa keluar dari ruang makan, Aron langsung mengirimkan sinyal kedipan kepada Liam dan para anggotanya untuk segera keluar dan meninggalkan dia dan Nadine berdua di ruangan ini.


Sesuai instruksi mereka juga ikut keluar, Nadine tidak menyadari jika tinggal dirinya dan Aron yang ada di ruangan karena dia sedang mencuci piring nya sendiri.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Aron mendekat dan memeluk Nadine dari belakang, hangatnya tubuh wanita yang sangat ia rindukan, aroma tubuhnya yang tidak berubah, Aron memejamkan matanya dan menikmati pelukannya walau hanya sebentar.

__ADS_1


"Deg ... Deg ... Deg!"


Nadine merasakan jantungnya berdegup semakin kencang, dia terkejut dan tangannya berhenti membasuh piring yang ada di tangannya.


"Sayang, aku sangat merindukanmu, ayo kita pulang ya," ucapan lembut, suara yang hangat dan tetapi penuh tekanan.


Belum pernah Nadine melihat Aron selembut ini sebelumnya.


***


Nadine terdiam sebentar, menghela nafasnya dalam-dalam dan memejamkan matanya sejenak, seolah mempersiapkan dirinya untuk membalas ucapan Aron.


"Aku tidak mengerti kenapa tubuhku merespon kepadanya setelah apa yang telah ia lakukan kepadaku, tetapi aku tahu jika aku tidak akan mau kembali kepadanya, apapun yang ia lakukan!" geram Nadine kemudian menjawab Aron, agar Aron berhenti melakukan hal sia-sia seperti ini.


Saat mendengar ucapan itu, Nadine bisa merasakan nafas Aron yang semakin berat dan panas, cengkeraman di pinggang yang semakin kuat.


"Aku akan mencoba tidak memaksa mu, walau sekarang aku ingin mengikat mu dan membawamu pergi, akan ku coba mengikuti apa yang kau mau! tapi sayang, jangan pernah mengatakan kepadaku untuk menyerah!"


"Tiga tahun, tiga tahun aku menunggu dan seperti yang aku katakan, sekali kau ada dalam jarak pandang ku jangan harap bisa melepaskan diri selamanya," bisik Aron sedang menahan tempramen nya.


Dia menahannya begitu kuat walau sebenarnya masih bisa terasa dari tatapannya yang tajam dan nafasnya yang berat.


Nadine sampai terdiam, menelan salivanya pelan, dia lupa siapa Aron, walau Nadine memang merasa berhak melepaskan diri dari lelaki ini akan tetapi Aron adalah pribadi yang mengerikan, Aron tidak akan pernah melakukan hal itu.


Aron menarik bahu Nadine, membuatnya agar berhadapan dengan wajahnya, Aron mengusap wajah Nadine lalu bibirnya yang sangat menggoda nya dan ingin ia lahap sekarang juga.

__ADS_1


"Glek!"


Aron menelan salivanya, dia mengusap bibirnya begitu lembut.


Nafasnya terasa panas sampai Nadine bisa merasakan nya di wajahnya.


"Kau pasti akan kembali kepadaku, sayang, lihat saja," bisik Aron menahan dirinya untuk tidak melahap Nadine sekarang juga.


Walau gairahnya telah berada di puncak melihat betapa cantiknya Nadine yang sudah tumbuh dewasa, Aron tidak sabar ingin melakukan banyak hal dengan Nadine tetapi bukan sekadar waktu yang tepat, dia masih harus bersabar sebentar lagi.


Lalu tanpa aba-aba, takut dirinya akan lepas kendali jika melihat mata bulat dan bibir manis itu, Aron melepaskan Nadine begitu saja.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana

__ADS_1


__ADS_2