
Episode 94 : Menghadiahi aku dengan perselingkuhan!
***
Setelah kejadian di dalam ruang makan tadi, Aron melepaskan Nadine dan pergi menyusul semua anak panti yang sudah menerima hadiah-hadiah yang di siapkan oleh Aron untuk mereka.
Wajah Aron sudah masam dan tajam, dia mengepal tangannya karena sekali lagi gagal meyakinkan Nadine untuk kembali bersamanya.
"Tahan Aron, jangan marah, untuk sebentar bertahan lah dan ikuti keinginan nya," geram Aron menahan dirinya sendiri.
***
Sedangkan Nadine yang masih ada dalam ruangan mengusap dadanya karena jantung nya yang berdetak begitu cepat.
Aroma maskulin dan bau mint yang terasa dari nafas lelaki itu mengingatkan Nadine betapa dia suka wangi nafas Aron, dia tidak pernah menunjukkan nya tetapi sebenarnya Nadine pun tidak pernah lupa dengan wangi dan hangat tubuh lelaki yang menjadi lelaki pertamanya itu.
"Tidak Nadine, dia lelaki mengerikan yang akan melakukan apa saja yang ia mau, jangan mau luluh dan jatuh hati kepadanya, nanti kau yang akan terluka lagi," geram Nadine mencoba mempertahankan hatinya juga dirinya.
Aron begitu dominan, menggoda dan menarik perhatian, dan hal itu sudah mulai mengusik Nadine sekarang.
***
Aron sungguh berusaha sebisanya, dia melakukan semuanya, bahkan walau dia tidak suka keramaian dan bersama anak-anak, Aron bahkan sampai meluangkan banyak waktunya untuk bersama anak-anak panti.
Aron mencoba dekat dengan anak-anak panti agar dia bisa selalu datang ke panti asuhan dan semakin dekat dengan Nadine, tetapi Nadine sepertinya memang sudah terlalu sakit hati jadi dia tidak mudah luluh apapun usaha yang dilakukan oleh Aron.
Sampai pada saat satu bulan setelah itu, Aron pulang pergi setiap beberapa hari dari kota ke desa, hanya untuk mengejar dan menunjukkan kepada Nadine jika dia memang serius dan akan mencoba berubah menjadi lelaki lembut demi dirinya.
Saat sampai di panti asuhan, Aron melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan panti asuhan, membuat Aron memicingkan matanya dan buru-buru masuk kedalam panti asuhan.
"Paman Aron, sudah datang," salah satu anak panti datang berlari menyambut Aron.
__ADS_1
"Iya, Paman membawa banyak hadiah loh,"
"Wah senangnya, Paman kesini mau bertemu Kak Nadine lagi ya? dia sedang ada tamu Paman, mereka sedang ada di belakang panti," seru anak itu polos sekali, dia hanya tidak sabar hadiah apa lagi kali ini yang dibawakan oleh Aron.
"Terimakasih ya, nanti hadiahnya di kasih sama teman Paman, Paman mau melihat siapa tamu Kak Nadine sekarang," ucap Aron mencoba tersenyum dan mengusap rambut anak kecil itu.
Walau bibirnya sudah bergetar dan tangannya sudah mengepal, nafasnya berat dan jika kali ini dia melihat hal yang membuat nya marah dia tidak akan menahan dirinya lagi.
Langkah kakinya yang panjang dan matanya yang tajam membawa Aron ke arah belakang panti, ada satu hal yang paling dibenci oleh Aron, ada satu hal yang akan membuat nya kehilangan dirinya yaitu melihat Nadine dekat dengan lelaki lain.
Dan benar saja, saat Aron sampai disana di kejauhan dia melihat seorang lelaki yang berpakaian rapih sedang tersenyum berbicara dengan istrinya.
Wajah lelaki itu membakar emosi Aron dan dia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi.
***
Beberapa saat lalu Dean memang sudah kembali dan langsung menuju panti asuhan dimana Nadine berada, Dean sudah berjanji pada dirinya sendiri jika dia tidak akan lagi melepaskan Nadine.
Nadine terlalu baik dan terlalu sempurna hanya untuk orang arogan seperti Aron, dan saat ia berbincang dengan Nadine, mengobrol sederhana tentang bagaimana perkembangan panti asuhan, Dean melihat Aron sudah datang dengan wajahnya yang marah sekali.
"Srek!"
Dean tanpa aba-aba dan tanpa persetujuan Nadine, dia langsung memeluk Nadine dan menatap tajam kearah Aron.
Nadine yang terkejut dan syok melihat Dean memeluknya mencoba melepaskan diri, "Mas Dean, apa ini? lepaskan aku," ucap Nadine mencoba melepaskan dirinya.
Tetapi semakin Nadine mencoba melepaskan diri semakin kencang Dean memeluknya, dan saat Nadine mengikuti arah pandang Dean dia bisa melihat jika Aron sudah ada di dekat mereka dan melangkah dengan kemarahan yang menggila.
***
Seperti menyulut bensin kedalaman api, tentu saja Aron menjadi gila setelah melihat itu.
__ADS_1
"Heh! kau menantang ku? BAJINGAN!" teriak Aron menarik Dean dan melemparnya sampai tersungkur.
Tetapi Dean yang memang tidak mau menyerah bangkit lagi dan mencoba melawan, keduanya langsung terlibat dalam pertengkaran dan saling tinju.
Nadine ketakutan sekali melihat pertengkaran yang membuat wajah mereka berdarah-darah, tetapi Dean lah yang lebih parah, karena Aron memang sudah pandai bertengkar sejak dulu, jadi Dean kalah dalam adu tinjunya.
"BAJINGAN! jika kau berani menyentuh Nadine sekali lagi, aku akan membunuhmu! tidak peduli siapa kau!" geram Aron tidak memberikan ampun bahkan masih meninju wajah Dean yang sidah terkapar itu.
"Mas Aron hentikan," teriak Nadine melihat jika Dean sudah tergelatak dan hanya bisa menerima pukulan Aron.
Saat Nadine hendak menolong Dean, Aron kemudian menahan tangan Nadine, saat itulah Nadine telah membangunkan monster yang hidup ini.
Aron menyeringai, wajahnya yang memang ada lebamnya dan pinggiran bibirnya yang sedikit berdarah menonjolkan tampilan sangar dan mengerikannya.
Tatapan matanya begitu tajam sampai membuat Nadine terdiam, dan mencoba melangkah mundur.
"Sayang, aku bilang aku bisa memaafkan apa saja kecuali perselingkuhan! aku bahkan menuruti mu dan mengejar mu sampai kesini, menahan emosiku karena mu, tetapi kau menghadiahkan aku dengan perselingkuhan?" bisik Aron semakin mencengkram tangan Nadine.
"Ma ... Mas, apa yang mau kau lakukan?" seru Nadine pelan dan gemetaran.
"Yang mau aku lakukan? tentu saja mengikat mu dan melakukan semuanya dengan caraku, karena kau seperti nya telah berani mempermainkan aku!" geram Aron langsung menarik Nadine, tanpa basa basi.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
__ADS_1
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana