Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2

Berbagi Cinta : Sebenarnya Istri Ke-2
Kengerian Aron.


__ADS_3

Episode 70 : Kengerian Aron.


***


Aron yang memang tempramental segera menggigit giginya dan menggertak, dia tidak mau melawan ibunya dan membentak ibunya jadi dia memilih pergi dan melampiaskan kegilaannya kepada para penjahat itu sekaligus mencari dalang dari suruhan yang ingin mencelakai istrinya.


Pasti ada seseorang di belakang layar yang hendak membuat istrinya menderita.


***


Di rumah sakit,


Dahlia masuk dan melihat wajah pucat menantunya, hatinya semakin sakit, Dahlia sudah dekat dengan ibu Nadine karena suami mereka bersahabat, “Maafkan aku Ayu, aku tidak bisa menjaga putrimu seperti pesan mu, malah kami membuatnya terluka seperti ini, kami sangat berdosa,” Dahlia menangis dan menyebut nama ibu Nadine yang sudah lama meninggal itu.


Dahlia mengusap rambut menantunya yang masih kelihatan sangat cantik walau wajahnya masih pucat.


Dia menjaganya dengan tulus, sampai menginap di rumah sakit sedangkan suaminya dirawat oleh banyak pelayan, Alfred mengerti.


Karena pastinya Dahlia, istrinya yang berhati lembut itu pasti tidak tega melihat keadaan menantu mereka, Alfred juga begitu, akan tetapi dia lemah dan sakit jadi tidak bisa mendampingi istrinya menemani menantu mereka.


Dahlia pasti ingin meminta maaf atas perbuatan putranya dengan caranya sendiri, walau ia tahu kesalahan putranya tidak akan bisa dimaafkan.


***


Disaat yang bersamaan, Aron kembali ke markas para bandit yang sudah di kuasai oleh para anak buahnya .


Malam ini Aron bermaksud menghajar semua bandit dan membuat mereka membuka mulut mereka satu persatu.


Setelah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh dan membawa kemarahan, Aron akhirnya sampai di rumah pantai tersebut.


Dia melangkah dengan menendang sebuah tiang sampai salah satu tangkai nya roboh, dia mengambil tangkai segenggam tangannya dan membuat nya sebagai pasak untuk menghabisi para penjahat yang sudah di kurung di dalam rumah pantai itu.


"Brak!"


Aron menendang pintu tempat kurungan dimana lima orang utama yang menculik Nadine di pisahkan.

__ADS_1


Dari cctv yang bisa dilihat dari jalanan yang dekat rumah Aron, anggota nya bisa dengan cepat memastikan jika para penculik Nadine ada lima orang termasuk ketuanya sendiri.


Aron masuk dengan wajahnya yang sangat mengerikan.


"Siapa yang sudah menyentuh istriku di antara kalian?" awalnya suara itu datar akan tetapi saat tidak ada yang berani menjawab, Aron langsung menghabisi satu persatu dari mereka dengan menggunakan kayu yang sudah ia genggam sejak tadi.


Sampai semuanya berteriak tak bisa membela diri mereka.


"Sekali lagi aku bertanya! siapa diantara kalian yang sudah menyentuh istriku!" teriak Aron lagi membuat suasana semakin mencekam, bahkan anak buah Aron yang ada di ruangan itu ikut ketakutan dengan kemarahan hebatnya, apalagi para bandit itu.


"Heh! tidak mau menjawab ya? baiklah, mungkin kalian harus mati tenggelam dan menjadi makanan ikan!" geram Aron membuang kayu yang sudah rusak dan patah akibat menghabisi para bandit yang diam membisu karena gemetaran ketakutan.


"Srek!"


Dia langsung segera menyeret salah satu dadi mereka dan hendak melempar nya ke laut dengan tangan dan kaki yang masih diikat, jadi jika dia dilempar maka dia akan otomatis mati.


"Tu ... tunggu Tuan, tunggu, saya akan jujur, akan saya katakan, dia adalah Bos kami, dia membawa istri anda ke kamar nya sebelum istri anda kabur," anggota yang diseret karena ketakutan akan mati langsung mengaku dan mengatakan apa yang ia ketahui.


Dia menunjuk kepada seorang yang sejak tadi menunduk dan tidak berani menjawab.


Wajah Aron saat mendengar jika istrinya di bawa ke kamar oleh lelaki bajingan ini menjadi sangat mengerikan.


"Ampuni saya Tuan? tapi sungguh saya tidak sempat menyentuh istri anda, dia langsung kabur dan melempar saya menggunakan vas bunga, saya sungguh tidak menyentuh nya, ampuni saya Tuan." teriaknya sudah menundukkan wajahnya sampai menyentuh lantai, memohon belas kasih untuk hidup nya.


"Ho jadi kau? dan jika aku tidak datang dengan cepat kau pasti sudah menyentuh nya kan?" geram Aron datang mendekat, langkah kakinya saja sudah hampir membuat para penjahat bayaran itu bergidik kengerian.


"Brak!"


Pertama Aron mematahkan kakinya, sampai ia berteriak histeris karena rasa sakitnya.


"Sakit?" bisik Aron bahkan belum reda kemarahan nya.


"Sakit Tuan, mohon ampuni saya ...." teriak bandit itu tidak bisa membela dirinya dan hanya bisa memohon ampun.


"Brak!"

__ADS_1


Setelah kakinya di patahkan, sekarang tangannya bahkan jemarinya pun di patahkan satu persatu, begitu sadis dan mengerikan.


Teriakan nya seolah tidak didengar oleh Aron.


Kecemburuan dan kegilaan Aron memang berada di luar batas, dia akan menggila jika saja ada lelaki yang berani menyentuh istrinya.


Apalagi ini tangan kotor bandit itu.


Setelah semalaman menghajar, dengan tongkat kayu dan kepalan tangan, semua yang ikut dalam penculikan Nadine sudah terkapar lemas dan hampir mati.


"Terakhir! siapa yang menyuruh kalian? jika kalian tidak mau mati maka cepat katakan!" geram Aron hendak kembali ke rumah sakit memeriksa keadaan istrinya.


Karena tidak terasa hari sudah mau pagi.


"Da ... Ra."


Suara pelan dan tidak bertenaga itu terdengar lirih, membuat Aron diam sebentar akan tetapi tatapan nya menjadi tajam kembali.


"DARA? HABISLAH KAU!" geram nya melangkah keluar ruangan.


Akan tetapi sebelum keluar,


"Jebloskan mereka ke penjara, buat mereka di tahan seumur hidup dan meminta kematian!" perintahnya kepada orang orang nya dan lalu pergi.


Mengusik dan bermasalah dengan Aron memang mengerikan, tidak akan ada ampun ataupun belas kasih.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***

__ADS_1


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana


__ADS_2