
Episode 30 : Harusnya kau senang!
***
Di dalam jet pribadi milik Aron, sebenarnya Nadine ketakutan sekali, baru kali ini dia akan naik kendaraan melalui jalur udara, selama ini dia tidak pernah pergi kemananapun kecuali menggunakan kendaraan umum melalui darat.
Tanpa ia sadari dia mulai berkeringat dingin saat jet pribadi mulai lepas landas, dia jantungan sekali tetapi dia tidak mau bersanar pada Aron, dia menahannya sendiri dan memejamkan matanya.
Setelah beberapa saat ....
“Sayang, bangunlah,” Nadine tidak sadar jika mereka telah sampai di tujuan, sepertinya saat ia takut tadi, Nadine tertidur karena usapan Aron di rambutnya, jadi Nadine terlelap di bahu suaminya.
Nadine segera terperanjat saat Aron tengah membagunkan nya, sepertinya penerbangan mereka memang hanya menempuh waktu yang tidak terlalu banyak sampai akhirnya mereka sampai di pulau nan indah milik Aron.
Saat Nadine keluar dari jet pribadi itu, Nadine bisa melihat hamparan luas pasir putih, laut biru seperti crystal memantul oleh matahari, angin segar dan beberapa pohon palem di sekitarnya, pemandangan itu indah sekali sampai Nadine harus berhenti sejenak dan menikmati ciptaan Tuhan ini.
__ADS_1
Dia tersenyum untuk pertama kalinya, senyuman merekah yang tidak dibuat buat, senyuman yang menggembirakan kebahagiaan sesungguhnya yang ia rasakan, rambutnya terurai dan sedikit terbang, dia berlari menuju pasir putih meninggalkan Aron yang sebenarnya hendak membawanya ke villa.
Nadine membentangkan tangannya, dia tersenyum karena setelah pernikahannya baru kali ini dia mengirup udara luar selain di rumah Aron dan di rumah mertuanya.
Dia menarik nafasnya dalam dalam, sampai akhirnya Aron datang menghampirinya, Aron bersandar di bahu Nadine, “Sayang, kau senang?” bisiknya bangga karena telah membuat Nadine senang.
Bagi Aron, wanita ini sungguh berbeda, Aron tidak memberikan barang mewah ataupun perhiasan mahal seperti yang ia lakukan kepada Dara dan wanita lainnya, tetapi hanya membawanya ke alam saja sudah membuat Nadine benar benar bahagia.
Nadine yang masih merasa risih saat suaminya bersandar dan hendak melingkarkan tangannya di pingganggnya secara refleks menjauhi Aron, Aron yang tidak suka ditolak itu segera mengernyit dan menatap tajam kearah Nadine.
Nadine segera menarik tangannya dari terkaman lelaki buas ini, “Mas, jangan begini, apakah kau tidak merasa bersalah kepada istri pertama mu?” Nadine merasa aneh, perubahan lelaki ini terasa sangat berlebihan, dia menjadi tidak nyaman, rasanya sekarang mereka seperti sedang berselingkuh saja.
“Wanita ini masih saja membahas mengenai Dara, apakah pesona ku tidak membuatnya ketagihan? kenapa dia masih sok polos dan menolak aku lagi dan lagi, aku sudah cukup bersabar tetapi wanita ini sepertinya harus diberikan pelajaran!” geram Aron sekarang menatap kearah Nadine dengan tatapan yang sangat tajam dan menelisik.
“Srek!”
__ADS_1
Dia segera menarik tubuh Nadine sampai menempel ke tubuhnya, “Sayang, lupakan mengenai Dara, sudah kubilang dia akan di Paris selama satu bulan, dengan begitu selama satu bulan ini kau harus memuaskan aku, kau harusnya bahagia bukan? Dengan tidak adanya Dara, kau bisa mengambil semua waktuku,"
"Dan aku dengan senang hati akan menghabsikannya bersamamu,” bisik Aron benar benar tidak sadar jika setiap katanya selalu menusuk hati Nadine, setiap katanya selalu terselip penghinaan yang membuat Nadine akan mengusap dadanya karena merasa sakit hati.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
__ADS_1
Kalian bisa DM dan tanya2 disana