
Episode 112 : Kehebohan hari itu!
***
Berita sedang heboh sekali, bahkan Liam sudah mendapatkan teror telepon dari banyak orang untuk mengkonfirmasi berita yang sedang booming.
Baru saja Dara, mantan istri Aron Charlos membuat pengakuan jika dia telah diceraikan karena gadis lain, tetapi sebelum itu setelah bercerai kurang lebih 1 bulan, Dara baru mengetahui jika dirinya hamil anak Aron.
Akan tetapi Aron tidak peduli karena lebih memilih selingkuhan nya. Bahkan Dara yang tidak berpikir panjang ini sampai membeberkan identitas wanita yang ia sebut itu.
Wanita yang sekarang sudah dibenci seantero negeri karena pemberitaan palsu itu.
***
"Kau pikir aku akan hancur sendirian? aku akan membawa mu dan Aron, Nadine, aku tidak mau menderita sendirian, jika aku jatuh maka kalian juga akan segera jatuh!"
Dara tersenyum menyeringai, melihat dirinya tersenyum di depan cermin sembari menggendong anaknya.
Kebetulan anaknya menangis karena belum makan, akan tetapi Dara yang sedang di liputi banyak kemarahan di hatinya malah marah-marah pada anak nya yang masih sangat kecil.
"Diam!"
"Berisik sekali!"
__ADS_1
"Kau itu penting untuk ku menghancurkan mereka, jadi kau diam saja!"
Teriaknya begitu mengerikan, seolah dia bukanlah seorang ibu akan tetapi seorang monster yang sudah kehilangan akalnya.
Sebenarnya setalah bercerai dan dibuang Aron sekitar tiga tahun lalu, Dara tidak tahu caranya mencari uang dengan benar, saat itu dia stress sekali dan putus asa, dia kira Aron akan baikan dengannya hanya dalam beberapa Minggu tetapi ternyata tidak, hari itu Dara tahu jika dia benar-benar telah di tinggalkan.
Karena kemarahan juga membutuhkan uang untuk mencukupi kehidupan glamor nya, saat itu Dara bahkan rela menjadi wanita penghibur bagi pengusaha pengusaha yang mau membayarnya.
Sampai suatu hari dia hamil, kehamilan nya membuat nya semakin depresi, akan tetapi dari kehamilan itu dia mendapat sebuah rencana, dia akan membawa Aron dan Nadine hancur bersamanya.
Pemikirannya yang pendek dan memang tidak waras benar-benar akan membuat wanita kampungan yang tiba-tiba menghancurkan kehidupan nya itu merasakan sakit saat tahu suaminya memiliki anak dari wanita lain, walau sebenarnya anak itu bukanlah anak Aron tentunya.
Dara juga tahu nanti pengakuannya akan mempengaruhi nilai saham perusahaan Aron, jadi tentunya Aron akan sangat rugi besar.
***
Aron dan Nadine sudah selesai menyantap sarapan mereka, Aron sedari tadi menatap tajam kearah Nadine seolah dia tidak sabar ingin melakukan pembibitan yang sudah ia rencanakan.
Tetapi lagi-lagi rencananya sepertinya akan terganggu lagi.
"Siapa lagi yang mengganggu aku!" geram Aron saat ia sudah akan menerkam istrinya.
"Pak ...."
__ADS_1
Dengan panik Liam menghubungi atasannya ini.
"APA? apa kau tahu kau sudah mengganggu kegiatan kesukaan ku, awas saja jika ini tidak penting!"
Geram Aron belum tahu kehebohan yang terjadi di luaran sana.
"Pak, coba nyalakan televisi, kita sedang dalam masalah besar," seru Liam dengan panik, citra seseorang apalagi seorang CEO perusahaan akan sangat berpengaruh jika saja namanya tercoreng di kalangan masyarakat.
Sesuai dengan dugaan Dara, perusahaan Aron akan sangat rugi karena skandal ini.
"Berita apa sih!" ketus Gama menyalakan televisi dan menonton berita di semua saluran semuanya memampangkan wajahnya dan wajah Nadine.
"Seorang CEO bernama Aron di duga menelantarkan mantan istrinya yang tengah hamil demi seorang pelakor!"
Itulah judul utama berita itu.
Juga ada wawancara Dara tadi pagi yang menunjukkan dia menangis sembari menggendong seorang anak di tangannya, memberikan pengakuan bohong untuk menarik simpati publik.
"Mas ...."
Saat mata Aron membelalak dan marah mendengar berita itu, Nadine sudah berdiri di belakang Aron.
Dengan mata kosong dan tubuh yang gemetaran, dia juga menonton berita itu.
__ADS_1
***