
Episode 51 : Sepertinya aku datang bulan.
***
Setelah menyusun strategi baru untuk memberikan hukuman kenikmatan kepada Nadine akhirnya Aron memutuskan untuk terlelap, sebenarnya dia memiliki rencana malam ini untuk melakukan beberapa ronde sampai subuh akan tetapi tiba-tiba saja ada masalah yang tidak ia duga itu.
Aron naik keatas ranjang lalu tidur mensejajarkan dirinya memeluk Nadine.
"Wanita ini sungguh seperti racun, hanya sebentar dia berada di sisiku dan tidur denganku tetapi aku ketagihan seperti mau gila" ketus Aron semakin mempererat pelukannya dalam tubuh Nadine.
Malam itu dia tidak melakukan kegiatan kesukaan nya, berolahraga panas sampai keringat membasahi seluruh tubuh, akan tetapi dia sudah cukup puas melihat keberanian Nadine hari ini.
Wanita pertama yang berani membentak nya walau pun kelihatan ketakutan sekali.
Sungguh wanita yang memiliki banyak pesona tersembunyi.
Sedangkan Dara yang telah melepaskan mimpinya memutuskan untuk tidak akan melepaskan Aron bersama dengan Nadine selalu.
Sisi kewanitaan nya mengatakan jika Nadine sungguh akan membahayakan posisinya.
Untuk Tom dan Dean mereka memutuskan menginap malam itu di villa Aron, di ruangan berbeda karena mereka sudah terlalu lelah jika harus kembali hari ini.
Sedangkan sang aktor sial yang menerima kemarahan Aron itu juga masih ada di villa dibawah perawatan Tom, aktor itu sepertinya sedang sial sekali malam ini, bisa-bisanya dia menggoda wanita yang tidak seharusnya ia goda.
__ADS_1
Akan tetapi beberapa waktu kemudian, saat subuh Nadine terbangun dengan merasakan keram di perut, dia mengusap perutnya yang terasa begitu sakit.
"Ahh, sakit sekali perutku!" geram Nadine pelan sembari menggigit sesuatu yang menempel di wajahnya.
"Aww ... sakit!" ketus Aron yang sebenarnya sedang memeluk Nadine malam itu.
"Loh, kok Mas ada disini? tapi bukan itu masalahnya, perutku ... perutku sakit sekali Mas," keluh Nadine dengan wajah yang sudah pucat, Aron yang tadi menerima gigitan di dada itu mengurungkan kemarahannya setelah melihat wajah pucat istrinya.
Aron yang masih mengantuk segera bangkit dan membuka matanya yang masih menyipit mengantuk itu lebar-lebar.
Dia melihat Nadine sudah mengusap-usap perutnya dan kelihatan kesakitan sekali.
Saat melihat jika Nadine sungguh sungguh sedang kesakitan membuat Aron panik, dia ikut menyentuh perut istrinya dan mengusapnya.
Nadine menggelengkan kepalanya dan mencengkeram tangan Aron kuat sekali, "Tidak Mas, sepertinya aku hanya keram haid, bisakah carikan aku pembalut? aku tidak memiliki persiapan kesini karena mu," ketus Nadine sembari menggigit bibir bawahnya karena merasa begitu sakit sekali.
Jika dia sedang datang bulan dia memang akan merasakan keram yang mengganggu dan tidak akan bisa berdiri selama beberapa jam.
Juga karena tidak adanya persiapan karena Aron seolah sedang menculiknya ke pulau pribadi, membuat Nadine tidak melakukan persiapan apapun.
"APA? Pe ... Pembalut? mau cari dimana di pulau seperti ini? kau gila ya?" Aron kaget saat mendengar ucapan istrinya ini, sekarang dia menyuruh nya mencari pembalut.
"Gila! aku gila? Mas, jangan cari masalah dulu deh, perut ku sakit dan aku butuh pembalut sekarang, kau yang menculik aku kesini, tanggung jawab lah, minta ke pelayan kek, ke siapa kek, aku tidak peduli!" geram Nadine meringis kesakitan.
__ADS_1
"Disaat aku sakit seperti ini kau masih marah, dasar brengsek! tidak berperikemanusiaan! jahat!" Nadine sampai menangis tersedu-sedu, mungkin sebenarnya rasa sakit hatinya yang tadi malam masih mempengaruhi nya.
Aron lagi lagi tertegun melihat amarah Nadine namun sesaat kemudian malam menangis, "Apakah jika wanita sedang datang bulan akan se sensitif ini? sialan! sudah dua kali berturut turut dia memarahi ku! tapi aku malah tidak bisa melakukan apapun!" geram Aron dalam hatinya.
"Srek!"
Aron segera bangkit dengan kedua tangan di pinggang, menatap kearah Nadine dengan sangat tajam dan penuh dominasi.
"Dengar ya Nadine, aku akan membiarkan mu karena kau sakit! tapi kau harus menghitung kesalahan mu dari mulai sekarang! aku tidak akan melepaskan mu begitu saja!" ketus Aron tidak memiliki pilihan lain selain mencarikan Nadin pembalut di pagi pagi buta seperti ini.
Seorang CEO terkenal dan memiliki banyak popularitas, arogan dan tegas seolah menuruti semua keinginan gadis muda yang menjadi istrinya itu tanpa ia sadari.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
__ADS_1
Kalian bisa DM dan tanya2 disana