
Candy mengusap kedua matanya yang basah setelah mengingat beberapa perjuangan yang ia lakukan di awal-awal pernikahannya. Tetapi itulah realita kehidupan.
Jodoh, umur, rezeki memang rahasia Tuhan, tetapi hanya hati yang bersih serta yang ikhlas-lah yang mampu membuat mereka bisa bertahan sampai saat ini. Ezza memeluk tubuh Candy dari belakang.
Ia juga sangat bahagia karena Tuhan telah mengirim seorang bidadari di dalam kehidupannya. Ia mengecup mesra pucuk kepaal Candy. Lalu membalikkan tubuh Candy. Tak lupa ia berterima kasih pada istrinya itu.
"Terima kasih Candy, karenamu aku bisa berdiri sampai saat ini. Terima kasih untuk semua cinta yang engkau berikan untuk lelaki bodoh di depanmu ini."
Candy tersenyum simpul ketika melihat suami tampannya. Seorang CEO yang dengan mudahnya memberikan cinta pada wanita lain lalu hidup bersama madunya itu, bahkan sampai menyakiti jiwa raganya. Ia juga bingung kenapa bisa mempertahankan lelaki di depannya itu.
Karena ingat semua kenakalan suaminya itu, Candy mencubit gemas pinggul suaminya.
"Awh, kamu kenapa sih, Sayang? Aku nggak ngapa-ngapain kok malah dicubit sih?" gerutu Ezza dengan nada manja.
"Itu hukuman karena dulu, Mas Ezza pernah khilaf."
"Ya ampun, Sayang. Itu, 'kan dulu, lain lagi dengan sekarang. Aku bahkan rela menyerahkan seluruh jiwa dan ragaku ini hanya untukmu. Bahkan jika Tuhan mau mengambil nyawaku, aku ikhlas asal kamu bahagia, Sayang."
Jari telunjuk Candy terulur dan menutup mulut suaminya.
"Mas, aku nggak mau kehilangan kamu lagi, cukup saat itu saja kamu pergi. Tapi tidak untuk sekarang, jangan bicara sembarangan lagi."
Ezza mendekap tubuh Candy dengan penuh cinta.
"Aku janji, Sayang. Aku tidak akan meninggalkan kamu lagi, janji."
"Jangan mudah berjanji, Mas. Tapi pasrahkan semuanya pada Allah."
Candy semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh suaminya, begitu pula dengan Ezza.
"Tak akan aku biarkan kesedihan membayangi langkah kita setelah ini, Sayang," doa Ezza dalam hatinya.
"Semoga Allah menjaga cinta kita until jannah, Mas Ezza. Aamiin," doa Candy dalam hatinya.
.
.
Sementara itu, Delima sudah pulang dari rumah sakit. Tapi ia tidak memiliki tujuan selain kembali ke rumah Ezza. Dengan rencana licik yang baru ia melangkah tegap ke arah rumah Ezza. Tapi tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang dan menabrak tubuh Delima hingga terpental sampai beberapa meter.
Tentu saja nyawanya tidak tertolong lagi. Ia langsung meninggal di tempat. Ternyata ada sebuah tangan yang menutupi telinga dan mata Delima ketika ia turun dari bus hingga sampai dia menyeberang jalan.
__ADS_1
Tangan ghaib itu adalah tangan Ki Parto yang yak rela jika pengikutnya selamat. Selama beberapa minggu ia selalu berusaha mendekati Delima tapi anak iblisnya selalu menyelamatkannya. Tapi tidak kali ini, di saat kekuatan anaknya melemah ia berhasil mengambil jiwa Delima.
"Ha ha ha ... ada harga yang harus dibayar untuk semua persembahanmu. Hingga saat aku belum menuntaskan apa yang harusnya dipersembahkan, maka jiwamu-lah yang akan menjadi pengganti persembahan tersebut," ucap Ki Parto sambil menyeringai.
"Ampun, Ki. Bukankah perjanjian kita telah selesai, kenapa masih mencariku?"
"Diam, kau harus menjadi pengikut Tuan bersamaku saat ini, ha ha ha ...."
Tawa Ki Parto menggelegar bersamaan suara burung gagak yang bertengger di dahan pohon kamboja. Bersamaan itu pula, ia membawa serta anak iblis Delima dan terbang ke langit.
"Tidak, aku masih ingin hidup, aku tidak mau ikut denganmu!" teriak jiwa Dilema yang sudah terlepas dari raganya itu.
Sementara itu tubuh Delima sudah sangat mengenaskan di jalanan. Banyak orang-orang berkerumun di dekat mayatnya. Lalu ada seorang laki-laki yang iba dengannya dan menelpon kepolisian dan Rumah Sakit.
Memang kondisi tubuh Delima penuh dengan darah, apalagi luka dikepalanya terlihat begitu mengerikan. Beruntung tak berapa lama kemudian, tubuh Delima diangkut oleh mobil ambulance dan ada beberapa polisi yang mengiringinya.
Dari dalam rumah, Candy sempat melihat keramaian didepan rumah mereka. Tapi Ezza melarang dia keluar, sebab saat itu menjelang waktu maghrib. Lagi pula ada babynya yang harus ia gendong.
"Tapi, Mas."
"Sudah, nggak baik maghrib keluar rumah. Nanti kita tanya pak satpam aja."
.
.
Sementara itu, Arga yang menghubungi pihak kepolisian dan Rumah Sakit tadi segera melajutkan perjalanannya ke rumah. Entah kenapa Arga juga sama sekali tidak ingat pada wajah cantik Delima, sehingga ia menolongnya sebatas rasa kemanusiaan saja.
Dua puluh menit kemudian ia telah sampai di rumah. Ada Tuan dan Nyonya Taruna yang sudah menanti kedatangannya.
"Assalamu'alaikum, Ma, Pa."
"Wa'alaikumsalam."
"Tumben tepat, Nak?" tanya Nyonya Taruna melihat tubuh putranya terlihat letih.
Memang sudah beberapa hari ini, Arga kembali mengantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin tertinggi di perusahaan milik Keluarga Taruna. Mungkin karena belum terbiasa, sehingga ia terlihat letih dengan tumpukan pekerjaan yang menggunung itu.
"Iya, tadi sempat menolong orang di jalan, Ma. Jadi pulang terlambat."
"Ya sudah kalau begitu, ayo masuk dan bersihkan dirimu lalu sholat berjamaah."
__ADS_1
"Iya, Ma."
.
.
Begitulah kehidupan Arga dan Candy, setelah beberapa saat yang lalu ujian hebat menerpa mereka. Kini mereka bisa berdiri lebih tegar dati sebelumnya. Ujian yang datang silih berganti membuat keimanan mereka bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya.
Kelurga Taruna sempat kehilangan putranya, tapi Allah masih berbaik hati menolong mereka. Bahkan kini, Arga menjadi muslim yang lebih taat dari sebelumnya.
...⚜⚜⚜...
... "Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan pasti akan ada kemudahan." - HR. Tirmidzi....
... "Ingatlah bahwa sebuah musibah yang membawamu semakin dekat kepada Allah itu lebih baik daripada nikmat yang membuatmu semakin menjauh dari Allah. " – Dr. Bilal Philips...
...⚜⚜⚜...
...Setelah ujian pasti ada sebuah kebaikan di dalamnya. Sehingga apapun ujian yang menerpa kita bersabarlah....
...TAMAT...
.
.
Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung karya ini sampai detik ini. Terima kasih banyak readers tercinta. Sampai ketemu di karya Fany selanjutnya.
Karena sudah END kita lanjut ke novel terbaru yuk, judulnya "LOVE in Paris" kisah cinta gadis yang pincang dan berusaha untuk menggapai cita-citanya sebagai model. Bagaimana kisah perjuangan Baby. Ditunggu jejaknya di karya terbaru ya.
...Oh ya, othor juga ada dua novel on going nih, mampir yuk...
..."NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN"...
...dan...
..."WANITA BAHU LAWEYAN"...
__ADS_1