
Peluh yang mengucur dari kening Candy dan perjuangan yang telah ia lakukan kini berbuah manis. Seorang bayi perempuan nan cantik kini menjadi pelengkap kebahagiaan Keluarga Besar Hadi Wijaya.
Meski sang putri lahir dalam usia kandungan yang masih berusia tujuh bulan, nyatanya ia memiliki berat lahir dua koma sembilan kilogram, serta panjang badan sekitar lima puluh centimeter. Bayi dengan rambut yang lebat dan hitam itu sangatlah cantik.
Hidungnya mancung seperti ayahnya Ezza, kulitnya putih bersih dan bulu matanya yang cantik mirip dengan ibunya Candy.
Karena proses jahit menjahit telah selesai, kini giliran Ezza untuk mengadzani sang putri. Hal ini sesuai dengan, Imam Nawawi dari mazhab Syafi’i
السُّنَّةُ أَنْ يُؤَذِّنَ فِي أُذُنِ الْمَوْلُوْدِ عِنْدَ وِلَادَتِهِ ذَكَرًا كَانَ أَوْ أُنْثَى، وَيَكُوْنَ الأَذَانُ بِلَفْظِ أَذَانِ الصَّلَاةِ. قَالَ جَمَاعَةٌ مِنْ أَصْحَابِنَا:
يُسْتَحَبُّ أَنْ يُؤَذِّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَيُقِيْمَ الصَّلَاةَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى.
Artinya: “Disunnahkan mengumandangkan azan pada telinga bayi saat ia baru lahir, baik bayi laki-laki maupun perempuan. Dan azan itu menggunakan lafadz azan salat. Sekelompok sahabat kita berkata; Disunnahkan mengazani telinga bayi sebelah kanan dan mengiqamati telinganya sebelah kiri, sebagaimana iqamat untuk salat.” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu, juz 8, h. 442)
...⚜⚜⚜...
...Ketika bayi lahir ke dunia dan tangisannya terdengar, umat muslim dianjurkan untuk mengazani bayinya. Adzan itu biasanya dikumandangkan oleh sang ayah....
...Ayah bayi akan mengucapkan kalimat azan di telinga sebelah kanan, dan kalimat iqamat pada telinga sebelah kiri....
...Berbeda ketika adzan yang dikumandangkan sebagai ajakan salat, mengadzankan bayi dianjurkan menggunakan suara rendah dan lembut. Hal ini dilakukan agar bayi tetap merasa nyaman dan tidak membuatnya kaget. ...
...⚜⚜⚜...
Ditatapnya sang putri yang baru saja lahir itu dengan penuh suka cita. Dokter Richard memang sengaja meninggalkan Candy dan Ezza serta putrinya untuk menikmati waktu kebersamaan mereka yang hanya sebentar.
Beberapa saat yang lalu Candy dan bayinya sudsh dipindahkan ke dalam ruang perawatan. Sebuah ruangan VVIP untuk menantu Keluarga Hadi Wijaya. Beberapa anggota keluarga dan Daffin juga sudah berkumpul di ruang itu.
"Terimakasih Candy, terimakasih sudah memberikan cucu yang lengkap untuk Keluarga Besar Hadi Wijaya."
Ayah mertua Candy sangat berterima kasih untuk semua perjuangan yang telah ia lakukan selama ini.
"Sama-sama ayah."
"Candy, sekarang kamu beristirahatlah, biarkan Ezza yang menjaga putri kalian."
__ADS_1
Candy menggeleng. Ditatapnya lekat-lekat suaminya itu. Ia tak mau setelah ia menutup mata nanti, suaminya akan meninggalkannya lagi.
Ezza mulai menidurkan putrinya di box bayi. Lalu ia pun mendekati Candy. Dibelainya rambut istrinya itu tak lupa dikecupnya keningnya.
"Sayang, istirahatlah, aku akan menjaga kalian disini. Kamu terlalu lelah sayang."
"Tapi mas..."
Tangan Candy masih memegang erat tangan suaminya itu. Ezza pun tau maksud dari perkataan istrinya itu. Sebuah keajaiban bisa mendapatkan suaminya kali ini.
Meski hanya satu kali dua puluh empat jam, tetapi Candy sangat bersyukur. Setidaknya keinginannya melahirkan bersama suaminya sudah terwujud. Apalagi Ezza juga-lah yang sudah meng-adzani putrinya barusan.
Kini Daffin yang kelelahan sedang berbaring di sebuah mini brankar di samping brankar Candy. Lagi pula hari juga sudah sore, mungkin putranya sangat kelelahan karena menunggu terlalu lama.
"Tapi mas janji ya, setelah aku tidur, mas gak akan pergi."
"Iya sayang, mas janji."
Moment mengharukan itu ahirnya berhenti ketika Candy mulai tertidur. Sementara itu, beberapa orang suruhan Tuan Hadi sudah membawakan beberapa makanan untuk seluruh anggota keluarga yang berada di dalam ruang perawatan Candy.
"Za..."
"Iya Pa."
"Kamu makanlah dulu, kamu sedari tadi menemani Candy, pasti lelah, makanlah."
"Iya Pa, terimakasih."
Kedua anak dan ayah itu ahirnya bisa makan bersama lagi setelah tiga bulan tak bersama. Sesekali mereka mengobrol untuk mengusir kecanggungan yang terjadi.
Ezza memang masih sama seperti yang dulu, yang membedakannya hanyalah sikapnya sudah tidak se-arogan dulu. Apalagi Ezza yang sekarang sudah lebih dewasa. Mungkin benar, ada kalanya orang harus banyak belajar dari lingkungan sekitarnya.
RUTAN memanglah bukan sebuah tempat impian, tetapi nyatanya disana, Ezza banyak belajar tentang arti sebuah kehidupan. Sebuah cerita kehidupan yang mungkin hanya beberapa orang yang bisa mengambil hikmah dalam setiap ujian hidupnya.
"Oh ya, setelah ini apakah kamu sudah menyiapkan sebuah nama untuk putri kecilmu?"
__ADS_1
"Astaghfirullah, belum yah."
Ezza pun menepuk jidatnya. Tuan Hadi hanya tersenyum menanggapi tingkah putranya itu. Lalu ia pun menyodorkan sebuah ponsel padanya.
"Mungkin ini bisa membantumu nak."
"Terimakasih ayah."
"Sama-sama, oh ya."
"Iya ayah."
"Jangan memberi nama putrimu secara asal, paham?"
"Paham ayah," ucap Ezza sambil tersenyum.
.
.
...🌹Bersambung🌹...
.
.
Oh ya, sambil nunggu othor up, jangan lupa mampir di karya Fany yang lain yuk.
Disini bakal nemuin kekocakan para hantu gokil
Kalau di Hantu gesrek kamu bisa tertawa terpingkal-pingkal, maka di karya TAKDIR kamu bakal larut dalam kisah seorang gadis pengidap kanker otak yang sedang berjuang untuk meraih cintanya.
__ADS_1