
Happy reading all😘
.
.
🍃Di kamar hotel.
BUGH ...
"Awwhh ... kasar banget sih!"
"Wkwkwk, sukurin ... kamu tuh berat tau!"
Candy yang baru saja dihempas ke atas ranjang memekik kesal karena sehalus apapun saat terlempar itu pasti sakit. Candy segera berdiri diatas ranjang sambil berkacak pinggang.
"Hm, mau apa, hm!" ucapnya kesal.
"Nantang kamu!" sungut Ezza kesal karena Candy ternyata tak semanis gadis impiannya.
"Apa Bapak bilang!"
"Bapak, Bapak! Sudah saya bilang berapa kali sih, kalau manggil saya itu Mas, atau sayang. Bukannya Bapak!" hardik Ezza kesal.
"Sayang, sayang, nggak mau, suka-suka saya!"
"Berani kamu!"
Sepasang mata saling menatap tajam satu sama lain, memancarkan aura kekesalan dari satu ke yang lainnya.
Candy yang baru saja selesai membaca novel online segera mengingat hal apa yang harus dilakukan ketika pasangan kita marah. Dengan memasang wajah imut dan manis, Candy turun perlahan dari ranjang dan mendekati Ezza.
Ia bahkan lupa kalau kakinya itu sedang lecet. Alhasil saat tergores gaunnya yang bertahta kristal Candy menjerit sejadi-jadinya.
"Aawwhhhh ....!"
"Awh ... awh .... huaaaa ... sakit!" pekik Candy.
Ezza yang gemas akan tingkah istri kecilnya segera menggendongnya kembali ke atas ranjang. Lalu ia menyingkap gaun yang dipakai Candy.
"Makanya kalau disuruh diam, tuh diam, jangan kebanyakan gaya!"
Lain halnya dengan Candy yang sudah berpikir aneh-aneh.
"Eh, Bapak mau ngapain?" tanya Candy ketakutan.
Bayangan suami CEOnya mau melahapnya malam ini membuat detak jantung Candy berdebar tidak karuan. Tapi sorot mata tajam dari Ezza membuat mulut Candy menutup rapat.
"Ma-maaf, Mas mau ngapain?" tanya Candy lembut.
PLETAK ...
__ADS_1
"Awh ... sakit tau! Bisa-bisa jenong nih jidat kalau dijitakin mulu!"
Sentilan yang datang barusan mengingatkan Candy pada kisah di novel yang CEO-nya galak dan sadis. Tapi ternyata hal itu tak terjadi. Ezza mendorong tubuh Candy hingga posisinya terlentang, lalu menyingkap gaun yang sudah dibetulkan posisinya oleh Candy tadi hingga terlihat kaki jenjang milik Candy yang putih dan mulus.
Glek! Ezza menelan salivanya susah payah.
"Gila! Bisa bobol pertahanan gue, kalau dia seperti itu. Ingat Za, dia cuma istri kontrak Lu, jangan berpikir macam-macam."
Sebelum ia mengobati luka Candy, Ezza sempat melepas jasanya terlebih dulu, lalu meletakkan diatas meja. Dari sebuah laci di nakas ia mengambil sebuah kotak.
"Apakah dia akan mengulitiku?"
Binar ketakutan semakin menghiasi wajah cantik milik Candy. Tapi lamunannya buyar ketika Ezza ternyata membawa sebuah obat salep.
Dengan perlahan Ezza mengobati luka lecet di kaki Candy, lalu sesekali meniupnya secara perlahan.
"Masih sakit?" tanya Ezza lembut.
Candy yang semakin terpana akan ketampanan suaminya malah asyik melongo. Ezza yang melirik Candy seolah paham akan tatapan istrinya itu.
"Ehem! Iya saya akui saya ganteng paripurna, tapi dielap dulu tuh ilernya, gue risih!" ucap Ezza sengaja mengerjai Candy.
Sontak kedua tangan Candy mengelap bibirnya.
"Eng, enggak ada Pak, eh, Mas."
"Wkwkwk, kamu tuh lucu!"
"Ternyata nggak semua CEO kayak di novel, trus buat apa coba maraton baca novel CEO ... dih, Kak Luna ngerjain gue apa ya?"
Candy bermonolog pada dirinya. Lalu ia memperhatikan penampilannya saat ini.
"Untung aku pernah memakai gaun sebagus ini, hihihi ...."
Ezza sebenarnya masih mengamati Candy dari celah pintu. Ia pun tertawa kecil melihat Candy bahagia.
"Sebegitu mudahnya bahagia hanya karena hal-hal kecil. Lalu bagaimana jika aku justru mulai mencintaimu nanti, apakah aku rela berpisah darimu, Candy Salsabila."
.
.
Setelah lima belas menit, Ezza sudah keluar dari kamar mandi. Ia hanya memakai jubah mandi dengan rambut yang masih basah. Candy sedikit kecewa karena bayangan melihat roti sobek tak juga terjadi malam itu. Dengan mode wajah jutek dan kesal, Candy menopang dagunya sambil menatap cermin.
Ezza yang melihat hal itu seketika bingung.
"Kenapa lagi tu bocah?"
Ezza mendekati istrinya lalu membalikkan badan Candy dengan tiba-tiba.
"Kenapa cemberut?"
__ADS_1
"Bantuin buka gaunnya, tanganku nggak sampai," ucap Candy sambil menunduk.
Melihat hal itu, tanpa berpikir dua kali, Ezza membalikkan badan Candy. Lalu salah satu tangannya mencoba membuka resleting gaun milik Candy.
Srett ....
Terpampanglah punggung putih, halus dan mulus itu. Glek, sekali lagi tubuh Candy menggoda iman Ezza. Lantas Ezza bergegas pergi meninggalkan Candy ke balkon hotel.
Menyadari Ezza sudah pergi, Candy segera melepaskan gaun itu dan segera berlari ke kamar mandi. Ia sudah tidak tahan lagi untuk buang air kecil.
"Hm, leganya. Sekalian mandi ah ...."
Karena badannya sudah pegal-pegal, Candy mencoba menghidupkan air kran yang berada di sisi bathub dan mengisinya dengan air hangat.
"Untung saja aku udah belajar pakai beginian, kalau enggak bisa mati kutu nanti!"
Tak berapa lama kemudian, Candy segera berendam di dalam sana. Sementara Ezza yang kedinginan karena angin malam, segera menutup pintu ke arah balkon dan kembali ke kamar. Dilihatnya gaun yang dipakai oleh Candy tergeletak begitu saja di lantai.
"Huft, tak taukah ini harganya berapa? Huh, sepertinya aku harus mengajari cara hidup orang kaya," gerutu Ezza sambil merapikan di gaun tersebut lalu menaruhnya di pinggir.
Ezza menoleh ke arah kamar mandi.
"Jangan dibilang ia juga lupa mengambil jubah mandi?"
Sekali lagi Ezza mengerutkan alisnya, lalu mengetuk pintu kamar mandi. Mendengar pintu diketuk, Candy berteriak dari dalam bathup.
"Sebentar Pak! Eh, sebentar Mas."
"Mampus! Aku nggak bawa handuk, lalu dengan apa aku menutupi tubuhku ini?"
Akhirnya cara paling konyol ia gunakan, Candy menutupi aset di bagian tubuhnya dengan menggunakan busa sabun. Lalu ia melangkah menuju pintu kamar mandi.
Ceklek ... pintu kamar mandi terbuka sedikit.
"Ada apa Mas?"
"Nih, jubah mandinya, aku mau langsung tidur."
"Oh, oke, makasih."
Tak berapa lama kemudian, Candy sudah selesai mandi lalu kemudian menyusul Ezza yang sudah terlelap. Dengan mengendap-endap, Candy berjalan menuju ranjangnya.
Dia menaruh beberapa bantal dan guling sebagai pembatas ditengah ranjangnya, lalu bergegas tidur. Tapi yang namanya orang tidur, mana ingat di sampingnya ada guling.
Merasa dan mungkin belum terbiasa tidur sempit. Ezza membuang bantal dan guling yang berada di atas ranjang. Lalu tanpa ia sadari ia malah memeluk erat istrinya itu. Begitu pula dengan Candy, merasa gulingnya lebih hangat dari biasanya, ia semakin mengeratkan pelukannya.
Apakah esok pagi akan terjadi kehebohan di sana? Simak terus kisah flash back Candy dan Ezza di awal pernikahan mereka ya.
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...