
Happy reading all😘
.
.
"Hallo ... Candy apakabar? dih sombong sekarang, uda jarang hubungin kakak lagi," celoteh Luna panjang lebar.
"Maaf kak, papa masuk rumah sakit, hu ...."
"Innalillahi, sejak kapan sayang, maaf kakak gak tau."
"Baru saja aku dapat telepon dari rumah sakit, belum lagi kondisi ibu belum membaik."
"Ya sudah, nanti kakak ijin pada boss kakak biar boleh ambil cuti ya."
"Terimakasih kak."
"Jangan lupa jaga kesehatan ya, gak boleh abai lagi sama calon keponakan aku yang baru."
"Iya kak."
"Ya dah, kakak kerja lagi, Assalamu'alaikum ..."
"Wa'alaikumusalam."
Lalu ia pun mulai menghapus air matanya, sedangkan di sampingnya terlihat Mbak Sari menatap terenyuh majikannya itu.
"Semoga nanti bisa ketemu dokter ganteng itu dan beliau bisa membantu nyonya, Aamiin."
.
.
...⚜⚜⚜...
...Mount Elizabeth Hospital Singapura ...
Tangan Arga mulai bergerak sedikit demi sedikit, kedua bola matanya juga mulai bergerak. Ibu Arga yang selalu memantau putranya melihat kejadian itu lalu ia pun segera menekan tombol nurse call.
Beberapa saat kemudian datanglah beberapa tenaga medis ke dalam ruangan itu dan mulai memeriksa perkembangan pasien.
"Selamat bu, putra Anda sudah melewati masa kritisnya, sebentar lagi akan saya pindahkan ke ruangan perawatan."
"Terimakasih dokter."
Lalu beberapa petugas membantu proses pemindahan pasien ke dalam ruang rawat VIP atas permintaan keluarga Arga.
Beberapa saat kemudian orang suruhannya segera datang mendekati nyonya besar mereka.
TAP ... TAP ... TAP ...
"Permisi nyonya ..."
Ibu Arga segera membalikkan badan dan bersiap untuk menerima laporan anak buahnya.
"Ini berkas dan laporan yang berhasil dikumpulkan oleh anak buah saya."
Dilihatnya lembaran-lembaran itu dengan sangat teliti, hingga ia melihat fakta yang mencengangkan.
"Jadi dia istri siri Ezza? putra seorang Hadi Wijaya berani berpoligami."
__ADS_1
"Sungguh berita yang sangat mencengangkan, ha ha ha ..."
Lalu ia pun melihat lembaran berikutnya.
"Bukankah ini gadis kecil itu?"
Ia pun mulai mengamati wajah gadis yang berada di dalam lembaran berikutnya.
"Si-siapa gadis ini?"
Ia pun menunjukkan foto itu pada anak buahnya.
"Itu Candy Salsabila, istri sah Tuan Ezza yang kini menggantikan posisi CEO di perusahaan H&W Group."
Ibu Arga kemudian seolah mengingat sesuatu.
>>FLASH BACK ON
"Bu, tunggu ini minumannya, ibu minum dulu, biar saya yang mengejar preman tadi."
Lalu setelah menolong ibu itu, Candy kecil segera berlari mengejar preman pasar yang baru saja mencopet Ibu Arga.
Candy kecil memang sangat tomboy, tetapi ia ahli bela diri sehingga untuk melumpuhkan lawannya ia hanya membutuhkan beberapa menit saja.
"Ha ... ha ... ha, gitu aja keok om, makanya kalau cari rezeki yang halal om, biar ga digebukin."
Setelah berhasil mengambil tas tersebut, Candy kecil segera kembali menuju tempat korban pencopetan.
"Ini Bu tasnya, lain kali hati-hati ya Bu, disini banyak preman soalnya," ucapnya sambil tersenyum.
Ibu Arga segera mengechek isi tasnya, beruntung dokumen penting di dalam tasnya masih aman, begitu pula dengan uang cash dan perhiasan di dalam tasnya.
"Terimakasih nak, siapa nama kamu?"
Ibu Arga mengelus pucuk kepalanya lalu mengucapkan terimaksih.
"Makasih banyak ya nak, ini ada uang untuk kamu."
"Gak usah Bu, terimakasih, saya ikhlas kok, maaf saya harus segera pulang, nanti ibu saya cariin, Assalamu'alaikum ..."
"Wa'alaikumsalam, terimakasih nak, semoga suatu hari ibu bisa membalas kebaikanmu."
Benar saja, hari itu sebenarnya ia berniat menjual perhiasannya untuk menutup kerugian yang dialami perusahaan suaminya. Tetapi ia bertemu dengan preman, beruntung dia bertemu Candy kecil. Jika saja ia tidak bertemu Candy bisa-bisa perusahaan suaminya gulung tikar saat itu.
>>FLASH BACK OFF
"Mungkin saat ini, Tuhan sedang menunjukkan jalannya agar aku bisa membalas semua kebaikannya di masa lalu," gumam Ibu Arga.
"Segera buat jadwal untuk bertemu dengan CEO H&W Group, ingat harus dengan Candy Salsabila. Biarkan aku yang akan menyelesaikan semua ini."
"Ba-baik nyonya."
Lalu ia pun segera mengundurkan diri dari tempat itu.
.
.
Kali ini Candy harus kembali sibuk dengan urusan rumah sakit. Beruntung ada dokter Richard yang selalu ada mendampinginya.
Sesaat ketika ia sampai di rumah sakit, ia kembali bertemu dengan dokter Richard.
__ADS_1
"Candy? ada apa lagi?"
"Bu-bukan nyonya dokter, tetapi ayah mertua nyonya di rawat disini," ucap Mbak Sari sebagai jubir.
"Innalillahi, kalau begitu dimana ia sekarang?"
"Masih di ruang operasi," jawab Candy sendu.
"Ya sudah, kamu tunggu disini, biar aku yang mengurus semuanya."
"Suster, persiapkan sebuah ruang perawatan untuk Nyonya Candy Salsabila," ucapnya pada salah seorang petugas di bagain reservasi.
Ia begitu kasihan melihat penderitaan yang dialami Candy, belum lagi kondisinya sedang hamil. Ia pun dalam masa recovery sehingga tak ada pilihan lain kecuali membuat Candy di rawat di rumah sakit.
Meski anak yang dikandung bukan anaknya tetapi Richard menyukai ibunya.
"Astaghfirullah Richard sadar, ia istri orang..." ucapnya dalam hati.
Sedangkan salah seorang suster yang sudah menyadari gelagat aneh pada atasannya hanya bisa geleng-geleng.
"Dok, semoga kamu segera sadar ya dok, meski ibu itu cantik tapi milik orang,hhhh."
Tak mau tenggelam dalam pemikirannya ia pun segera menuju ruang operasi untuk melihat keadaan mertua Candy.
Richard memang mengenal Candy sejak ia dicampakan oleh Ezza. Sebenarnya ada cinta untuk ibu muda itu. Tetapi Richard tau batasannya. Ia pun mengesampingkan perasaannya dan mencoba tulus membantu Candy.
.
.
Sementara itu di rumah Delima.
Kini ia sedang menggoreng telur ceplok untuk lauk makannya. Ia tidak bisa bergaya hidup mewah lagi saat ini karena uangnya pas-pasan. Belum lagi ia tidak bisa mengambil uang dari kartu-kartu yang diberikan mantan suaminya. Karena mertuanya telah menutup aksesnya.
"Dasar mertua si-alan, bisa-bisanya membuat gue menderita."
"Mana si nenek lampir itu sakit pula, huaaa... trus gue minta uang siapa lagi?"
Ia pun meringis meratapi nasibnya. Niat hati ingin merengkuh berlian tetapi malah ta* ayam yang di dapatnya.
Karena kesal ia pun menendang angin di bawah meja makannya, lalu dengan lahap ia menyantap nasi dengan lauk telur ceplok plus kecap di depannya itu.
"Awas aja kalau Arga sembuh, akan aku buat dia kembali dalam pelukan ku, pokoknya aku harus segera pergi ke Mbah Parto."
(Mbah Parto adalah seorang dukun yang sering didatangi Delima saat ingin menggaet mangsa barunya. Dukun itu pula yang memasang susuk di tubuhnya agar banyak lelaki yang bertekuk lutut dihadapannya.)
.
.
Sedangkan minggu depan kasus persidangan Ezza yang kedua akan segera digelar. Di saat itu pula nanti hukuman akan ditentukan untuknya.
Tak ada yang bisa ia lakukan kecuali menyesali semua perbuatan yang telah ia lakukan pada istri kecilnya.
.
.
...🌹Bersambung🌹...
.
__ADS_1
.
...Jangan lupa tekan ❤ ya kak, biar saat update tidak ketinggalan, dan like n komennya, terimakasih banyak🙏🙏...