Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
EZZA TERPURUK


__ADS_3

Happy reading all๐Ÿ˜˜


.


.


"Bagaimana ini bisa terjadi, kenapa harga saham kita semakin anjlok," ucap Tuan Hadi dengan geram.


"Ma-maaf Tuan, mungkin karena berita penangkapan Tuan Muda sudah tersebar begitu cepat sehingga membuat hal ini terjadi."


"Hmm, cepat lakukan cara seperti biasa. Berita tentang hal ini harus segera terhapus dari media manapun!"


"Ba-baik Tuan."


Kepanikan semakin terjadi di perusahaan H&W Group, terlebih baru saja mereka harus menanggung beban biaya operasional proyek yang gagal kemarin.


Kekacauan yang dibuat Ezza beberapa hari lalu membuat harga saham di perusahaanya turun drastis. Bagaimana tidak, hampir sebagian media menayangkan penangkapan Ezza.


Belum lagi embel-embel di belakangnya yang menyatakan kalau ia adalah salah satu penerus perusahaan H&W Grup.


Mau tidak mau sebagian pemegang saham mulai mencari aman untuk nama mereka masing-masing dan menarik sahamnya dari perusahaan Tuan Hadi.


"Permisi Tuan, wakil Tuan Yamada baru saja juga menarik sahamnya dari perusahaan kita."


"Apa ..."


"Biar aku menelpon langsung Tuan Yamada, hal ini harus segera dihentikan sebelum semakin bertambah parah."


.


.


...โšœโšœโšœ...


...POLRESTABES...


Sebuah gedung yang tak pernah ia bayangkan untuk ia masuk ke dalamnya membuat Candy bergidik ngeri. Tulisan disetiap ruangannya semakin membuat Candy berat untuk melangkahkan kakinya menuju ruangan penyidik. Tetapi demi suaminya, ia pun menepis semua keraguannya itu.


Ceklek ...


Pintu ruangan penyidik sudah terbuka. Di hadapannya kini terlihat seorang petugas dengan pakaian kemeja putih formal sedang memandangnya dengan sorotan mata yang tajam. Di depannya sudah ada layar monitor dan beberapa tumpukan berkas.


"Selamat pagi Pak."


"Pagi, dengan Nyonya Candy Salsabila?"


"Be-benar Pak, saya sendiri."


"Oke, silahkan duduk."


"Terimakasih."


"Oke, untuk mempersingkat waktu, langsung pada beberapa pertanyaan inti saja ya?"


"Iya Pak, silahkan."


Meski gugup tetapi beberapa pertanyaan berhasil Candy lewati dengan baik. Beberapa pertanyaan dengan cepat penyidik lalukan guna mengorek semua informasi Ezza dari Candy.


Semua hal yang ia diberikan Candy kini sudah beralih dan masuk berkas suatu Berita Acara Pemeriksaan atau lebih sering disebut BAP.


"Baiklah, kesaksian Anda saya rasa sudah lebih dari cukup, lalu apa Anda mau bertemu dengan tersangka?"


Candy mencoba memandang penyidik di depannya ini, dan ia pun mengangguk.


"Boleh Pak, jika diperkenankan."


"Baik, silahkan Anda tunggu sebentar, biar tersangka saya panggilkan kesini."


Lalu sesudahnya, dari arah pintu luar terlihat Ezza digelandang oleh beberapa polisi dengan tangan terikat borgol dan beberapa luka lebam di wajahnya.


"Ma-mas ..."panggil Candy dengan lirih.


Ezza yang awalnya menunduk kini mulai mencari sumber suara tersebut. Ia pun berdiri dari tempat duduknya lalu menunggu sampai istrinya dibawa ke hadapannya.


"Baiklah Nyonya Candy, silahkan temui suami Anda, saya beri waktu lima belas menit, lalu setelahnya kalian tandatangani berkas BAP dari saya."


"Baik Pak, terimakasih."


Lalu semua polisi dan penyidik keluar dari ruangan itu dan meninggalkan mereka berdua. Tanpa aba-aba Candy segera berhambur pada suaminya.

__ADS_1


Ezza terlihat sangat kacau saat itu.


"Mas, kenapa semua ini bisa terjadi?"


"Ma-maaf," hanya kata itu yang mampu keluar dari bibir Ezza.


Kini wajahnya tak se-angkuh dulu, sorot matanya yang biasa terlihat berwibawa, kini sudah hilang entah kemana. Wajah yang biasanya terawat dan bersih kini sudah berganti dengan beberapa luka lebam di wajahnya.


Candy memegang wajah suaminya yang tampak acak-acakan itu.


"Awwwhhh ... sakit sayang," rintihnya ketika Candy tak sengaja menyenggol bekas lukanya.


Bukannya takut, Candy malah semakin menekan-nekan bagian yang sakit sehingga pelototan tajam terarah padanya. Sebuah tawa tak sengaja keluar dari bibir Candy ketika mengerjai suaminya itu.


"Kamu sengaja ya sayang?" ucap Ezza kesal.


"Ha, ha, ha, iya aku sengaja, kapan lagi coba godain kamu," ucapnya tanpa dosa.


"Owh, gitu ya, awas saja besok kalau aku sudah keluar dari sini."


"Iya aku menunggu saat itu, mas," ucap Candy dengan sudut mata yang sudah berembun.


Suasana yang tadinya sengaja dibuat hangat oleh Candy kini sudah berubah menjadi sendu.


"Maafkan aku sayang..."


Ahirnya tanpa permisi, buliran-buliran air matanya sudah berjatuhan di kedua pipinya yang mulus Candy, kini Ezza pun menjadi salah tingkah karenanya. Ingin hati mengusap wajahnya tetapi kedua tangannya terikat dalam borgol.


"Aku memaafkanmu mas, mas yang kuat ya, aku akan segera mengupayakan agar mas bisa segera keluar dari sini."


"Iya sayang, tapi jangan sampai acuh pada kesehatanmu dan calon bayi kita ya," pinta Ezza dengan sendu.


"I-iya mas, aku janji."


.


.


Lima belas menit berlalu dengan cepatnya. Beberapa polisi yang tadi membawa Ezza sudah masuk ruangan bersama penyidik. Lalu penyidik mulai memberikan beberapa berkas untuk ditandatangani Ezza dan Candy.


"Sebenarnya kalian masih muda loh, sayangnya salah satunya harus terjerat kasus hukum," ucap penyidik saat mereka masih menandatangai berkas itu.


.


.


Semua rangkaian pemberian saksi sudah selesai, mau tak mau Candy harus meninggalkan suaminya di dalam sel tahanan POLRESTABES.


"Sudah nyonya?" tanya Pak Sobri ketika melihat nyonya mudanya keluar dari polres.


"Sudah Pak, kita pulang sekarang."


"Iya nyonya."


Lalu mobil yang mereka kendarai segera meninggalkan lokasi itu dan kembali menuju mansion utama.


.


.


...โšœโšœโšœ...


...RUMAH SAKIT...


"Kenapa suasana sepi sekali?" batin Nyonya Hadi.


Ia menatap seluruh ruanganya dengan sebagian tubuhnya yang terasa mati. Belum lagi ia susah sekali menggerakan tangan dan kakinya.


"Dimana ini?"


Ceklek ...


Pintu ruang rawatnya terbuka. Tampilah seorang suster disana.


"Selamat siang Bu," sapanya ramah.


Maksud hati ingin menjawab sapaan suster tetapi nyatanya bibirnya terasa kelu dan susah digerakkan.


"Saya periksa keadaan ibu dulu ya?"

__ADS_1


Ia pun mengangguk.


"Ibu, setelah kondisi ibu agak membaik, maka akan dilakukan pengobatan teraphy lanjutan."


"Teraphy lanjutan?" tanyanya dalam hati.


"Memang aku sakit apa?"


Ceklek..


"Selamat siang suster?" sapa Candy ramah.


"Siang Bu, syukurlah Anda sudah datang."


"Iya, bagaimana kondisi ibu saya sus?"


"Karena penyakit strokenya sudah menguasai hampir sebagian tubuh pasien, maka setelah kondisinya sedikit membaik, maka harus dilakukan teraphy lanjutan."


"Lakukan semua yang terbaik untuk ibu saya ya sus."


"Iya Bu, karena tugas saya sudah selesai, saya permisi dahulu."


"Terimakasih sus."


"Sama-sama."


Lalu suster itu segera keluar dari ruang rawat. Kini tinggallah Candy beserta ibu mertuanya.


"Ja-jadi aku kena stroke," batin Nyonya Hadi.


"Ta-tapi kenapa harus aku."


Nyonya Hadi pun bermonolog dan semakin tenggelam dalam lamunannya. Sampai sapaan Candy pun ia abaikan.


.


.


Sementara itu di perusahaan H&W Group...


"Baik, lebih baik memang kita bertemu."


"Kalau begitu biar nanti sekertaris saya yang menjadwal ulang pertemuan kita, terima kasih Tuan Yamada."


Begitulah obrolan Tuan Hadi dengan Tuan Yamada. Mau tidak mau besok ia harus segera terbang ke Jepang untuk menyempatkan perusahaannya.


"Anitaaa ..." panggilnya pada sekretarisnya.


"Iya Pak."


"Segera atur jadwal pertemuan saya dengan Tuan Yamada, dan segera pesankan tiket penerbangan ke Jepang sesudahnya."


"Reservasi untuk berapa orang Pak?"


"Dua orang."


"Baik, akan saya laksanakan."


"Huft, bagaimana ini, apa Candy bisa menghandle perusahaan selama aku pergi?"


Tuan Hadi mulai menyandarkan punggungnya di sebuah kursi kebesarannya. Jari-jarinya sesekali memijit keningnya yang berdenyut. Pikirannya kali ini benar-benar terpecah.


"Semoga Candy mau membantuku setelah ini," ucapnya dalam hati.


.


.


...๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน...


.


.


...Semoga suka dengan part ini ya, maaf jika keterangan atau penggambaran situasi di sel-nya beberapa part aku potong, takut kena sensus soalnya, terimakasih banyak sudah setia membaca coretan Fany๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™...


.


.

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen, share n favorit ya, makasih banyak bila ada yang kasih bunga atau kopi๐Ÿ™๐Ÿ˜˜...


__ADS_2