
Happy reading all ๐
BUDAYAKAN MEMBERI LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA YA, TERIMAKASIH
.
.
...โโโ...
...RUMAH KI PARTO...
Gubuk milik Delima
Delima yang setiap hari selalu diberi makanan dan minuman oleh Ki Parto, ahirnya semakin terjerat akan ilmu hitam milik guru spiritualnya itu. Ia bahkan tidak pernah sadar jika yang berhubungan badan dengannya itu adalah gurunya sendiri.
Hanya dengan iming-iming kaya dan segala keinginannya untuk membalas dendam dengan keluarga Ezza bisa terwujud, apapun ia lakukan. Hatinya benar-benar sudah mati.
"Semakin hari, bayi itu akan tumbuh dan semakin berkembang di dalam rahim-mu. Selama itu kau harus ikut bersamaku dan membesarkan-nya."
"Ha ha ha ..."
Ki Parto benar-benar bisa memanfaatkan kesusahan seseorang demi kepuasan batinnya.
.
.
Delima benar-benar mendapatkan balasan dari apa yang telah ia perbuat. Mungkin dulu ia sangat bahagia ketika melihat Candy menangis darah ketika diusir dari Keluarga besar Hadi Wijaya. Tetapi kini ia sendiri yang baru menuai apa yang sudah ia tanam.
Candy memang belum bahagia, bahkan ia masih berjuang. Tetapi cara yang ia gunakan tak pernah memakai cara kotor.
Candy bahkan semakin mendekatkan dirinya pada Allah ketika berbagai ujian berat menimpa hidupnya. Ia tak pernah membagi luka ataupun penderitaannya pada siapapun. Hanya kepada Allah ia menangis dalam setiap sujudnya.
Ia selalu percaya, bahwa Allah akan membolak-balikkan hati seseorang. Jika saat ini ia masih dibenci orang lain, mungkin saja kebaikannya belum ada nilainya dimata sang Pencipta.
.
.
...โโโ...
...Kediaman Hadi Wijaya...
"Bagaimana keadaanmu sekarang nak?"
"Alhamdulillah sudah mendingan pa."
"Mulai minggu depan, kata dokter papa sudah boleh ngantor, jadi kamu gak usah sering-sering ke kantor lagi."
__ADS_1
"Iya pa."
"Oh ya, kata bibi tadi ada telepon dari suamimu?"
"Iya pa, mas Ezza alerginya kambuh ..."
"Hah, Daddy sakit?" batin Daffin dari balik pintu.
Ia pun tetap bersembunyi di tempat itu sampai aman. Karena bagaimana pun ia memang merindukan kehadiran ayahnya itu.
"Iya, katanya mas Ezza batuk, lalu ia pergi ke klinik terdekat, tapi sayangnya mas lupa kalau ia punya alergi. Jadi sepulang dari sana, ia langsung makan dan minum obat dari sana."
"Trus ..."
"Paginya tangan dan kakinya bentol-bentol pa."
"Beruntung dokter Bram mau menyusul mas kesana."
"Alhamdulillah kalau begitu."
Mbak Sari yang mau mengantar makanan buat Candy melihat Daffin di depan pintu kamarnya.
"Loh, aden kenapa disini?"
"Ha-ah, anu ... itu aku mau ketemu mama."
"Hayoo, aden nguping ya?"
"Loh sayang ngapain di depan pintu, kan pintu kamar mama terbuka kok ga masuk aja."
"Hm, adek takut ganggu mama, kan masih ada kakek."
Lalu Tuan Hadi tersenyum pada cucunya tersebut. Ia pun menggendong cucunya.
"Lain kali, kalau ada kakek atau siapapun, lebih baik kamu ketuk pintu, biar enggak dikira menguping sayang."
"Iya kakek, maafin Daffin ya."
"Iya, ya sudah, kakek mau ke depan dulu, mau ikut kakek atau sama mama?"
"Sama Moms aja, kek."
"Oke."
Lalu Tuan Hadi segera menurunkan cucunya dari gendongannya. Daffin pun berhambur memeluk ibunya dengan tersenyum.
"Hallo dedek, sedang apa?"
Candy pun mengelus pucuk kepala putranya itu dan segera mengajak untuk masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Gimana kabar sekolahnya hari ini?"
"Alhamdulilah lancar Moms, cuma ada sedikit masalah aja sih."
"Masalah apa?"
"Kata Bu Guru ahir tahun nanti setelah ulangan semester di sekolah akan dilakukan study tour tapi kedua orangtuanya harus ikut."
Daffin pun menundukkan kepalanya, wajahnya terlihat sendu. Candy pun mengetahui apa yang menjadi beban pikiran putranya itu.
"Hmm, kalau berangkatnya sama Daddy aja apa gak boleh?"
Wajah Daffin menengadah, ia mulai melihat kejujuran dari mata ibunya.
"Moms, serius? memang Daddy sudah kembali saat itu?"
"InsyaAllah sudah sayang."
"Tapi Mommy kan gak bisa ikut?"
"Maaf, Mommy gak bisa ikut sayang, kan udah mendekati waktu kelahiran dedek."
"Hmm, iya juga ya, berarti bentar lagi dedek lahir ya Moms?"
"Iya..."
"Asyik..."
"Oh iya, memang Daddy sakit ya Moms?"
"Iya sayang... tapi berhubung Om Bram udah nyusul ayah kesana, ayah jadi cepat sembuh."
"Alhamdulillah kalau begitu, semoga Daddy segera bisa berkumpul dengan kita lagi ... Aamiin."
"Aamiin."
"Maafin mama ya sayang karena harus menyembunyikan kebohongan ini dari kamu."
"Seandainya saja waktu bisa mama putar kembali, pasti semua ini tidak akan terjadi."
.
.
Candy bukanlah wanita sempurna, bahkan ada saatnya hatinya tidak terima akan semua ujian yang silih berganti datang padanya. Tetapi ia selalu ingat bahwa ia hanyalah manusia yang hanya bisa bertawakal dan ikhlas terhadap semua takdirnya.
.
.
__ADS_1
...๐นBersambung ๐น...