Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
ALHAMDULILLAH


__ADS_3

Happy reading all😘


.


.


"Aarghhhh, dasar Kyai si-alan, beraninya kau menggetarkku, aku pastikan jika kita bertemu lagi, pasti aku akan menghabisimu!" ancam jin kafir itu dengan suara khas yang parau.


Sedari tadi, kakinya terus menghentak-hentak tidak jelas di atas lantai. Sedangkan kepalanya sudah penuh asap dan api yang bersiap membakarnya juga.


Tentu saja karena tubuhnya terlalu panas akibat lantunan ayat suci Al Qu'ran dari Pak Kyai. Ia sama sekali tidak bisa menahan hawa panas darinya. Apalagi bukan hanya satu orang yang membacakan doa-doa untuk kesembuhan Arga melainkan sekitar sepuluh orang murid di pondok Pak Kyai.


Sementara itu Delima pun ikut berteriak di dalam gubuknya. Ia juga menjerit-jerit tidak karuan. Sedangkan Ki Parto tak bisa menyelamatkannya karena semua jin yang pernah ia gunakan untuk menyerang dan berdiam diri di tubuh Arga kini berbalik dan menyerang Ki Parto dan Delima.


Perut Delima yang sebelumnya tak pernah bergerak dan terlihat "anteng" kini terlihat ikut memberontak dan bergerak tidak karuan. Bayi di dalam kandungannya itu pun ikut memberontak ingin keluar dari dalam tubuh Delima karena ia juga tidak kuat terkena lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an yang dibacakan oleh Kyai Sholeh dan para muridnya.

__ADS_1


Karena bukan bayi biasa, ia pun tak perlu lahir dalam keadaan normal. Bayi di dalam perut Delima ingin menyelamatkan dirinya sendiri. Ia sedang mencari jalan keluar saat ini.


Kini Delima mengalami kontraksi yang luar biasa hebat. Sayangnya gubuk yang digunakan Ki Parto sudah terlebih dahulu terbakar. Tidak tau lagi bagaimana keadaan Ki Parto yang masih berada di dalamnya.


Gubuk itu terbakar sejak jin kafir itu berhasil dikeluarkan dari tubuh Arga dan kembali pada orang dan dukun yang mengirimnya. Bola api itu menghantam atap gubuk milik Ki Parto dan seketika mengurung orang di dalamnya dengan kobaran api yang besar.


Delima kini menjerit, ketika bayinya mulai merobek lapisan perut Delima dari dalam rahim. Dengan kekuatan yang tersisa ia ingin keluar dari dalam sana. Sayangnya, Kyai Soleh yang merasakan ada hal yang tidak beres masih berbaik hati pada Delima. Hingga ia pun tak tega melihat Delima mati dengan cara mengenaskan.


Meskipun sikapnya tidak manusiawi tetapi Delima juga masih berhak hidup, ia tidak mau menghukum wanita yang salah jalan. Kyai Sholeh memberikan kesempatan agar setelah ini Delima bisa bertaubat.


"Alhamdulillah, akhirnya putra kita masih bisa tertolong ya, Mas."


Tuan Taruna mengangguk. Ia sadar betul teluh yang dikirim pada putranya itu bukan sembarang teluh. Oleh karena itu ia pun membawa Arga ke tempat ini.


"Setelah ini, kita tidak boleh kecolongan lagi, Dek. Arga setelah ini mungkin akan kosong pikirannya. Jadi sebaiknya kita membiarkan dirinya tinggal di sini sampai kondisinya benar-benar pulih."

__ADS_1


Nyonya Taruna kini setuju dengan semua perkataan suaminya. Tuan Taruna memang tak pernah kelihatan memperhatikan putra semata wayangnya. Hanya saja ia terlihat begitu sibuk dengan pekerjaannya. Hal itu lah yang membuat Arga bertindak sesuka hatinya.


Arga hanya ingin mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari ayah dan ibunya sama seperti di saat ia kecil. Bukan seperti saat ini yang menjadi anak kekurangan kasih sayang.


Arga tak pernah menuntut banyak harta. Tetapi dalam pemikiran ayahnya, ia sangat menginginkan jika Arga dan ibunya bisa hidup lebih layak. Tuan Taruna dan istrinya pernah terjebak seorang rekan bisnis. Pada saat itu ia mengalami kerugian yang luar biasa, hingga membuat perusahaan miliknya kolaps dan hampir gulung tikar


Beruntung saat itu ada Candy yang berhasil menyelamatkan Nyonya Taruna saat mau menggadaikan seluruh perhiasan miliknya. Sejak saat itu mereka memiliki hutang budi pada Candy.


Saat Nyonya dan Tuan Taruna tau kalau Keluarga Candy dijebak oleh putranya sendiri, mereka menjadi kecewa akan tingkah Arga. Tapi mereka yakin, ini bukan sepenuhnya keinginan Arga, pasti ada seseorang yang mengendalikan jiwanya, buktinya ia bahkan nekad mencari keberadaan Delima.


Tetapi saat ini mereka harus kembali bersyukur karena Tuhan masih berbuat baik pada mereka. Saat mereka diberitahu teluh apa yang digunakan pada Arga, Nyonya Taruna hampir mengamuk. Ia begitu benci pada Delima yang tega merusak putranya. Bahkan tubuh Arga digunakan seperti boneka.


Beruntung suaminya mencegahnya dan berhasil menenangkan Nyonya Taruna. Kyai Sholeh juga mengingatkan agar mereka memaafkan dan ikhlas terhadap takdir mereka saat ini.


Memelihara dendam bukan sebuah solusi yang tepat saat kita diperlakukan buruk oleh orang lain. Karena memelihara dendam seperti menyimpan penyakit hati untuk diri kita sendiri, yang lama kelamaan akan menggerus amalan-amalan baik yang kita lakukan. Jadi ikhlas dan selalu memaafkan kesalahan orang lain, agar hidup kita lebih tenang pada akhirnya.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2