Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
PERSIAPAN


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Nyonya Hadi begitu malu dengan semua perbuatan yang telah di lakukan pada menantunya. Hatinya terlalu iri dengki, hingga kebaikan hati Candy tak pernah ia anggap.


Bahkan ia dengan segala niat jahatnya selalu memilih cara agar menantunya itu tak betah dan tersiksa. Beberapa hari yang lalu saat ia melihat kenyataan bahwa menantu kesayangannya telah bersekutu dengan jin, ia pun begitu malu.


Apalagi sebuah kenyataan yang membuktikan bahwa ia juga yang dengan sengaja menjebloskan Ezza ke dalam penjara membuat dirinya kecewa. Rasa malu dan tidak enak hati selalu membayangi hari-hari Nyonya Hadi.


Hari ini ketika seluruh anggota keluarga sedang menyambut kedatangan Ezza, ia malah dilarikan ke Rumah Sakit karena tekanan darahnya tiba-tiba menurun drastis. Tak ada yang menemani beliau kecuali suster yang kurang lebih empat bulan ini selalu menemaninya.


Siapapun yang melihat kondisi Nyonya Hadi akan merasa iba. Tubuh yang dulunya sintal, terawat dan terlihat masih cantik di usia senjanya itu kini berubah menjadi kurus kering. Keriput yang biasa ia hilangkan dengan laser di klinik kecantikan kini malah terlihat sangat jelas di wajahnya.


Kulitnya memang putih dan terlihat semakin pucat. Kedua bola matanya terlihat sayu. Banyak alat-alat kesehatan yang terpasang ditubuhnya saat ini.

__ADS_1


Nyonya Hadi terlalu tenggelam dalam pikirannya sendiri. Hampir setiap hari ia selalu menyalahkan dirinya sendiri. Merutuki setiap tindakan bodohnya dan tindakan gila karena selalu menyakiti Candy.


Padahal jauh sebelum Nyonya Hadi sakit, ia sudah memaafkan ibu mertuanya itu. Ia tak mau menyimpan kebencian terlalu lama, karena menyimpan benci sama saja menyimpan penyakit hati. Yang suatu pada akhirnya akan mengikis kebaikan hati yang pernah kita lakukan.


Hari ini adalah hari dimana ia dan seluruh Keluarga Hadi Wijaya harus pergi ke Rutan untuk menjemput Ezza. Senyum dan rasa bahagia terlihat jelas di wajah Candy. Sedari pagi ia sudah menginstruksikan pada para pelayan di mansion untuk memasak makanan kesukaan suaminya. Sebenarnya ia ingin memasak sendiri tetapi sayang, kondisinya tak boleh kecapekan.


Ayah mertuanya yang tak lain Tuan Hadi begitu posesif terhadap Candy. Ia tak mengijinkan Candy mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Beliau tak mau melihat menantu kesayangannya itu sampai terluka atau kelelahan. Ia mau Candy hanya fokus pada Baby Kayla dan Daffin.


Apalagi Daffin akhir-akhir terlihat sangat cemburu pada adiknya itu. Meski Candy sudah berusaha sebaik-baiknya, tetapi nyatanya putranya masih saja merasa cemburu.


Meski hanya berupa kebaikan kecil tetapi efeknya akan menjadi luar biasa. Karena pikiran Candy terbagi, ia sampai tak menyadari kecemburuan yang dialami putranya, Daffin.


"Ma, Daffin berangkat sekolah dulu ya, Assalamu'alaikum," pamitnya tanpa mencium tangan Candy.

__ADS_1


"Nak, sebentar, mama ambilkan bekal untukmu, oke."


Daffin yang tadinya mau berlalu kini menahan langkahnya. Lalu beberapa saat kemudian ia pun memberikan bekal untuk Daffin.


"Ini Mama buatin menu bekal kesukaan Daffin, nanti dimakan ya, Sayang." Ucap Candy lembut sambil mengusap kepala putranya itu.


Saat ia hendak mencium kening Daffin, ternyata dia sudah lebih dulu berlalu.


"Ada apa denganmu, Sayang."


Candy melihat kepergian putranya dengan perasaan tidak tenang. Lalu tepukan halus dari Tuan Hadi menyadarkannya.


"Jangan terlalu dipikirkan, sebaiknya kita bersiap lebih dulu untuk segera pergi."

__ADS_1


Candy menoleh, "Iya, Pa."


Lalu setelah memastikan Daffin berangkat, Candy berbalik masuk ke dalam rumah untuk segera bersiap untuk pergi. Hari ini ia dan Tuan Hadi akan menjemput Ezza secara langsung. Baby Kayla tidak mereka ajak karena lebih aman jika ia ditinggal di rumah ketimbang diajak ke sana. Lagi pula stok ASI sudah lebih dari cukup.


__ADS_2