Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
HUKUMAN UNTUK DELIMA


__ADS_3

Happy reading all😘


.


.


 


"Nyonya ada telepon dari kantor polisi," ucap salah satu pembantunya.


"Sebentar ya Bu, aku angkat telepon dulu," pamit Candy pada ibu mertuanya.


Candy pun melangkah mendekati telepon rumahnya.


"Hallo, bisa bicara dengan Nyonya Candy Salsabila."


"Hallo, iya ini saya sendiri, ada apa ya Pak?"


"Kasus untuk suami Anda minggu depan akan disidangkan, jadi dua hari lagi suami Anda akan dipindahkan ke RUTAN, bisakah Anda besok pagi datang ke POLRESTABES?"


"Ba-baik Pak, besok pagi saya akan datang kesana, terimakasih Pak."


Lalu sambungan telepon keduanya terputus.


Nyonya Hadi hanya bisa memandangi menantunya dari atas kursi rodanya. Sebenarnya ia ingin tau apa yang mereka bicarakan, tetapi dari sorot wajahnya ia bisa menebak kalau ada sesuatu yang tidak beres disana.


Candy yang melihat ibu mertuanya memandangnya ia pun segera menghampirinya. Candy berlutut untuk menyamakan tingginya dengan mertuanya itu.


"Bu, dua hari lagi Mas Ezza akan dipindahkan ke RUTAN, dan minggu depan persidangan Mas Ezza akan segera dilakukan, semoga semuanya berjalan lancar ya Bu," ucap Candy sambil memegangi kedua tangan ibu mertuanya itu.


Mata Nyonya Hadi tampak berembun, bibirnya bergetar, tetapi tidak ada suara yang bisa keluar dari sana. Sunyi dan sunyi ... hanya detak sang penunggu waktu yang mengiringi suasana haru pagi itu.


Penyakit stroke membuatnya tidak bisa sesombong dahulu, kini semuanya bahkan dibantu oleh seorang suster yang sengaja disewa oleh Candy.


"Ya Tuhan, inikah balasan untuk apa yang aku lakukan pada menantuku ini," jerit Nyonya Hadi dalam hati.


Buliran air mata mulai membasahi kedua pipinya itu. Wajah yang semula sombong dan angkuh kini terlihat sedikit tidak terawat. Keriput pun mulai tampak disana sini. Bahkan orang yang selama ini ia sakiti justru ialah yang merawatnya.


.


.


Sedangkan pikiran Candy sudah memecah, di satu sisi ada perusahaan yang menunggunya, di sisi lain suaminya akan menjalani sidang pertamanya. Belum lagi kondisi ibu mertuanya yang harus rutin terapi untuk penyakitnya.


"Ya Allah, kuatkan hamba dalam menjalani ujian ini, Aamiin."


Satu hari kemudian ...


"Pagi Pak," sapa Candy pada polisi yang sedang berjaga.


Pagi itu ia pun sudah berada di kantor kepolisan guna memenuhi panggilan penyidik. Tak lupa ia membawa uang dan beberapa makanan serta baju untuk persiapan sidang minggu depan.


Polisi membawanya ke sebuah ruangan, disana sudah ada suaminya yang menunggu Candy.


"Silahkan, ingat waktu kalian hanya tiga puluh menit," ucap salah satu polisi penjaga.


Candy mengangguk.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum mas," ucap Candy sambil menjabat tangan suaminya dan mencium punggung tangannya.


Bagaimanapun kondisi suaminya, Candy tetap menunjukkan rasa hormatnya.


"Wa'alaikumsalam dek, gimana kabar kamu dan bayi kita?"


"Alhamdulillah baik mas."


"Sudah bawa uang sama pakaiannya?" tanyanya dengan suara setengah berbisik.


"Sudah mas, ini," ucap Candy sambil menyerahkan beberapa lembar uang merah.


"Bagus, maaf ya bila merepotkan."


"Gak apa-apa mas, sebenarnya buat apa sih?" ucap Candy sambil ikut-ikutan berbisik.


"Buat bayar sewa sel sama bayar saat kita ngobrol kaya gini."


"Ha-ah!" ucap Candy tak percaya.


"Syuttt ... jangan keras-keras, nanti polisinya dengar."


Candy pun mengangguk, lalu karena penasaran ia pun bertanya hal lainnya.


"Memang harus bayar ya mas, kirain gratis?"


Ke-kepoan Candy mulai menjadi, tetapi hal itu membuat Ezza bahagia, karena ia merindukan moment-moment seperti ini. Meski sudah lama berumah tangga, nyatanya sifat kekanakan Candy masih ada. Tetapi hal itulah yang membuat Ezza semakin mencintainya.


Ezza memegang kedua tangan istrinya sambil mengecupnya mesra.


"Selama mas tinggal disini, tiap minggunya harus bayar sewa sel sayang, sama bayar petugas biar ga disiksa."


"Oo ...."


"Trus gimana caranya aku jenguk mas nanti saat di RUTAN?"


"Besok akan dikasih tau caranya sama pak penyidik, kamu gak usah persiapkan pengacara, biar semuanya bisa cepat selesai, begitu kata pak jaksa."


"Oo ..." ucap Candy dengan mulut sedikit monyong ke depan dan hal itu sukses membuat Ezza gemas.


"Kamu sengaja mancing mas ya, monyongin mulut melulu dari tadi," ucap Ezza sengaja mengerjai istrinya itu.


"Dih, Mas Ezza, tetep aja mesum... nyebelin," ucap Candy sewot.


"Wkwkwk, habisnya mas kangen ..."


Perkataan ringan suaminya barusan membuat hati Candy berdesir, ia tak menyangka jika kisah cintanya akan menjadi seperti ini. Tetapi apapun yang terjadi ia akan tetap mencintai suaminya.


.


.


Seminggu kemudian ...


Hari ini sidang pertama Ezza akan digelar. Kini ia sudah memakai kemeja putih dengan setelan celana hitam panjang, lengkap dengan sepatu hitamnya. Tetapi kepalanya sudah digunduli dan kini hanya ditutupi dengan sebuah peci.


Bukan duduk di kursi kebesarannya melainkan kini ia duduk di kursi pesakitan dan berada di depan beberapa jaksa, penuntut umum, dan juga saksi.

__ADS_1


Persidangan kali ini digelar tertutup dan tidak ada media yang bisa meliputnya. Hal ini guna mempercepat proses hukum yang dijalani Ezza.


.


.


Sementara itu ...


Di perusahaan H&W Group, sebuah rapat sedang di gelar. Pagi ini dengan didampingi sekretarisnya ia mempresentasikan proyek yang akan dikerjakan selama satu bulan penuh.


"Selamat pagi semuanya."


"Pagi Bu."


"Oke, terimakasih sebelumnya karena semua sudah meluangkan waktunya untuk bisa menghadiri rapat kali ini, sebelumnya saya beri waktu sepuluh menit untuk membaca berkas yang ada di depan kalian.


Lalu semua hadirin segera membuka berkas tersebut dan membacanya dengan teliti.


Semuanya tampak puas dengan gebrakan yang dilakukan oleh CEO mereka yang baru.


Mereka pun menyimak semua yang dipersentasikan oleh Candy dan mulai melakukan semua tugasnya dengan baik.


.


.


Penerbangan Delima dan Arga berjalan lancar hari ini. Seminggu sudah mereka menghabiskan waktunya di luar negeri. Karena ingin melihat langsung persidangan Ezza, mereka kembali ke Indonesia.


"Hmm, leganya bisa menghirup udara yang sejuk lagi di sini," ucap Delima bahagia.


"Bagaimana, langsung ke lokasi atau pulang ke hotel dulu?"


"Kita lihat dari hotel saja ya sayang, kan pengacara kamu udah disana?"


"Oke, baiklah kalau begitu."


"Pak sopir langsung menuju hotel saja ya."


"Baik Tuan."


Awalnya perjalanan mereka lancar tanpa hambatan. Tetapi saat mobil mereka melaju di sebuah jalan tol, kecelakaan terjadi.


Rem mobil yang mereka kendarai blong. Jadi ketika sang sopir mau mengerem karena ada sebuah mobil yang mendadak memotong jalan, malang tak dapat dihindari.


Terlebih kecepatan yang digunakan olehnya melebihi batas kecepatan max. Akibatnya mobil yang mereka kendarai oleng dan menabrak pembatas jalan.


"Pak, awas di depan ada .... "


Belum sempat Delima selesai bicara mobil mereka sudah menabrak pembatas jalan.


CIIIITTT ... BRRUAAAKKK ... BOOMMMM ...


Mobil yang mereka kendarai ringsek dan terguling beberapa kali.


"Aaaaarrrggghhhh ...." jerit Delima.


.

__ADS_1


.


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2