Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
MENCARI DELIMA


__ADS_3

๐ŸƒDi sebuah cafe.


Mobil yang dikendarai Arga telah memasuki pelataran sebuah cafe. Ia memarkirkan mobilnya dengan apik di sana. Setelah itu ia pun masuk ke dalam untuk mencari tempat yang nyaman. Siang itu memang ia ada janji bertemu dengan detektif yang ia sewa.


Tak berapa lama kemudian, orang yang diajak bertemu dengannya sudah datang. Pria muda dengan wajah yang blasteran itu berjalan ke arah Arga.


"Selamat siang, Tuan Arga?" sapanya ramah.


"Siang, apa kamu Louis?"


Pria di depannya itu mengangguk. Setelah itu Arga mempersilahkan dirinya untuk duduk bersama. Tak perlu berbasa-basi, Arga langsung mengatakan tentang apa tujuan dirinya meminta bantuan Louis. Arga menceritakan semua tanpa ada yang ia tutupi.


Louis memperhatikan dengan seksama semua perkataan dari client-nya kali ini. Menurutnya mencari keberadaan seseorang tidak begitu sulit. Maka Louis menerima pekerjaannya kali ini. Berbekal sebuah foto dan semua cerita yang diberikan oleh Arga, kemungkinannya ia pasti sedang bersembunyi di suatu tempat.


"Deal, mulai besok saya akan memulai pekerjaan ini."


"Terima kasih, semoga Anda tidak mengecewakan saya."


Setelah memastikan Louis menerima info secara lengkap dan detail, ia pun membayar sejumlah uang muka. Lalu ia beranjak pergi untuk mengunjungi kediaman Delima.


Sementara itu, di gubuk ki Parto.


Delima sedang kesakitan karena ia mengalami kontraksi palsu. Sedari pagi, ia sudah merasakan mulas-mulas, sebentar hilang lalu muncul kembali dan begitu seterusnya. Panik, tentu saja panik, tetapi tidak dengan Ki Parto yang tetap terlihat tenang.


Pagi tadi, murid sekaligus asistennya sudah memberitahukan hal ini padanya. Tetapi ia malah tersenyum, lalu ia memberikan sebuah air kembang yang siap diminum.


Di dalam gelas itu berisi satu kuntum bunga mawar merah, tiga buah bunga kantil yang masih kuncup, lalu beberapa bunga kenanga di dalam gelas itu. Sebelum diserahkan ia sudah memberi mantra di sana. Baru setelahnya ia memberikan gelas itu untuk diminumkan pada Delima.


"Cepat bawakan ini dan suruh dia untuk meminumnya."


"Baik, Ki. Saya permisi dulu."


"Oh, iya nanti malam saya akan mengadakan ritual lagi, tolong kamu cari satu ayam cemani lengkap dengan kembang tujuh rupa seperti biasanya."

__ADS_1


"Baik."


Setelah itu, murid Ki Parto mulai pergi menuju gubuk milik Delima. Kebetulan ia sedang bernyanyi dan memilin rambutnya di depan rumahnya.


"Eh, kamu lagi, mau apa ke sini?"


"Permisi, Nyonya, ini jus yang anda minta tadi, dan ini cemilan sesuai permintaan anda."


"Wah, kau memang pelayan terbaik. Cepat sekali kau bekerja, nanti akan aku berikan kau bonus extra."


"Terima kasih, Nyonya untuk kebaikan hati anda, kalau tidak ada yang dibutuhkan lagi, saya permisi."


"Hm, memang kau mau kemana?"


"Saya disuruh untuk berbelanja ke luar," ucapnya bersandiwara.


"Oh, baiklah nanti setelah pulang, kau masaklah ayam bakar seperti biasanya."


"Baik, Nyonya."


Meski ia iba akan nasib Delima, tetapi ia tak mau membantunya. Apalagi kali ini kekuatan Ki Parto semakin meningkat setelah ia berhasil menanam bayi iblis itu ke dalam perut Delima.


Sesekali ia berpikir, akankah ia bernasib sama dengan Ki Parto nanti. Menjadi seorang dukun yang luar biasa sakti? Entahlah tetapi selama ia terus mengabdi padanya, setiap ilmu yang ia pelajari pasti akan diturunkan padanya. Lalu kemana ia harus mencari tumbal?


Banyak sekali pikiran yang membayangi pemuda itu. Tetapi ia terus melangkah masuk ke dalam hutan terlarang itu. Ia segera membuang pikiran kotornya lalu fokus menjalankan perintah Ki Parto. Hanya di hutan terlarang ia bisa menemukan semua syarat untuk acara ritual pemujaan nanti malam. Dengan semangat ia pun mencari bahan-bahan sajen tersebut.


...๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ...


...Kediaman Delima ...


Rumah yang biasa di tempati Delima tampak kosong, bahkan pintu pagar rumah itu penuh police line .


"Ada apa ini?" batin Arga bertanya-tanya.

__ADS_1


Karena mobilnya berhenti tepat di depan rumah, ada salah satu satpam tetangga Delima merasa iba, ia pun mendekati mobil Arga.


"Selamat siang, Pak, ada yang bisa saya bantu?"


"Siang, maaf kenapa rumah ini sepi ya?"


Satpam itu menoleh ke arah belakang, lalu ia segera menjawab pertanyaan Arga.


"Maaf, Pak, sudah hampir satu bulan ini, rumah ini sudah sepi. Terakhir kali, saya melihat penghuni rumah ini pergi dengan membawa koper besar.


"Apa dia seorang wanita?" tanya Arga penasaran.


"Iya, dia seorang wanita, apa Bapak mengenalnya?"


"Apa wanita yang Bapak maksud adalah wanita di dalam foto ini?"


Satpam itu mengangguk. Lalu ia menjelaskan kalau setiap hari rumah ini juga selalu dipantau oleh polisi.


"Apa dia melakukan kejahatan sampai polisi ikut campur?"


"Kalau tidak salah, karena ia melakukan tindak pidana yang hampir mencelakai salah satu pengusaha terkenal di negeri ini."


"Oh ya?"


Arga segera mengingat semua perbuatan yang telah ia lakukan bersama Delima beberapa waktu yang lalu. Setelah itu ia pun merasa ketakutan sendiri. Tanpa berterima kasih, Arga segera melajukan mobilnya pergi meninggalkan kediaman Delima.


"Huh, dasar wong edan, ra ngomong matur suwun langsung kabor, ngenes!" umpat satpam itu sambil geleng-geleng.


.


.


Hai, ngomong-ngomong kenapa othor lupa sama Nyonya Hadi ya? Kira-kira ada yang kangen beliau sih, siapa yang kangen, chat di kolom komentar ya, ditunggu.

__ADS_1


...๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน...


Oh ya jangan lupa dukungan like, rate dan favorit ya kak. Jangan lupa ๐ŸŒนโ˜• dan VOTE untuk menyemangati Author, makasih banyak๐Ÿ™๐Ÿค—


__ADS_2