
Jika seseorang telah bersekutu dengan iblis, ataupun mereka telah melakukan perjanjian dengan iblis. Di saat itulah kebebasanmu mulai terenggut. Secara tidak langsung kamu pun akan mengikuti setiap kebiasaan dari habitat mereka.
Meski awalnya kamu hanya coba-coba, tetapi nyatanya kamu akan terperangkap semakin dalam dan akan sulit untuk kembali. Tipu muslihat mereka sangat sempurna, bahkan tak terlihat cacat sedikitpun.
Ketika kamu mulai memasuki dunia mereka, mau tidak mau kamu pun harus tunduk dan patuh pada setiap perkataan mereka. Jika tidak maka nyawa bisa jadi taruhannya.
Mungkin kau bisa mendapatkan kebahagiaan dengan cepat. Tetapi ingatlah, kebahagiaan yang kamu capai tidak akan pernah abadi. Meskipun tumbal telah kau berikan.
Hanya satu jalan terbaik untukmu jika kau ingin selamat. Bertaubatlah, dan meminta ampun lah pada sang pemilik kehidupan. Hanya dengan berserah diri pada Tuhan, maka kebahagiaan sesungguhnya bisa engkau dapat.
...⚜⚜⚜...
.
.
Sedangkan Delima masih menangis sambil memeluk kedua kakinya. Hidupnya terasa dipermainkan saat ini. Tetapi ia pun bingung harus bersikap seperti apa.
Sementara itu sebuah lantunan lagu Jawa yang pernah dipopulerkan oleh Waljinah dengan judul Lelo Ledung mengalun indah di area gubuk itu.
...Tak lelo, lelo, lelo ledung...
...Cep meneng ojo pijer nangis...
...Anakku sing ayu rupane...
...Yen nangis ndak ilang ayune...
...Tak gadhang biso urip mulyo...
...Dadiyo wanito utomo...
...Ngluhurke asmane wong tuwo...
...Dadiyo pendhekaring bongso...
...Wis cep menengo anakku...
...Kae bulane ndadari...
...Koyo buto nggegilani...
...Lagi nggoleki cah nangis...
...Tak lelo, lelo, lelo ledung...
...Wes cep menengo ngger, anakku...
...Tak emban slendang Batik Kawung...
...Yen nangis mundak ibu bingung...
.
.
Sejujurnya Ki Parto bukanlah orang seperti ini sebelumnya, hanya karena masa lalunya yang buruk membuatnya harus memilih sebuah profesi menjadi seorang dukun.
Begitu pula dengan Delima yang sedari kecil tidak pernah dianggap keberadaannya oleh ibunya.
>>FLASH BACK ON
"Mas, kembalilah, aku sangat mencintaimu ... aku mohon ... "
__ADS_1
Tampak seorang wanita cantik sedang menangis histeris melihat suaminya pergi meninggalkannya. Ia bahkan tidak pernah pulang ke rumah itu, baru saja ia pulang ternyata dia datang hanya untuk mengugat ibu Delima.
"Mas ... kembalilah ... aku mohon mas..."
Meski sudah meminta maaf, nyatanya lelaki itu sama sekali tidak menengoknya. Ia langsung menginjak gas mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Delima dan ibunya.
Bahkan ia tidak menghiraukan istrinya yang menjadi tontonan warga komplek.
"Bu, sudah, sebaiknya ibu masuk, kasihan anak ibu di dalam kalau ibu seperti ini," bujuk salah satu warga yang iba padanya.
"Tapi Bu ... hu ... hu ..." ia tetap menangis histeris.
Hingga beberapa tetangganya membawanya masuk ke dalam rumah dan menenangkannya.
Sedangkan di dalam mobil itu. Seorang lelaki masih merasakan sakit hati. Tentu saja karena cintanya telah dihianati selama bertahun-tahun.
"Jadi ... Delima bukan anakku," gertak lelaki itu.
Ibu Delima hanya menunduk tanpa menjawab.
"Kenapa kamu melakukan itu padaku Cit, tega kau menghianati cintaku dengan seperti ini."
"Mas ..."
"Cukup! Mulai sekarang aku jatuhkan talak tiga kepadamu."
"Maass ..."
"Maaf jika aku telah salah karena mencintaimu."
Tak mau melukai hati istrinya lebih lama, ia pun memilih segera pergi. Meski nyatanya hal itu semakin membuat istrinya berteriak histeris memanggil namanya.
Di dalam mobil itu sesekali ia memukul-mukul stir kemudinya.
Lelaki itu merasa dibohongi karena ternyata Delima bukan darah dagingnya. Waktu menikah dulu, nyatanya sang istri sudah hamil satu bulan. Dengan bodohnya ia pun percaya bahwa anak yang dikandung saat itu adalah hasil perbuatannya.
Harusnya secara logika, jika ia adalah anak kandung, tentu saja golongan darah mereka sama. Tetapi nyatanya golongan darah Delima dengan ayahnya berbeda.
Tentu saja itu membuat suaminya marah dan langsung pergi meninggalkannya. Sejak saat itu hanya ibulah yang merawat Delima.
Hingga malam itu tiba, ayahnya datang dan membuangnya. Ia bahkan tidak mau mengakui Delima sebagai anaknya dan meminta istrinya untuk menghapus daftar namanya dari kartu keluarga miliknya.
Tentu saja ibunya tidak terima. Bukannya memperbaiki keadaan, ayahnya langsung menggugat cerai ibunya malam itu juga.
Delima yang masih kecil hanya bisa bersembunyi di balik pintu kamarnya. Ia tidak berani melihat ataupun meminta gendong pada ayahnya. Meski di dalam hatinya ia amat merindukan ayahnya.
Sejak saat itulah Delima dibuang di panti asuhan oleh ibunya. Hingga kabar terahir yang ia dapat bahwa ibunya telah meninggal karena overdosis.
Sejak hal itu Delima bukanlah seorang gadis yang tumbuh dengan baik. Luka di dalam memorinya membuatnya tumbuh menjadi gadis yang lain.
Apa yang ia inginkan, harus ia dapat, meskipun dengan cara yang salah. Demi memuluskan keinginannya menjadi orang kaya, ia pun berpura-pura bekerja di sebuah salon.
Karena disana ia dengan mudah mendapatkan mangsanya.
>>FLASH BACK OFF
.
.
...⚜⚜⚜...
...Rumah Luna...
__ADS_1
Berbagai persiapan telah dilaksanakan di rumah itu. Meski hanya sebuah lamaran, tetapi penyambutan telah dilakukan dengan segala ***** bengeknya.
Berbagai aneka kue kering sudah dipersiapkan, hingga baju yang akan digunakan saat lamaran nanti pun telah siap.
Luna begitu beruntung karena pujaan hatinya yang telah lama berlayar kini telah kembali. Janji yang mereka ucap di waktu kecil kini akan segera terjadi.
Lelaki itu benar-benar memenuhi janjinya. Cinta mereka bahkan telah melalui berbagai ujian hingga ahirnya saat yang berbahagia ini bisa segera dilaksanakan.
Beberapa minggu yang lalu ...
"Assalamu'alaikum dek..."
"Iya mas, ini Mas Aldo ya?" jawab Luna sumringah.
Aldo yang berada di seberang sana tersenyum ketika cinta pertamanya masih mengingat dirinya.
"Iya ini aku dek."
"Alhamdulillah ahirnya mas menghubungiku."
"Iya dong, kan masa kangen."
"Oh ya?"
"Iya, oh ya titip salam buat ayah dan ibu, dua minggu lagi aku akan datang melamarmu."
"Hah, benarkah?"
"Kalau tidak percaya, tunggulah beberapa jam lagi, maka adikku akan datang ke rumahmu."
"Iya mas, terimakasih banyak ya mas."
"Niat baik itu memang harus disegerakan kan dek."
"Iya mas, terimakasih sudah memilihku mas."
"Sama-sama dek, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam mas."
Lalu dengan segera, Luna memberi tahukan kedua orang tuanya tentang rencana pertunangannya dengan Aldo.
"Ibu ... bapak ..."
"Ada apa to nduk kok pake lari kayak gitu."
"A-anu buk, itu mas Aldo ... dua minggu lagi mau melamar Luna."
"Alhamdulillah ..." seru mereka berdua.
"Ahirnya penantian mu berahir indah ya nduk."
"Iya Buk, alhamdulillah."
Sedangkan bapak dari arah halaman belakang menghampiri kedua wanita paling berharga di dalam hidupnya.
"Ada apa to Bu-ne?"
"Anu ... ini loh pak, Luna anak kita dua minggu lagu mau dilamar nak Aldo."
"Alhamdulillah," seru mereka bersama-sama.
.
__ADS_1
.
...🌹Bersambung🌹...