
"Terima kasih Tuhan, karena hari ini aku benar-benar mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya."
Baju kebesaran selama di dalam RUTAN dan semua yang pernah ia bawa harus ia tinggalkan di dalam sana. Tak ada yang ia bawa keluar dari sana kecuali doa dan persahabatan yang tak pernah akan bisa terhapus oleh waktu.
"Thank's, Bro. Selama ini sudah setia menemani kisah gelapku di dalam sini."
"Sama-sama, Bro. Ingat pesan gue, jangan jelalatan tuh mata, jaga hati, setia itu mahal harganya!"
Ezza tersenyum lalu menepuk bahu sahabatnya itu secara perlahan.
"Saudari Rean Ezza Hadi Wijaya, waktu sudah habis, mari ikuti saya untuk menyelesaikan semua prosedur."
Ezza menoleh, "Baik, Pak!"
__ADS_1
Kini ia pun benar-benar meninggalkan sahabatnya itu. Ezza digelandang menuju kantor untuk menyelesaikan semua prosedur untuk keluar. Sementara itu, Candy dan Tuan Hadi sedang menunggu kedatangannya di pintu keluar.
Sedari sampai, Candy tak diperbolehkan untuk keluar dari mobil dengan alasan kurang steril tempat yang ia datangi kali ini. Mereka juga datang ke tempat ini dengan sebuah mobil yang kurang bagus.
Setelah menunggu selama hampir satu jam karena delay, sosok Ezza muncul dari dalam Rutan. Salah satu pengawal yang dibawa Tuan Hadi melihat dengan jelas kalau lelaki yang barusan keluar dari dalam RUTAN adalah Ezza. Ia pun mengejarnya.
Lalu di belakang mereka, mobil yang dikendarai Tuan Hadi menyusul dari arah belakang.
"Tuan Ezza," panggil salah satu pengawal.
"Silakan masuk Tuan," ucap pengawal sambil membukakan pintu.
Candy serasa bermimpi ketika melihat sosok suaminya kini berada di sampingnya.
__ADS_1
"Mas .... " suara sakral itu berhasil muncul ketika Ezza baru saja mendudukkan dirinya di atas kursi mobil.
Tak mau bertindak gegabah, Ezza langsung merengkuh tubuh istrinya itu dan mendekapnya dalam dekapannya. Candy hampir terisak dengan perilaku Ezza barusan, hingga akhirnya ia tak bisa menahan air matanya barusan.
Tuan Hadi tak bisa menahan rasa harunya ketika melihat anak dan menantunya kembali bersatu. Mobil yang mereka kendarai melaju cepat meninggalkan area RUTAN dan langsung menuju luar kota.
Ezza akan dibawa ke sebuah pantai untuk melakukan ruwatan buang sial. Semua barangnya akan di larung di laut dengan segera. Tak mau menanggung resiko lebih, Tuan Hadi yang masih mempercayai adat Jawa langsung melakukan semua hal sesuai dengan apa yang ia yakini.
Karena orang kaya itu selalu bebas maka satu mobil baru juga sudah dipersiapkan di pantai tersebut. Setelah Ezza selesai melakukan ritual buang sial, maka semua yang ia pakai harus baru.
Termasuk mobil yang akan digunakan saat mereka kembali ke kota besar juga sudah mengunakan mobil baru. Sesuai rencana, mobil yang lama akan mereka jual dan uangnya dipergunakan untuk sedekah kau duafa.
Saat pertama kali mendengar rencana tersebut, Candy hanya melongo, akal sehatnya terlalu lama tidak dipakai sampai ia harus loading lebih lama, bahkan sampai nge-lag.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan tak ada obrolan ataupun apapun karena mereka begitu larut dengan suasana keharuan yang meliputi mereka sedari tadi.
Karena perjalanan ke luar kota harus memakakn waktu yang lumayan cukup lama, akibatnya Candy sampai tertidur dalam dekapan Ezza.