
Happy reading all😘
.
.
Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan meninggal. Tak ada yang bisa ia bawa kecuali amalan yang telah ia perbuat selama di dunia. Harta, tahta, dan keluarga tidak akan kita bawa ketika kita meninggal.
Tetapi ada satu hal yang harus kamu lakukan sebelum Sang Pencipta memanggilmu. Bertaubatlah untuk semua perbuatan yang pernah kamu lakukan.
.
.
Semua tindakan medis telah dilakukan oleh para dokter dan tenaga medis yang berkompeten untuk menolong nyawa Nyonya Hadi. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain.
Kini Tuan Hadi, Ezza, dan Candy berada di dalam ruang perawatan Nyonya Hadi. Candy masih terisak dalam dekapan Ezza. Sedangkan Tuan Hadi menutupkan sebuah kain untuk menutupi wajah sang istri yang terakhir kalinya.
Sebelum meninggal, Nyonya Hadi telah meminta maaf pada semuanya terutama pada Candy, menantu yang tak pernah ia anggap. Beliau juga mengakui tindakannya selama beberapa tahun ini. Ia amat menyesal, terlebih di saat ia sakit, justru Candy malah menjaganya.
Meski ia sering berbuat kasar terhadapnya tetapi Candy tak pernah menyimpan dendam padanya.
"Candy, Mama minta maaf untuk semua hal yang pernah Mama lakukan padamu, jagalah putraku Ezza dan kembalilah bersamanya. Semoga perikahan kalian sakinah, mawadah, warohmah. Hanya itu yang bisa Mama lakukan sebelum Mama pergi."
"Mama bisa bicara?" tanya Candy terkejut.
__ADS_1
"Mungkin Tuhan memberikan kesempatan pada Mama untuk berbicara dan meminta maaf kepadamu."
Tangan tua itu menyentuh tangan Candy dan menyatukannya dengan tangan Ezza.
"Mama benar-benar minta maaf pada kalian."
Kelopak mata tua milik Nyonya Hadi tampak berair. Candy tersentuh akan ucapan ibu mertuanya barusan.
"Bagaimana Candy, kamu mau maafin, Mama?"
"Tanpa Mama minta pun, Candy sudah memaafkan Mama sejak dulu."
"Justru dari Mama, Candy bisa belajar menjadi istri yang lebih baik saat ini, menjadi menantu seperti keinginan, Mama."
Candy memeluk tubuh Nyonya Hadi. Lalu sepersekian detik berikutnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya.
Ucapan lirih dari suaminya menyadarkan Candy jika ibu mertuanya telah meninggal dunia. Candy menangis sesenggukan saat ini. Ezza lalu merengkuh tubuh Candy dalam dekapannya.
"Ikhlasin Mama pergi, Sayang."
Candy mengangguk, lalu mereka segera kembali ke rumah untuk menyiapkan upacara penghormatan terakhir untuk ibunya. Sementara Tuan Hadi masih mengurus proses kepulangan jenazah istrinya.
Setelah itu para tenaga medis mulai melakukan prosedur terakhir, yaitu memandikan jenazah dan menyiapkan persiapan kepulangan jenazah. Beberapa saat kemudian, rumah duka sudah dipenuhi oleh beberapa kerabat dekat begitu pula dengan teman-teman bisnis Tuan Hadi.
Daffin yang kebetulan berada di rumah sedikit bingung dengan kedatangan beberapa kerabat dekat mereka. Beruntung, beberapa saat kemudian, ayah dan ibunya datang.
__ADS_1
"Moms, Daddy ..."
Candy merengkuh putranya itu.
"Ada apa?"
"Nenek meninggal, Sayang. Maafin jika Nenek punya salah sama Daffin ya."
Daffin mengangguk lalu kembali mendekap mamanya. Lalu Ezza membawa mereka untuk masuk ke dalam rumah. Mereka akan berganti pakaian untuk menyambut para pelayat.
Tepat di hari itu pula, teman Nyonya Hadi yanh pernah bersekongkol dengan almarhum untuk menjebak Candy juga turut hadir di rumah duka. Ia bersama Roy, sang putra mendekati Candy dan Ezza.
"Candy, tante minta maaf ya, untuk semua perbuatan yang pernah tante lakukan bersama putra tante pada kalian," ucapnya tulus pada Candy dan tak lupa juga meminta maaf pada Ezza.
Tetapi di saat Roy hendak menyentuh tangan Candy untuk bersalaman, Ezza menampik dengan keras tangan lelaki itu. Dari sorot matanya terlihat jelas kecemburuan di sana.
Tetapi teman Nyonya Hadi itu menyadari sikap posesif Ezza. Apalagi dulu saat mereka berusaha menjebak Candy semuanya sudah di beberkan pada mereka. Roy hanya terkekeh melihat hal itu. Lalu setelah mendapat maaf dari Candy, mereka segera bergabung dengan para pelayat lain untuk mendoakan jenazah yang baru saja datang.
Kini beberapa orang juga sudah selesai mendoakan jenazah, maka tibalah mereka mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya. Beberapa mobil mengiringi mobil ambulance yang didalamnya ada jenazah Nyonya Hadi.
Dua puluh menit berikutnya, para rombongan telah sampai di Tempat Pemakaman Umum. Iring-iringan pelayat yang mengiringi jenazah saat dikebumikan begitu banyak. Hingga membuat area pemakaman terlihat penuh sesak.
Seorang Kyai memimpin doa sesaat setelah jenazah dimasukkan ke liang lahat. Taburan bunga-bunga segar bertaburan di atas gundukan tanah yang baru itu. Untaian doa mengalun mengiringi kepergian Nyonya Hadi untuk selama-lamanya.
.
__ADS_1
.
...🌹Bersambung🌹...