Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
JERAT DELIMA


__ADS_3

>>FLASH BACK ON


"Hmm, buat apa kau kesini lagi? Apa harta yang kau inginkan masih kurang?"


"He he he, aki tau saja, jadi begini Ki, ini adalah target selanjutnya yang ingin saya luluhkan hati dan hartanya."


Delima menyodorkan beberapa lembar foto lelaki yang tak lain ia adalah Arga.


"Hmm, tampan juga," kekeh Ki Parto.


"Tapi saya mau, pelet kali ini lebih jitu ketimbang yang kemarin!"


"Kamu meragukan kemampuan saya, huh!"


"Bu-bukan Ki, hanya saja target saya yang kemarin, peletnya mulai memudar dengan perlahan," ucap Delima dengan menunduk.


"He he he, itu bukan karena kesaktian pelet dariku yang menurun, tetapi itu karena kesalahanmu!"


Delima mendongakkan wajahnya, menatap Ki Parto dengan sejuta pertanyaan.


"Salah saya dimana Ki?"


"Hhhh ..."


Ki Parto membuang nafasnya dengan perlahan.


"Selama kau mempergunakan pelet itu apakah kau tak pernah sama sekali melanggar pantangan yang aku berikan padamu?"


"Pantangan?"


Delima mulai berpikir dan sepertinya ia mengingat sesuatu.


"Maaf Ki, saya khilaf."


"Khilaf sedikit yang kamu lakukan itu tetap berdampak pada pengaruh pelet yang kamu gunakan, jika kamu bisa menjauhi segala pantangan dari saya, dan tak pernah lupa melakukan ritual seperti yang aku tuturkan, tidak akan terjadi hal seperti ini, PAHAM!"


"Pa-paham Ki, maaf."


"Lalu kali ini kau meminta hal yang lebih dariku? Apa yang akan kau berikan padaku jika aku berhasil menjalankan semua keinginanmu."


"Apapun yang Ki Parto minta, akan saya penuhi."


"Benarkah, kamu tau bukan, konsekuensi apa yang akan kau dapat jika kamu berani melanggar hal ini."

__ADS_1


"Tidak Ki."


"Aku beri tau kau satu hal disini, dan ingatlah baik-baik apa yang aku katakan saat ini."


"Baik Ki."


"Aku akan membantumu satu kali lagi, tapi kamu harus berhati-hati dalam melakukan hal ini."


"Meskipun sangat efektif untuk memikat orang yang ditarget, tetapi pelet jenis ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Pasalnya jika ilmu ini dilakukan secara asal, apalagi tidak tau cara menggunakannya, maka dapat berbalik ke diri sang pelakunya, yaitu kamu."


Deg, Delima sejenak ketakutan akan perkataan Ki Parto barusan, tetapi ia tidak punya cara lain. Karena saat ini akal dan pikirannya sudah tidak bisa berfikir jernih kecuali harta dan harta. Sehingga ia pun memantapkan pilihan terakhirnya kali ini.


"Apapun akibatnya akan saya tanggung sendiri dan saya siap jika hal buruk pun terjadi pada saya."


"He he he, bagus, kamu memang wanita pilihan," puji Ki Parto.


"Kapan kamu menstruasi?"


"Ha-ah, buat apa Ki Parto menanyakannya?" batin Delima.


Ki Parto yang pada dasarnya bisa membaca pikiran orang, hanya tersenyum untuk sesaat.


"Kalau kamu masih tidak percaya dengan saya, maka pergilah dari tempat ini dengan segera!"


"Em, itu anu Ki, satu minggu lagi jadwal menstruasi saya."


"Baik Ki."


Delima lalu mencatat semua hal yang ia perlukan untuk ritual satu minggu lagi. Ia pun memastikan tidak ada satu syarat yang terlewati.


.


.


Setelah semua persiapan siap dan Ezza mengijinkannya untuk pulang kampung, Delima segera menuju tempat Ki Parto membuka praktek.


Sebelum berangkat ia pun mengechek semua syarat yang diajukan Ki Parto satu minggu lalu.


Sesuai perkiraan Ki Parto, Delima ahirnya mendapatkan menstruasi pertamanya. Maka ia pun sudah menyiapkan semua keperluan ritual malam itu.


Ki Parto pun membacakan mantra-mantra pada darah haid milik Delima. Lalu ia pun mulai mencampurkan sebuah minuman bubuk dengan darah menstruasi milik Delima.


Setelah racikannya selesai, ia menyerahkan kembali ramuan itu pada Delima.

__ADS_1


"Berikan ini pada target yang kamu inginkan, maka dengan mudah laki-laki tersebut akan tergila-gila padamu."


"Satu hal lagi keunggulan pelet ini, jika kamu sudah muak dengannya, maka dengan mudah kamu bisa meninggalkan laki-laki itu kapan saja."


"Tapi resiko yang akan dia dapatkan jika kamu meninggalkannya, maka si korban akan mengalami gangguan jiwa yang parah atau gila," ucap Ki Parto dengan mengangkat salah satu sudut bibirnya.


Bukan main senangnya Delima mendapatkan aoa yang sangat ia inginkan. Ia pun segera merogoh tasnya lalu menyerahkan satu amplop berisi uang pada Ki Parto. Lalu dengan cepat ia pun meninggalkan tempat praktek Ki Parto.


.


.


Bukannya pulang ke rumah tetapi Delima sengaja mengundang Arga untuk makan malam dengannya. Karena pada dasarnya di tubuh Delima sudah dipasang susuk, maka Arga pun mulai terjerat akan cinta palsu darinya.


Tanpa ada rasa curiga ia pun datang ke rumah milik Delima. Meski tau kalau Delima sudah menikah, tetapi karena cerita yang selalu diucapkannya membuat Arga menaruh hati dan siap menerima jika Delima menjadi janda nanti.


Tepat pukul tujuh malam, Arga datang. Delima menyambut hal itu dengan perasaan yang sangat menggebu. Ia pun sudah menyiapkan satu minuman spesial untuk sang kekasih barunya itu.


Awalnya mereka makan malam dengan suka cita, sampai ahirnya Delima menyuguhkan satu minuman kopi hitam spesial untuk Arga.


"Apa ini sayang?"


"Ini kopi hitam spesial yang aku pesan dari luat pulau untuk menyambutmu sayang."


"Oh ya, kau begitu spesial menyambutku, apakah hal seperti ini juga kau berikan pada suamimu?"


"Eh, jelas tidak dong sayang, lagian dia kerap kali menyiksaku, jadi buat apa aku memanjakannya."


"Hm, baiklah, aku akan meminum ini demi kamu."


GLEK ... GLEK ... GLEK ...


"Hmm, mulai saat ini kamu milikku seutuhnya Arga Taruna," ucap Delima dalam hati dengan sangat bahagia.


Sementara itu, efek pelet yang diberikan Delima mulai bekerja di dalam tubuh Arga.


>>FLASH BACK OFF


Sejak saat itu intensitas pertemuan mereka semakin bertambah. Apalagi Ezza lebih menghabiskan waktu di kantor demi memanjakan istri keduanya, yaitu Delima.


Sementara Arga semakin tenggelam akan jerat cinta palsu Delima.


.

__ADS_1


.


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2