Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
RENCANA PENGOBATAN UNTUK ARGA


__ADS_3

Happy reading all😘


Semakin hari kondisi mental Arga mulai terlihat aneh. Ia semakin menarik diri dan menjauh dari keluarganya. Terkadang ia tertawa dan mengobrol sendiri di dalam kamarnya. Hal itu tentu saja membuat ibunya gelisah. Apalagi Arga anak satu-satunya.


Tak tahan melihat kondisi mental anaknya yang tak ada perbaikan ia pun teringat perkataan suaminya kapan hari tentang usulan membawa Arga ke seorang Kyai.


Mas, sebaiknya kita membawa Arga pergi berobat, feeling-ku semakin tidak enak."


"Ya sudah, kamu atur yang terbaik untuknya, segera kabari Papa untuk kabar selanjutnya. Aku ada meeting pagi soalnya."


"Oke, Mas, nanti aku kabari lagi."


Setelah selesai sarapan, Tuan Taruna segera pergi meninggalkan kediamannya untuk menuju perusahaaan miliknya. Pagi ini, ia memang ada jadwal meeting dengan perusahaan milik Keluarga Hadi Kusuma.


Sebenarnya ini adalah tugas Arga, tetapi karena ia masih dalam masa recovery, maka dengan terpaksa Ayahnya yang turun langsung.


"Ma, Papa udah berangkat?" tanya Arga yang tiba-tiba muncul di ruang makan.


"Eh, iya, sayang. Loh kok baru muncul? Oh ya, kenapa tadi nggak sarapan bareng?"


"Lagi males ketemu Papa, Ma."


Nyonya Taruna menoleh, "Memang kenapa, sayang?"


"Aku belum siap untuk pergi ke kantor lagi."


Nyonya Taruna mengusap gemas putra satu-satunya itu. Ia pun mengacak-acak rambut Arga. Senyumnya terbit ketika tahu putranya masih ingat kebiasaan sang ayah yang selalu memaksa ia untuk mewakili perusahaan dalam meeting.


Sesaat kemudian ia teringat sesuatu. Daripada waktu pulang mendapat omelan dari Mamanya, ia pun meminta ijin untuk pergi ke luar sebentar.


"Ma, aku mau ijin keluar sebentar boleh?"

__ADS_1


"Mau kemana?"


"Ada janji sama teman sebentar."


"Ya, sudah jangan lama-lama, oke."


"Siap."


Setelah memastikan dan mendapat ijin dari Mamanya ia pun segera meraih kunci mobil.


"Akhirnya aku bisa mencarimu, sayang," batin Arga bahagia.


Ia pun mengemudikan mobilnya menuju sebuah mini cafe. Karena sebelum menyambangi kediaman Delima ia ada janji dengan salah seorang detektif. Ia terpaksa meminjam jasa detektif karena asistennya tidak bisa diharapkan.


Lagi pula asistennya sudah angkat tangan akan hal ini. Sebenarnya ia tidak angkat tangan hanya saja sang asisten sudah diberi wejangan dari Nyonya Taruna agar tidak usah membantu Arga lagi.


🍃Sementara itu...


...⚜⚜⚜...


"Anakku sayang, sebentar lagi kamu akan lahir ke dunia," ucap Delima bahagia sambil membelai lembut perutnya.


"Terus si Candy itu bisa Mama depak dan buang di jalanan, hihihi ...."


"Siapa suruh berani merebut perhatian Papa kamu, terus si nenek lampir akan aku masukan ke panti jompo, hahaha ...."


Akhir-akhir ini ia memang sering terlihat berbicara sendiri. Tetapi kondisinya sudah jauh berbeda. Di awal-awal kedatangannya, pengaruh sihir Ki Parto mulai masuk ke dalam tubuhnya tetapi belum bisa seirama sehingga kesadarannya sering kembali. Tetapi saat ini tubuhnya sudah dibawa kendali Ki Parto.


Bak menjadi seorang boneka, Delima hanya mendengarkan perkataan Ki Parto. Sekarang penampilannya sudah sedikit normal tidak acak-acakan seperti dulu. Ki Parto kini sedikit bahagia, karena sebentar lagi ia akan memiliki keturunan.


Ia pun akan menunjukan pada mantan istrinya kalau dia bisa mempunyai anak dan istri yang cantik. Entah kenapa sampai saat ini ucapan mantan istrinya masih saja teringat di dalam ingatannya.

__ADS_1


Sedangkan di tempat yang jauh, Ki Parto begitu bahagia melihat Delima semakin tenggelam dalam halusinasi yang ia buat. Mungkin dulu ia masih bisa menjaga dirinya, tetapi lama-kelamaan, apalagi intensitas pertemuan mereka yang semakin rutin, membuat Ki Parto memiliki rasa yang salah karena ingin memiliki Delima serta keturunan darinya.


"Pucuk dicinta ulam pun tiba." Satu peribahasa yang pas untuk menggambarkan keadaan Ki Parto.


Kini tanpa ia harus mengirim sihirnya ke raga Delima yang jauh di sana. Sang pemilik tubuh indah itu malah datang sendiri mengantarkan tubuh dan hatinya pada Ki Parto.


"Wkwkwk, kamu benar-benar gadis yang tak pernah bersyukur, jadi jangan salahkan aku jika aku mengurungmu di lembah ini. Sampai anak itu lahir kau tak akan pernah bisa keluar dari sini!" batin Ki Parto.


"Tetapi entah kenapa aku semakin mencintaimu Delima."


Setelah memastikan Delima masih di area gubuk, ia sudah merasa lebih baikan. Setidaknya ia tidak ditinggal oleh Delima.


...⚜⚜⚜...


...Sekolah Tunas Asri...


"Den, nanti langsung pulang atau mau mampir kemana?"


"Bukankah hari ini Moms dan Adek pulang ya, Pak?" tanya Daffin pada sopir Keluarga Hadi Wijaya.


"Iya, Den."


"Kalau gitu mampir ke baby shop sebentar ya, Pak."


"Oke."


Di dalam perjalan tersebut Daffin sudah membayangkan akan memberikan hadiah apa untuk Ibu dan adiknya. Lalu setelahnya ia membuka ponsel dan searching tas untuk hadiah mamanya.


...🌹Bersambung🌹...


...Jangan lupa dukungannya ya kakak, sekedar🌹 atau ☕ juga boleh....

__ADS_1


__ADS_2