
"Bagaimana dok?" tanya Candy hawatir.
"Beruntung itu bukan air ketuban, tapi perlu diperhatikan jika air itu terus menerus keluar, misal saat kamu batuk, bersin atau sedang tertawa terbahak-bahak, maka saya perlu melakukan pemeriksaan di rumah sakit."
"Sebenarnya hal ini wajar terjadi, terlebih sekarang ukuran kehamilan kamu sudah memasuki tujuh bulan, hal ini dapat disebabkan karena tekanan dari rahim(uterus) yang membesar menekan kandung kemih (vesika urinaria )."
"Untuk mengatasi ini, kamu dapat melatih otot di sekitar ****** dengan cara latihan kegel. Namun, jangan kurangi asupan cairan dengan maksud menghindari hal ini, sampai sini bisa dipahami?" tanya dokter Richard perlahan.
Setelah itu Candy pun mengangguk.
"Kalau begitu ini ada beberapa vitamin untuk mengurangi rasa kram di perut kamu."
"Terimakasih dokter."
"Saya permisi terlebih dulu ya."
"Iya."
Lalu dokter Richard segera keluar dari kamar Candy. Ia pun kembali bertemu dengan Tuan Hadi.
"Bisa bicara sebentar dok?"
"Bisa Tuan."
"Jangan panggil Tuan, panggil Pak saja," ucapnya sambil menepuk bahu dokter Richard.
Lalu mereka pun duduk di ruang tamu.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada menantu saya?"
"Sebenarnya kram perut pada ibu hamil itu wajar terjadi, hal itu karena seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran rahim akan menyesuaikan dengan perkembangan janin yang kian membesar."
"Minumnya dok."
"Eh, iya terimakasih mbak."
"Sama-sama."
Lalu dokter Richard kembali melanjutkan penjelasannya pada Tuan Hadi.
"Untuk mendukung perkembangan rahim, jaringan ikat atau ligamen yang menghubungkan tulang panggul dan rahim akan meregang, sehingga rahim terasa kencang dan memicu terjadinya kram perut, terlebih usia kandungan Candy sudah tujuh bulan."
__ADS_1
"Berarti keputusan saya untuk menyuruh Candy bed rest sudah benar?"
"Alhamdulillah sudah pak, kondisi perut yang semakin besar akan memberikan tekanan lebih pada otot, sendi, dan pembuluh darah. Kondisi ini akan membuat ibu hamil mudah lelah dan mengalami nyeri berlebih pada perut saat terlalu lama duduk atau berdiri, alangkah lebih baiknya jika Candy memang harus bed rest."
Tuan Hadi menghela nafasnya.
"Ketakutanku hanya satu, yaitu jika sewaktu-waktu ia melahirkan dan Ezza belum kembali."
Dokter Richard bisa merasakan ketakutan tersebut. Tetapi ia hanyalah dokter, bukan pula suami Candy. Dirinya juga tidak enak hati ketika melihat Tuan Hadi begitu menyayangi menantunya tersebut, sedangkan ia menginginkan Candy untuk menjadi istrinya.
"Kalau sudah tidak ada yang ditanyakan saya permisi Pak, maaf ini sudah terlalu malam."
"Oh iya, atau dokter tidak sekalian menginap disini saja, saya masih hawatir pada kondisi Candy."
"Hmm ... baiklah."
"Mbak ... mbak Sari ... kemari!"
"Iya saya Tuan."
"Antarkan dokter Richard ke kamar tamu," titah Tuan Hadi.
"Baik Tuan."
"Terimakasih Pak, saya permisi."
Lalu dokter Richard segera mengikuti Mbak Sari pergi ke kamar tamu.
"Dokter kalau butuh apa-apa bisa panggil saya."
"Iya."
"Nah, ini kamar dokter."
"Terimakasih."
"Sama-sama."
Dokter Richard segera masuk ke kamar itu. Lalu karena ia kelupaan sesuatu maka ia pun segera menulis hal itu dan mengirimnya pada whatsapp.
Candy yang hampir terlelap mendengar ada notif masuk di ponselnya. Ia pun meraih ponselnya yang kebetulan ada di sebelahnya.
__ADS_1
"Dokter Richard?" kening Candy berkerut ketika melihat bahwa ada pesan masuk dari pak dokter.
Karena penasaran ia pun melihat isinya.
📩 Hai Candy, maaf mengganggu malam-malam. Oh iya, jika kamu mau, kamu bisa menggunakan sabuk kehamilan untuk menyangga perut guna mencegah kram perut, tetapi itu pun kalau kamu mau, kalau soal sabuknya nanti aku carikan.
Candy tersenyum melihat perhatian yang diberikan dokter itu padanya. Lalu ia pun membaca pesan kedua.
📩 Kram perut saat hamil itu wajar, terutama di trimester akhir kehamilan, hal ini dapat disebabkan oleh kontraksi palsu. Jika hal ini terjadi, berbaringlah untuk meredakan nyeri. Jika nyeri terasa di bagian kiri, berbaring ke arah kanan atau sebaliknya, selamat beristirahat, semoga cepat sembuh.
Setelah memastikan tidak ada pesan masuk lagi, ia pun segera beristirahat.
Begitupun sebaliknya, di kamar tamu. Dokter Richard yang sudah mengetahui kalau pesannya sudah dibaca oleh Candy meski tidak dibalas tetapi ia tetap bersyukur.
Dengan tersenyum ia pun segera mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Apalagi kegiatan esok pagi begitu padat. Sehingga ia pun istirahat lebih awal.
.
.
Di gubuk Ki Parto.
Delima baru saja selesai melakukan ritual malam yang panjangnya dengan Ki Parto. Tubuhnya masih berbalut kain jarik. Ia juga terlihat lebih berisi saat ini. Meski janin di dalam perut Delima baru saja tumbuh, tetapi Ki Parto amat bahagia.
Tak sia-sia ia mempelajari ilmu itu untuk merubah wajahnya, sehingga dengan mudahnya Delima nyaman dibawah kungkungannya. Lagi pula mantra yang ia gunakan semakin mendarah daging di tubuh Delima.
Apalagi setiap hari ia memakan makanan spesial darinya.
.
.
...⚜⚜⚜...
...Jangan pernah bersekutu dengan jin atau iblis, karena sesungguhnya bukan kebahagian yang engkau dapatkan melainkan kesengsaraan tak terbatas. ...
...Sekali kau terjerat maka kau akan sulit kembali....
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung 🌹...