Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
TEMAN BARU


__ADS_3

"Gimana keadaanmu sekarang?"


"Alhamdulillah udah mendingan, lihat sendiri kan?"


"Wih, beneran ya, obat mahal itu cepat reaksinya, gak nyangka gue."


"Ya gak gitu juga kalik, emang karena udah ketergantungan juga sih, untung aja ada kamu yang menolongku saat itu."


"Iya, santai aja kali, meski aku bukan orang kaya, tapi gue suka bantuin orang yang membutuhkan tanpa pamrih kok."


"Beruntung aku masih bisa bertemu kamu."


"Tapi harusnya loe bilang makasih pada istri loe jangan ke gue."


"Iya juga sih."


Jika teringat tentang Candy maka hati Ezza bergetar. Antara menyesal dan berharap masih ada kesempatan untuknya memperbaiki hubungan diantara mereka.


"Yo-a, ngomong-ngomong, dari suaranya sepertinya istri loe cantik ya?"


"Bukan hanya cantik, tetapi hatinya juga cantik."


"Tunggu dulu, bukankah istri loe ada dua?"


"Mantan istri keduaku enggak tau dimana rimbanya saat ini."


"Ya elah bro, kalau istri pertama loe dah cantik kenapa masih cari yang kedua?"


Sebuah pertanyaan ringan tapi tepat sasaran karena menghunus tepat di hati Ezza.


Ezza yang frustasi tampak mengacak rambutnya gemas. Rambut yang baru beberapa centi tumbuh itu begitu terlihat berantakan. Berbeda jauh dengan kondisinya saat beberapa bulan lalu saat dirinya masih menjabat sebagai CEO.


Bahkan wanita yang sudah berhasil mengembangkan kebahagiaan bersama Candy, kini ia pun tak mengetahui rimbanya. Meski pahit tetapi Ezza mulai membagi kisahnya.


"Aku yang khilaf saat itu, karena aku dibutakan oleh kecemburuan sehingga apapun yang aku dengar tanpa aku cari tau kebenarannya aku langsung melampiaskan kemarahanku pada Candy."


"Tunggu dulu, Candy itu istri pertama atau yang kedua?"


"Candy istri pertamaku, kalau yang kedua namanya Delima."

__ADS_1


"Hmm, dari namanya aja uda keliatan yang paling cantik dan baik hatinya pasti yang namanya Candy ya."


"Kok bisa tau sih?"


"Maaf dari suaranya saja aku bisa menyimpulkan kalau Candy itu pasti calon istri yang setia dan idaman para lelaki. Tetapi kenapa lo bod*h ya?"


"Asem ... malah ngatain gue."


"Ya sorry, tapi kenyataannya begitu kan bro?"


"Secara tidak langsung loe sia-siain istri pertama, trus lo ka**n sama si Delima, loe ngerasa gak, kalau secara tidak langsung udah membunuh Candy secara perlahan."


"Kok bisa?"


"Dimana-mana gak ada wanita yang mau dimadu, kecuali dia punya penyakit trus mau mati, itu baru sebuah pengecualian."


"Karena selama istri pertama loe masih hidup, misal aja nih, tubuhmu disenggol wanita di jalan aja, tuh di dalam hati istri loe udah berkobar api cemburu, eh ini, malah secara terang-terangan dia tau kalau suaminya menikah lagi dan berbagi burung..."


"Tobat-tobat, lama-lama kok gue ngerasa dunia semakin edan ya. Jaman sekarang mau berbagi cinta, eh berbagi suami itu jelas-jelas orang yang go***"


"Demi apapun, meski gue miskin atau mungkin.. amit-amit jabang bayi ya, misal tapi gue gak minta loh ya ...."


"Misal aku nikah, trus istri gue mau meninggal, karena belum bisa ngasih keturunan, ia pun meminta sesuatu dari gue. Misal dia minta gue nikah lagi di depannya sebelum ia meninggal ya baru gue mau nikah lagi, kalau enggak ya, amat-amit jabang bayi gue mau nikah kedua kali, gak mau gue."


Ezza mulai merenungi perkataan temannya barusan.


"Secara tidak langsung gue juga gak mau jika adik gue mempunyai nasib buruk kayak gitu, ibu gue emang udah lama ditinggal sama bapak, tapi dari gue kecil sampai dewasa beliau gak pernah menikah lagi. Bahkan beliau rela bekerja demi menafkahi gue dan adik gue."


Teman satu sel Ezza tampak menunduk. Diseka-nya air matanya yang hampir saja menetes.


"Sorry ..."


"Gue memang gak seberuntung elo Za, tapi setelah gue keluar dari sini, gue gak bakal bikin ivu dan adik gue sengsara, gue janji bakal jadi orang baik demi menjaga mereka."


Ezza menepuk bahu teman satu selnya itu. Meski awalnya ia ragu berteman dengannya. Tetapi lama kelamaan mereka saling tau dan mengenal.


...⚜⚜⚜...


......Sebuah kehidupan, ......

__ADS_1


...kita tidak pernah tau dimana kita akan dilahirkan, dari kasta apa kita akan tumbuh,...


...dan bagaimana masa depan kita nanti....


...Hidup mengajarkan banyak sekali pelajaran. Tentang bagaimana bersikap,...


...tentang bagaimana berjuang dan bertahan...


...Meski itu di tempat yang tak pernah kita harapkan...


...Harusnya kita selalu bersyukur...


...Karena kita masih bisa bernafas...


...Harusnya kita bisa ikhlas,...


...dalam setiap keadaan...


...⚜⚜⚜...


.


.


"Sudah mas, sudah, mas ih udah minta nambah terus dari tadi."


"Habisnya kamu gemesin sih," ucap Arga hampir meraih tubuh Delima.


Sayangnya Delima terpeleset dan jatuh ke bawah ...


"Aaa ... tolong aku mas ...."


"Delimaaaaa ...."


"Hosh ... hosh ... hosh ...."


Nyonya Taruna yang kebetulan baru saja selesai ibadah segera menghampiri putranya.


"Sayang, kamu sudah siuman?"

__ADS_1


__ADS_2