Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
DETIK-DETIK KELAHIRAN


__ADS_3

...Takdir seseorang memang begitu rumit, kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan keinginan kita. Bahkan yang berada di depan mata pun bisa sirna jika kita tak segera menggapainya....


...⚜⚜⚜...


"Baiklah, jika itu yang kamu mau, aku akan memenuhinya, tetapi jika kamu selamat, apapun yang terjadi aku akan kembali padamu."


Dihapusnya sudut mata gadis depannya itu. Tetapi tangannya segera di tepis dengan halus.


"Maaf, aku harus segera kembali sebelum mama dan papa mencariku, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam, Fany tunggu ..."


Dengan tergesa ia pun melangkah pergi, tetapi instruksi dari dokter Richard menghentikan langkah kakinya. Ia pun diam mematung sampai sang dokter menghampirinya.


Diraihnya tangan Fany untuk sekali lagi. Dipandanginya wajah cantik itu lekat-lekat untuk terahir kali.


"Semoga Tuhan menyatukan cinta kita, meski bukan di kehidupan ini, aku harap engkau-lah yang akan menjadi bidadariku di surga untukku nanti. Aamiin."


Pertemuan itu pun diakhiri dengan rasa haru, terlebih dokter Richard mengecup kedua tangan gadis yang memucat itu.


.


.


Lima menit kemudian ...


"Dokter ... dokter ada telepon dari keluarga Hadi Kusuma."


Perawat itu berlari menuju tempat dokter Richard berdiri. Lalu dengan segera ia mengangkat telepon itu.


"Hallo ..."


"Hallo dokter, ini saya ART rumah mbak Candy, anu ... itu, ketubannya sepertinya pecah."


"A-apa!!! Baik, saya akan bawa ambulance segera kesana!"


"Ba-baik dokter."


"Suster!" teriak dokter memanggil suster tersebut.


"Iya."


"Persiapkan ruang bersalin untuk Nyonya Candy, saya akan pergi ke rumahnya."


"Baik."


.


.

__ADS_1


Sementara itu di dalam mobil itu, gadis yang memakai hijab tadi masih terisak dalam tangisnya.


"Non, jangan menangis, sebaiknya ingat dengan kondisi nona, bisa-bisa saya dimarahi papa dan nona kalau begini."


"Iya pak."


Fany segera mengusap air matanya. Dipandanginya jalanan yang ramai itu demi mengusir kesedihannya.


"Apa keputusanku ini sudah benar? Tapi kenapa rasanya sesakit ini?"


"Oh iya pak, jangan bilang papa mama ya Pak, kalau saya menemuinya."


"Ba-baik non."


Lalu mobil itu segera berlalu menuju Kediaman Raharja.


.


.


...⚜⚜⚜...


...Kediaman Kelurga Hadi Kusuma...


Nyonya Hadi baru saja keluar dari kamarnya. Ia masih dibantu oleh seorang suster.


"Hm .. hm .." ia pun menunjuk ke arah kamar Candy yang ramai.


Matanya terbelalak ketika melihat menantunya sedang diatas ranjang dengan baju daster bagian bawahnya ada bercak darah.


WIU ... WIU ... WIU ...


Lalu dari arah depan ternyata mobil ambulance sudah datang.


"Dimana Candy?"


"Ada di dalam dokter."


Beberapa tenaga medis membawa brankar menuju kamar Candy. Lalu dengan segera Candy digendong dan dipindahkan ke brankar tersebut.


"Non Candy mau melahirkan?" tanya suster yang merawat Nyonya Hadi.


"Sepertinya begitu sus," jawab Mbak Sari.


"Mbak persiapkan baju steril dan bersih untuk ibu dan calon bayinya."


"Baik dokter."


"Nanti segera susul saya di rumah sakit, hubungi pula Tuan Hadi dengan segera. Saya akan melakukan tugas saya dengan baik."

__ADS_1


Kemudian mobil ambulance itu segera membawa Candy ke rumah sakit ibu dan anak. Di dalam ambulance, Candy sudah diberikan satu cairan infus.


Wajahnya terlihat begitu memucat.


"Apa ini udah lebih dari tiga puluh menit?" tanya dokter Richard hawatir.


Candy mengangguk.


"Maaf jika bayimu harus segera dilahirkan, ini semua demi keselamatanmu dan juga dirinya."


"Baik dok, lakukan yang terbaik untuk kami."


Air mata Candy tak tertahankan lagi. Bahkan sudah menganak sungai.


Dokter Richard yang melihatnya pun iba, bagaimana tidak, bahkan ia juga berjanji untuk menjaga Candy di depan suaminya. Nyatanya takdir Tuhan berkata lain. Saat ini ia harus membantu proses persalinannya dengan segera.


Ia pun teringat untuk memberi kabar Ezza, karena bingung ia pun meminta bantuan pengacara keluarga Candy untuk mengeluarkan sementara Ezza agar bisa menemani istrinya melahirkan.


TUT ... TUT ... TUT ...


"Pagi pak, saya dokter kandungan Candy bisa berbicara sebentar."


"Iya dok."


"Begini, karena Candy mengalami pendarahan maka ia proses persalinannya harus dipercepat. Bisakah Anda membantu Tuan Ezza untuk keluar dari RUTAN untuk satu hari saja."


"Baiklah akan saya persiapkan surat-suratnya dengan segera."


"Terimakasih."


"Sama-sama."


Ia pun kembali melihat Candy.


"Kamu yang kuat, aku sedang mengurus proses hukum agar Ezza bisa menemani persalinanmu."


"Terimakasih dok."


"Hmm ..."


.


.


...🌹Bersambung 🌹...


.


.

__ADS_1


Sambil menunggu up yuk mampir ke karya teman Fany ya.. ditunggu.



__ADS_2