Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
MULAI BUCIN


__ADS_3

"Aaaaa ...."


Suara lengkingan dari Ezza dan Candy memenuhi ruangan kamar hotel. Kedua suami istri baru itu terlihat kacau ketika menyadari jika mereka saling berpelukan satu sama lain ketika mereka tidur semalam.


"Apa yang barusan kamu lakukan?" cecar Ezza pada Candy.


"Dih nuduh, bilang aja mau modus, pake gaya-gayaan bilang gue yang modus. Lagian mana ada cewek modus ke cowok, yang ada tuh ya, cowok suka modusin cewek."


"Oh ya? mana ada? Lagian selama saya hidup tuh nggak pernah modus ke siapapun, asal Lu tau gue hidup selalu teratur dan lempeng."


"Dih, siapa juga yang nanya, dasar CEO aneh!" ledek Candy pada Ezza.


"Oh ya, kamu tadi bilang hidup kamu selalu lempeng dan teratur, masa sih, kok aku nggak percaya ya?"


"Terserah!"


Ezza yang kesal segera berlalu ke kamar mandi dan meninggalkan Candy yang masih mengomel sedari tadi.


"Hm, enak aja pegang-pegang, aaaa .... ah, berarti sejak semalam dia *****-***** aku dong, ih."


Candy yang tiba-tiba merasa ilfeel segera memeriksa seluruh bagian tubuhnya. Ia merasa aneh ketika tubuhnya baik-baik dan tak kurang suatu apapun.


Tak berapa lama kemudian, Ezza sudah keluar dari kamar mandi. Bukannya menuju kamar, tapi Ezza melajukan langkahnya menuju walking closed.


Karena Ezza tidak mendekatinya, Candy segera berlalu menuju kamar mandi.

__ADS_1


" Untung deh dia nggak dekat-dekat."


"Duh, kok jadi mikirin Pak CEO sih. ish, mending gue buruan mandi trus sarapan pagi deh."


Beberapa menit kemudian, Candy sudah keluar dari kamar mandi. Dengan menggunakan jubah mandi yang sama, Candy mendekati Ezza yang sedang melahap sarapan paginya.


"Mau apa?"


Tak mendapat jawaban dari Candy, Ezza menatap Candy dengan perasaan aneh. Sedangkan Candy sudah menelan salivanya berkali-kali saat melihat Ezza menelan sarapan pagi yang terlihat sangat enak itu.


Jengah dengan sikap Candy, Ezza segera menarik tangan Candy hingga membuat Candy limbung dan terjatuh tepat di pangkuan Ezza. Belum lagi bahu Candy saat ini terekspos dengan sempurna Mana belum memakai pakaian dalam pula, alhasil kedua benda kenyal tersebut menyenggol tangan Ezza yang sedang menahan tubuh Candy agar tidak terjatuh.


Deg, ada gelenyer aneh ketika Ezza merasakan sesuatu yang belum pernah ia temui selama hidupnya. Hidup selama dua puluh tiga tahun ini tak pernah bersentuhan dengan makhluk yang bernama wanita, membuat Ezza seperti tersengat aliran listrik. Hingga membuat Ezza junior bangun dan berdiri tegak sempurna.


"Harusakah aku melahapnya saat ini?" tanya Ezza dalam hatinya.


CUP ...


Kedua benda kenyal tersebut saling bertemu, saling mencecap dan mencicipi rasa yang ada di dalam indera pengecap itu. Semakin lama semakin dalam, semakin manis dan memabukkan. Mata Ezza dan Candy menutup secara perlahan seiring ciuman mereka yang semakin dalam.


Sepasang suami istri itu semakin tenggelam dalam buaian rasa ciuman pertama dari keduanya. Aneh diawal, tapi semakin lama semakin manis. Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya kehabisan oksigen dan melepaskan tautan bibir mereka.


Saling berlomba menghirup oksigen yang berada di dalam kamar itu. Lalu mereka menatap satu sama lain dengan perasaan yang aneh. Jika dilanjutkan mungkin ciuman tadi bisa berubah menjadi semakin menuntut lebih. Tapi rasanya pagi itu hanya sampai pemanasan saja. Baik Ezza maupun Candy belum siap untuk bertindak lebih jauh. Ada ketakutan yang terpancar di dalam mata mereka.


"Sorry ... maaf jika aku telah lancang kepadamu barusan," ucap Ezza berterus terang.

__ADS_1


"A-aku juga minta maaf kepadamu, Mas."


"I-itu ciuman pertamaku ..." ucap mereka hampir bersamaan.


Kedua mata mereka membola seketika karena keterkejutan yang baru saja mereka dapati. Lalu semburat merah muncul di kedua pipi Candy maupun Ezza. Tapi setelahnya mereka saling mengulas senyum.


"Terima kasih sayang, itu rasanya manis sekali."


Candy semakin malu-malu ketika Ezza memujinya. Tak disangka Ezza meraih tubuh Candy dan memeluknya erat-erat.


"Terima kasih karena telah menjaga semua yang ada pada dirimu hanya untuk kekasih halalmu."


"I-iya."


Hanya ucapan ringan itu yang bisa Candy berikan ketika ia mendapatkan kehangatan dan perhatian dari seorang lelaki yang belum ada dua puluh empat jam menjadi suaminya itu.


"Beginikah rasanya menjadi seorang istri?"


"Apakah pacaran juga seperti ini, terima kasih Ya Allah, engkau kirimkan suami yang baik hati kepada hamba."


Ezza dan Candy menikmati moment pagi itu dengan kebiasaan baru. Meski banyak kecanggungan yang mereka rasakan, tapi semuanya berjalan lancar.


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2