
Ahirnya hari bahagia itu telah tiba, kini Luna sudah berganti pakaian dengan busana yang sudah dipersiapkan oleh Aldo. Begitu pula Aldo sudah memakai baju dan setelan yang sama dengan Luna. Istilah jawa-nya baju sarimbit.
Beberapa keluarga juga sudah memakai baju yang serupa dengan calon mempelai. Rumah mempelai wanita sudah di dekor sedemikian rupa, hingga tak terasa penunjuk waktu telah berada di angka delapan pagi.
Keluarga Aldo juga sudah sampai di rumah Luna.
"Bapak-bapak dan ibu-ibu, selamat datang di rumah Keluarga Atmaja, terimakasih untuk kedatangan saudara semuanya hingga acara ini bisa terlaksana sesuai dengan janji kita kapan hari."
Acara pagi itu dimulai dengan pembacaan doa dan kata sambutan dari para tetua adat. Kemudian acara inti segera dimulai.
Aldo dengan baju warna hijau sudah ada di panggung bersama Luna yang memakai pakaian serupa. Acara penyematan cincin pun dilakukan dengan suasana penuh kegembiraan.
Setelah sesi acara tukar cincin, maka para anggota keluarga segera maju ke panggung untuk ikut acara sesi foto bersama.
"Kenapa Candy gak datang ya?" batin Luna mencari keberadaan sahabatnya itu.
Sementara itu, telepon rumah berbunyi. Untung saja ada sanak keluarga yang mendengarnya lalu memberikan ponsel tersebut pada Ibu Luna.
"Bik, maaf ini ada telepon."
"Oh ya, terimakasih."
"Assalamu'alaikum buk, ini Candy."
"Wa'alaikumsalam sayang, iya nak ada apa?"
"Maaf Bu, saya hanya ingin minta maaf sama ibu, bapak terutama sama Luna."
"Iya nak."
"Maaf karena kondisi saya yang tidak memungkinkan jadi saya gak bisa datang ke rumah ibu. Sampaikan permintaan maaf saya pada Luna dan Aldo ya Bu."
"Iya nak, gak apa-apa kok, biar nanti ibuk saja yang akan berbicara pada Luna. Kamu jaga kesehatan saja oke."
"Iya Bu, terimakasih banyak ya. Assalamu,'alaikum."
__ADS_1
Lalu sambungan telepon mereka terputus. Kemudian Candy meletakkan ponselnya di samping bantalnya.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Nyoya ... ini sup ayamnya sudah matang, silahkan dinikmati."
"Terimakasih mbak."
"Sama-sama."
Candy pun mulai menyuapi dirinya. Tak lupa ia meminum obat yang diresepkan dokter Richard semalam.
"Oh ya mbak, dokter Richard sudah pulang?"
"Udah nyonya, tadi pagi sesudah subuh beliau langsung pulang, katanya mau menuju ke rumah sakit segera karena pagi ini ada jadwal operasi caesar."
"Oh gitu, ya sudah."
"Kalau tidak ada lagi yang Nyonya butuhkan, saya permisi."
.
.
...⚜⚜⚜...
...Di rumah sakit...
Sesuai jadwalnya pagi ini, dokter Richard menangani operasi caesar pada salah seorang pasiennya.
Satu jam operasi telah selesai dilakukan. Kini dokter Richard sedang istirahat di dalam ruangannya. Sesekali ia men-scrol akun sosial media miliknya.
Tak ada yang menarik ia pun meletakkan ponselnya kembali di atas meja.
Tok ... Tok ... Tok ...
__ADS_1
"Permisi dokter, ada yang mencari Anda!"
"Oh iya sus, persilahkan ia masuk."
"Baik dok."
CEKLEK ... pintu ruangan dokter terbuka.
Tap .. Tap .. Tap ..
"Assalamu'alaikum, selamat siang dokter ..." sapa seorang wanita dengan baju yang hampir menutupi seluruh tubuhnya.
Richard hafal betul dengan suara yang menyapanya barusan? Lalu apakah benar itu wanita yang sama?
Ia bahkan belum mengalihkan perhatiannya dari mejanya untuk menatap wanita yang menyapanya barusan.
Melihat orang yang ingin ditemuinya tidak memandangnya, ia pun tersenyum.
"Apa saya mengganggu ya dok ... kalau menganggu lebih baik saya permisi untuk pulang saja," ucap wanita itu yang hendak beranjak pergi.
"Ja... jangan pergi..." ucap Richard kemudian.
Ia pun sudah memberanikan diri untuk melihat tamunya.
"Fa ...."
.
.
Ha ha ha.. hayo, siapakah kira-kira yang datang ke ruangan dokter Richard?
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung 🌹...