Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA


__ADS_3

Happy reading all😘


.


.


"Bagaimana kondisi pasien kamar 201 sus?" tanya Delima saat suster mulai memeriksa kondisi tubuhnya.


"Oh pasien atas nama Pak Arga ya?"


"Iya sus."


"Sebentar ibu tenang dulu, biar saya memeriksa kondisi tubuh ibu terlebih dahulu."


Meski kesal, Delima menuruti perintah suster. Baginya kini ia tidak memiliki siapapun lagi kecuali suster dan tenaga medis lainnya.


Ezza berada di dalam penjara, sedangkan dirinya sudah di talak, lalu ia harus meminta pertolongan pada siapa lagi? batinnya berkecamuk.


"Nah sudah, ibu mau bertanya tentang apa?"


"Itu suster, Pak Arga?"


"Oh, pasien sudah dipindahkan ke luar negeri oleh keluarganya karena kondisi beliau semakin memburuk, jadi semalam langsung di terbangkan ke Singapura."


"Ha-ah!"


"Trus biaya pengobatan saya bagaimana sus?"


"Biaya pengobatan ibu sudah ditanggung oleh keluarga beliau sampai hari ini."


"Jadi mulai besok, ibu harus membayar semua biaya pengobatan ibu ditanggung sendiri."


"Ha-ah!"


Keterkejutan Delima semakin menjadi, lalu dengan apa ia harus membayar semua biaya pengobatannya kali ini.


"Baik kalau tidak ada pertanyaan lagi saya permisi."


"Apa saya boleh pergi saat ini sus?"


"Tentu saja boleh, kan biaya pengobatan ibu sudah lunas."


"Kecuali kalau besok, ibu harus membayar biaya tambahan lagi."


"Terimakasih suster."


"Sama-sama."


Bak jatuh tertimpa tangga masuk ke selokan, lengkaplah sudah penderitaan Delima saat ini. Beberapa waktu lalu ia bisa bernafas lega, tetapi saat ini ia harus kecewa dan menerima konsekuensi akibat perbuatannya.


"Aku harus membalas semua perlakuan keluargamu mas," geram Delima dari atas brankar.


Dengan sebelah kaki yang masih di gips ia pun berjalan tertatih keluar dari rumah sakit. Beruntung ada salah satu dokter yang melihat kondisinya sehingga ia pun dipinjami kursi roda.


Panas matahari siang itu begitu terik, ia pun bingung harus pergi kemana saat ini. Akhirnya berbekal sisa uang yang ia miliki ia pun menuju bekas kontrakannya dengan mengunakan taksi.


"Turun dimana mbak?" tanya sopir taksi pada Delima.


"Di gang depan saja Pak."


"Hmm, baik mbak."

__ADS_1


Sopir itu menyeringai jahat, "Hmm, kayaknya tubuhnya boleh juga."


"Nah berhenti di depan Pak."


"Baik mbak."


Setelah sampai di depan kontrakan. Pak sopir membantu Delima mendorong kursi rodanya sampai di depan kamar. Ia bahkan membantu Delima membuka pintu rumah itu.


"Beruntung aku masih memiliki rumah ini, setidaknya satu tahun ke depan masih aman," batinnya.


"Sampai sini saja ya mbak," ucap bapak itu berpamitan.


"Iya pak, terimakasih banyak."


Lalu ia pun mulai menjalankan kursi rodanya menuju ke dalam rumah. Sayangnya baru beberapa langkah dari arah belakang mulutnya dibekap oleh sopir taksi tadi.


Karena tubuhnya belum fit, maka ia pun dapat dibekukan dengan mudah oleh sopir tadi. Kedua tangan Delima diikat lalu tubuhnya dihempaskan ke ranjang yang berada di dalam kamarnya.


Rok yang dipakai Delima pun tersingkap ke atas, memperlihatkan pahanya yang mulus itu.


"Hmm, apa yang mau dia lakukan?" geram Delima dari balik mulutnya yang tersumpal kain.


"Hmm, mulus juga tubuhnya, lumayan lah untuk makan siang," ucap sopir itu menyeringai.


Ia pun mulai membuka kancing bajunya satu persatu lalu disusul dengan melepas celananya. Delima sudah tau akan diapakan oleh sopir itu. Ia pun mencoba berteriak meminta tolong, sayangnya kain yang menyumpal mulutnya begitu kencang. Begitu pula dengan ikatan tali ditangannya.


Sopir itu mulai menyobek kain yang dipakai Delima sampai ahirnya di tubuhnya hanya tersisa kacamata dan segitiga bermuda saja.


Melihat tubuh yang mulus dan wajah lumayan Delima, na*** sopir itu begitu menggebu. Sampai ahirnya ia pun melakukan fore*** pada tubuh Delima.


Delima men-de-sah nik-mat akan perlakuan sopir itu. Meski hatiny menolak tetapi bahasa tubuhnya berkata lain. Lagi pula ia pun memiliki na*** yang besar. Jadi baru disentuh sedikit saja ia sudah meng-gelin-jang tidak karuan. Membuat sopir itu leluasa mengungkung tubuh Delima.


"Wah tubuhmu sungguh nik-mat sekali baby," ucap sopir itu dengan puas.


Dengan bermandi peluh Delima pun tertidur. Setelah melihat korbannya tertidur, ia pun meninggalkan jejak kepemilikan di beberapa bagian tubuh Delima yang masih terlihat menggoda.


Lalu setelah puas, ia pun beranjak pergi.


"Terimakasih sayang untuk ongkosnya hari ini, aku permisi."


Setelah puas sopir itu segera pergi meninggalkan Delima, tak lupa sebelum pergi ia membuka ikatan dan kain yang menyumpal mulutnya itu.


Detik demi detik segera berlalu ...


Hanya detak penunggu waktu yang terdengar di rumah itu. Suara angin yang berhembus membuar tubuh yang masih polos itu merasa kedinginan.


Mata Delima membola ketika melihat tubuhnya polos tanpa sehelai benang yang menempel di tubuhnya. Belum lagi terlihat kemerahan di beberapa bagian tubuhnya itu.


"Arrgghhhh, sopir si-alan...!!!" umpatnya kesal.


Bagian inti tubuhnya masih terasa nyeri, ia melihat sekeliling kamarnya. Terlihat pakaiannya terkoyak disana, belum lagi kacamata dan segitiga bermudanya terlempar ke sudut kamar.


Delima pun menangis sejadi-jadinya saat ini.


"Sopir kurang a***, awas aja kamu ..."


Ia masih tidak terima dengan kejadian yang menimpanya hari itu. Baginya ditinggalkan keluarga Arga sudah membuatnya limbung, ditambah lagi dengan kejadian siang ini. Ingin rasanya ia bunuh d**i saat itu juga.


.


.

__ADS_1


Sementara itu ...


...⚜⚜⚜...


...Mansion utama...


Mobil yang membawa Candy sudah sampai di depan mansion. Karena Candy tidak tega pada putranya ia pun meminta rawat jalan.


Dengan segala pertimbangan ahirnya dokter Richard memperbolehkan Candy pulang dengan syarat ia yang mengantar dirinya pulang.


Bukan karena alasan apapun, ia hanya terlalu hawatir padanya.


>>FLASH BACK ON


"Kenapa dokter ada disini?" tanya Candy kaget mendapati dokter muda itu di kamarnya.


"Maaf Candy, karena terlalu hawatir padamu aky memilih menjagamu disini."


"Ke-kenapa?" tanya Candy sedikit ketakutan sambil me-rem-as selimutnya.


"Karena ayah mertuamu yang memintanya dariku."


Candy mengeryitkan keningnya.


"Papaku?"


Dokter Richard mengangguk perlahan.


"Ia memintaku menjagamu, karena ia tidak bisa mengawasimu apalagi menjaganya karena saat ini ia begitu sibuk dengan perusahaan dan juga istrinya."


"Ha-ah!!" Candy pun terperanjat dengan keterangan yang diberikan oleh dokter.


Tetapi ia tidak mau langsung begitu saja percaya padanya. Sehingga ia terus melontarkan beberapa pertanyaan. Sayangnya doketr Richard mampu menjawab semua pertanyaan dari Candy dengan sempurna.


"Kenapa dokter ini tau semua tentang hidupku, apa papa begitu mempercayainya?" batin Candy sedang berkecamuk.


Tetapi hal lain ditunjukkan oleh dokter tampan itu.


"Mau kamu bertanya tentang apapun, semuanya bisa aku jawab Candy. Karena semua informasi darimu aku sudah membacanya dengan teliti," batin Richard dengan bahagia.


"Kalau begitu bisakah aku pulang hari ini?"


"Tidak bisa, kondisimu masih lemah."


Kini giliran dokter Richard dibuat hawatir akan permintaan pasien di depannya itu.


"Tapi kasihan anak saya di rumah, pasti ia sangat merindukan saya dokter," ucap Candy memelas.


Wajah Candy yang sangat cantik dan manis membuat debaran aneh semakin bergetar di hati dokter Richard. Belum lagi mimik wajahnya ketika memohon, membuat keteguhan hatinya luluh seketika.


Dengan berat hati ia pun mengabulkan permintaan Candy tetapi dengan satu syarat, ia sendiri yang mengantarkannya pulang ke rumah.


>>FLASH BACK OFF


.


.


...🌹Bersambung🌹...


.

__ADS_1


.


...Semoga suka dengan part ini kakak. Terimakasih buat yang setia membaca kisah Candy. Lope-lope sekebon stroberi 🍓...


__ADS_2