
...Sebelumnya othor minta maaf ya, kirain ini uda ke upload tapi nyatanya tidak. Karena othor sakit lagi, jadi up pelan-pelan ya, mohon maaf sebelumnya 🙏🙏🙏...
...🌹🌹🌹🌹...
Karena orang kaya itu selalu bebas maka satu mobil baru juga sudah dipersiapkan di pantai tersebut. Setelah Ezza selesai melakukan ritual buang sial, maka semua yang ia pakai harus baru.
Termasuk mobil yang akan digunakan saat mereka kembali ke kota besar juga sudah mengunakan mobil baru. Sesuai rencana, mobil yang lama akan mereka jual dan uangnya dipergunakan untuk sedekah kau duafa.
Saat pertama kali mendengar rencana tersebut, Candy hanya melongo, akal sehatnya terlalu lama tidak dipakai sampai ia harus loading lebih lama, bahkan sampai nge-lag.
Sepanjang perjalanan tak ada obrolan ataupun apapun karena mereka begitu larut dengan suasana keharuan yang meliputi mereka sedari tadi.
Karena perjalanan ke luar kota harus memakakn waktu yang lumayan cukup lama, akibatnya Candy sampai tertidur dalam dekapan Ezza.
Sampai di tempat yang di maksud, mau tak mau Ezza membangunkan istrinya.
"Dek, kita sudah sampai," ucap Ezza lembut.
"Sampai dimana, Mas."
Ezza terkekeh geli karena sikap sang istri sama sekali tidak berubah, bahkan semakin imut saja. Hampir saja ia kelepasan dan ingin mencium kening Candy tapi pikirannya masih waras. Ia ingat saat ini ia masih berada di dalam satu mobil bersama ayah dan sopirnya.
__ADS_1
Candy mengusap cairan di ujung bibirnya, entah kenapa sepertinya ada cairan basah di sana.
"Masa gue ngiler?" batin Candy.
Padahal itu bukan iler, melainkan itu air mineral yang sengaja ia oleskan ke area bibir berwarna merah muda itu dengan tujuan mengerjai Candy. Karena malu, Candy segera mengelapnya dengan tisu.
Di kursi depan Tuan Hadi tersenyum akan tingkah usil putranya.
"Ezza?" panggil Tuan Hadi.
"Iya, Ayah."
"Ha-ah, nanti kalau aku tenggelam bagaimana, Ayah?"
.
"Wkwkwk, kebiasaan, belum di coba udah underestimating one's own abilities," ucap Tuan Hadi mencibir.
Dengan bibir mengerucut, Ezza segera turun dari mobil lalu melakukan semua perintah ayahnya. Ia kini sudah dikawal oleh beberapa pengawal pribadi yang hampir semuanya membawa peralatan mandi serta pakaian ganti.
"Serius aku disuruh nyelem di sini?" tanya Ezza setengah tidak percaya.
__ADS_1
Karena yang ia tau, tak ada daratan laut yang dangkal, jadi ia amat berhati-hati ketika kakinya mulai menyentuh air laut dan masuk ke dalamnya.
"Dingin oi .... "
Candy merasa iba dengan hal ritual yang dialami oleh suaminya. Kalau ini siang hari mungkin tidak masalah padanya, tetapi ini sudah malam, apalagi angin laut begitu dingin menyapanya. Ia tak bisa membayangkan jika dirinya yang disuruh berendam seperti sekarang.
"Kamu kasihan sama dia?" tanya Tuan Hadi pada Candy.
"Eh, Papa."
Sesaat kemudian ia pun mengangguk lalu membenarkan prasangka ayah mertuanya itu.
"Ini semua demi kebaikan dia, agar setelah ini, ia semakin sabar dan bertanggung jawab dalam menjalani biduk rumah tangganya."
"Owh."
"Aarrggghhh, dingin banget!"
Benar saja saat ini, Ezza menggigil karena kedinginan. Apalagi seluruh tubuhnya kini terendam air laut dan ia hanya tinggal kepalanya saja yang nampak di kejauhan.
"Kuat ya, Za, biar semuanya bisa hilang bersama air laut yang terus mengalir entah kemana."
__ADS_1