Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
KEBOBOLAN


__ADS_3

Hembusan angin malam ternyata tak mampu meredam gejolak kedua insan yang baru saja menikmati indahnya jatuh cinta. Mencicipi keindahan yang diciptakan oleh Tuhan yang ternyata sangat manis ketika melakukannya di bawah ikatan suci pernikahan.


Candy dan Ezza memang sudah menikah lebih dari empat bulan, tapi baru di akhir bulan ke lima mereka melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya. Gila, 'kan ya, tapi sehebat itu loh pertahanan mereka.


Bertahan dengan egonya masing-masing. Tapi ternyata manisnya sebuah cinta suci berbuah manis pada saat dan waktu yang tepat. Tuhan tidak pernah salah dalam menyatukan dua hati. Hanya terkadang ada saja perbedaan pendapat.


Pada hentakan pertama, Candy meringis. Ingin rasanya berteriak tapi takut melukai hati suaminya. Sementara Ezza yang merasakan sempitnya gua garba milik Candy sedikit kesulitan saat hendak melakukan penyatuan. Tapi ada sebuah kebanggaan ketika memiliki Candy.


"Beginikah rasanya membobol gawang?"


"Rasanya begitu tak terdefiniskan, tapi asyik," gumamnya sambil tertawa dalam hati.


Setelah beberapa saat akhirnya ia berhasil menyatukan miliknya dengan milik Candy. Memompanya perlahan dengan sangat hati-hati sampai Candy merasa nyaman.


Beberapa kali melakukannya dalam berbagai posisi nyatanya tak membuat keduanya kelelahan.


Akhirnya malam itu semuanya berjalan indah. Hingga akhirnya setelah beberapa kali hentakan dan laju indahnya permainan. Sepasang suami istri itu telah puncak ke-nik-ma-tan. Hingga membuat keduanya terkulai lemas di atas kasur.


Setelah semuanya selesai, tak lupa Ezza mencium kening istrinya itu, mengucapkan terima kasih untuk apa yang ia jaga selama ini.


"Terima kasih untuk semua yang telah kamu jaga sepenuh hati, Candy, aku sangat mencintaimu."


Candy yang sudah kehabisan tenaga hanya bisa tersenyum, lalu terlelap setelahnya. Begitu pula dengan Ezza yang kemudian menyusul istrinya tidur.


.


.


🍃Keesokan harinya.

__ADS_1


Candy merasakan tubuhnya remuk redam, apalagi bagian intinya masih terasa sakit akibat pembobolan gawang semalam.


"Aduh, kenapa rasanya sakit sekali," ucap Candy sambil memegangnya.


Ezza yang merasakan pergerakan pada kasurnya segera membuka mata. Dilihatnya punggung Candy yang masih terbuka dan terlihat lebih bening dari semalam membuat Ezza menelan salivanya dengan berat.


Belum lagi Ezza junior yang entah sejak kapam terbangun kembali hanya karena punggung mulus Candy terpampang nyata. Ingin menerkam tapi ia urungkan, terlebih lagi Ezza baru sadar jika istrinya pasti masih sakit karena perbuatannya semalam.


Ezza menepuk bahu Candy dengan perlahan. Tapi tetap saja membuang Candy terjingkat karena kaget. Reflek ia menoleh.


"Mas, ada apa?"


"Maaf, karena telah membuatmu sakit."


"Sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang istri, jadi kapan pun Mas minta, aku usahakan untuk tidak mengecewakanmu," ucapnya sambil tertunduk.


Ezza menggenggam tangan Candy dan mengecupnya.


Candy tersenyum, apakah Ezza akan melakukan seperti yang tertulis di novel yang ia baca? Entahlah, tapi yang pasti Ezza pasti melakukan yang terbaik untuknya.


Beberapa saat kemudian Ezza keluar dari kamar mandi lalu mendekati Candy.


"Ayo aku antar ke kamar mandi," pinta Ezza dengan lembut.


"Nggak usah, Mas, aku bisa sendiri," tolak Candy dengan halus meski pada kenyataannya masih terasa sakit dan ngilu.


Ezza yang sudah hafal sikap Candy langsung menggendongnya dengan penuh kelembutan menuju kamar mandi. Sesampainya di sana, Ezza tak kunjung keluar, bahkan seolah ingin menikmati tubuh Candy yang masih polos itu. Tentunya pandangan Candy menjadi berubah.


"Inikah pria yang dimaksud menghargai wanitanya?" pikir Candy.

__ADS_1


"Kenapa nggak segera mandi berendam, itu sudah aku kasih sedikit aromatik dan ramuan biar nggak sakit."


"Ha-ah?"


Melihat istrinya kebingungan membuat ia sedikit gemas, hingga akhirnya Ezza membantu Candy mandi. Memang benar setelah berendam rasanya tubuhnya kembali segar. Hingga daerah miliknya tak lagi kesakitan.


Dengan setia Ezza menunggu Candy mandi, bahkan Ezza juga telah meminta pelayan untuk menyajikan sarapan pagi di kamarnya. Beberapa saat kemudian, ritual mandi telah selesai dan Candy segera keluar dari kamar mandi. Tapi Candy kaget melihat Ezza masih betah berdiri di depan pintu.


"Nungguin siapa, Mas?"


Ezza yang grogi malah salah menjawab.


"Lagi nunggu angkot cinta lewat."


"Ha-ah, di mana?"


"Di hatimu, wkwkwk."


"Nggak lucu!" ucap Candy sambil merengut.


"Wkwkwk, wanita yang manis," batin Ezza dengan menggeleng.


Setelah melihat suaminya yang menyebalkan itu, Candy melangkah menuju walking closed untuk memilih pakaian yang akan ia kenakan.


Tapi tangan Ezza dengan nakalnya melingkar manis di pinggang Candy membuat Candy kehilangan konsentrasinya. Tiba-tiba saja hawa panas menyergap keduanya. Lalu apakah ayang akan terjadi di pagi itu?


.


.

__ADS_1


Setelah part ini othor akan secepatnya menutup cerita indah Candy dan Ezza. Yang sudah gemas mana suaranya, maaf ya, karena othor 1 bulan ini dalam keadaan tidak baik-baik saja, dan sering drop kondisi tubuhnya, akibatnya novel ini mundur dari jadwal END-nya, maaf ya🙏


__ADS_2