
Happy reading all😘
.
.
...Ketika cinta mulai diuji...
...Bukan hanya perasaan dan waktu yang terbuang...
...Melainkan sebuah pengorbanan...
...Seiring waktu yang terus berjalan...
...Kesucian cinta akan mengalahkan segalanya...
...Menggores tinta yang baru...
...Untuk asa yang terindah...
...⚜⚜⚜...
"Candy ..." panggil Tuan Hadi ketika melihat menantunya datang.
"Iya Pa."
"Duduklah nak."
Candy ahirnya duduk tepat di hadapan meja merja ayah mertuanya. Keheningan mulai tercipta diantara keduanya. Dalam ruangan kerja itu hanya terdengar detak dari penunjuk waktu yang terus berputar.
Tuan Hadi menghela nafasnya, sembari memejamkan mata sejenak. Lalu ia mulai menceritakan segalanya pada Candy.
"Ta-tapi pa, aku sama sekali tidak mengetahui semua hal tentang urusan kantor," ucap Candy tak enak hati pada ayah mertuanya itu.
"Tetapi saat ini papa sama sekali tidak percaya pada siapapun kecuali padamu."
"Kalau kamu tidak mau, bagaimana nasib para karyawan setelah ini?"
Pertanyaan Tuan Hadi membuat gejolak aneh dalam dirinya. Satu sisi ia ingin membantu tetapi di sisi lain ia takut tidak bisa mengatasi kekacauan di dalam perusahaan.
"Baiklah pa, demi kebaikan kita semua, aku akan mencobanya."
"Tapi ..."
"Tapi apa Candy?"
"Aku ada rencana lain dan semoga ini berhasil."
Entah ide itu muncul darimana sehingga membuat Tuan Hadi geleng-geleng kepala. Ia tidak menyangka di balik penampilan yang biasa dari menantunya, terdapat banyak sekali ide segar untuk membangkitkan kembali perusahaannya.
"Baiklah, lalukan apapun yang sekiranya bisa membuat perusahaan kita bisa bertahan. Papa percaya padamu."
Ahirnya mulai besok Candy sudah resmi bekerja di perusahaan H&W Group.
.
.
Sementara itu di balik jeruji besi...
"Bagaimana Bro, apa kau baik-baik saja setelah menemui istrimu?" tanya salah seorang napi.
Ezza menggeleng perlahan, ia mulai terduduk di dinding yang berada di selnya. Pandangan matanya menyiratkan penyesalan yang mendalam.
Salah seorang napi tersebut kemudian mengikutinya duduk di samping Ezza.
"Sabar Bro, aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Oh ya lusa aku sudah mulai pindah ke RUTAN, karena persidanganku yang pertama akan di gelar."
Ezza menoleh, "Lalu?"
__ADS_1
"Kamu sabar, semoga kasusmu segera selesai dan kamu bisa menyusulku di RUTAN yang sama denganku."
"Haruskah aku bersyukur?"
"Apapun ujian hidup kita, harus disyukuri karena tidak semua ujian itu menyakitkan, ada kalanya kita di terpa ujian terus itu karena bukti cinta Allah pada kita."
"Ujian akan mendewasakan dan membuka jalan pikiran kita, karena kita tidak bisa memandang satu masalah dari satu sisi saja, melainkan posisikan dirimu dari berbagai sudut pandang."
"Disitu kamu akan menemukan nikmatnya berkah dibalik sebuah ujian."
Kata-kata dari napi barusan membuat Ezza tersentil, bagaimana bisa seorang napi memberinya argumen seperti itu. Tetapi setidaknya memberikan pelajaran untuknya agar bisa tegar melewati ujian kali ini.
"Thanks Bro."
"Sama-sama, ya sudah ayo kita sholat dulu," ajaknya pada Ezza.
Ezza yang sebelumnya jarang beribadah, ahirnya memulai kebiasaan barunya untuk kembali mendekatkan diri pada sang pencipta. Mungkin benar inilah jalan Tuhan agar ia kembali ke jalan yang benar.
.
.
Keesokan harinya...
...⚜⚜⚜...
...Perusahaan H&W Group...
"Selamat pagi, maaf jika undangan meeting kali ini terkesan mendadak," ucap Tuan Hadi membuka suara.
"Singkat saja, karena hari ini saya akan berangkat ke Jepang, maka selama kepergian saya menantu saya Candy Salsabila akan menggantikan posisi saya sejak saat ini."
"Ha-ah!"
Para hadirin rapat saling memandang satu sama lain, dari wajah mereka hampir dipastikan sembilan puluh persennya menolak dan meragukan kemampuan Candy.
"Jadi keputusan apapun yang ia ambil akan menjadi sebuah keputusan mutlak. Sama seperti ketika saya memimpin perusahaan ini."
"Mohon maaf sebelumnya jika keputusan yang saya ambil ini sudah saya putuskan secara sepihak. Karena kondisi perusahaan yang belum stabil oleh karenanya saya mengambil keputusan ini."
"Jika kalian meragukan kemampuannya maka saya yang akan menanggungnya," ucap Tuan Hadi final.
Semua hadirin tampak saling memandang satu sama lain. Ahirnya mereka memberikan kesempatan pada Candy untuk memimpin perusahaan H&W Group.
"Sebelumnya saya minta maaf jika kehadiran saya membuat kalian bertanya-tanya."
"Saya juga tidak berpengalaman dalam bidang ini, hanya saja saya mempunyai beberapa rencana untuk mempertahankan perusahaan."
Semuanya hening.
"Dan saya minta kerja sama dari semuanya, semoga kita bekerja sama dengan baik. Terimakasih."
Tak lama kemudian, Candy mulai mempresentasikan beberapa rencana untuk satu minggu kemudian. Hingga ahirnya mereka terpukau akan rencana Candy barusan.
"Gak nyangka Tuan Hadi memiliki menantu seperti dia."
"Semoga setelah kepemimpinannya perusahaan bisa menjadi lebih baik. Aamiin."
Rapat pagi itu selesai dengan cukup baik. Semua tampak bahagia setelah pertemuan selesai.
"Semoga kamu bisa menyelamatkan perusahaan, Candy," doa Tuan Hadi pagi itu.
Ahirnya Tuan Hadi bisa berangkat ke Jepang dengan tenang kali ini.
.
.
...⚜⚜⚜...
__ADS_1
...Kepulauan Maldives...
"Bagaimana sayang, apa kau suka?" tanya Arga sambil memeluk pinggang Delima.
"Hmm, suka banget, makasih ya, ahirnya kamu memenuhi janji kamu saat itu."
"Apapun yang kamu inginkan pasti akan aku kabulkan sayang."
"Tapi aku takut..."
"Takut apa sih?"
"Takut kalau polisi curiga sama kita?"
"Kenapa begitu?"
Delima berbalik dan memandang wajah kekasihnya itu. Ia pun meraba rahang kokoh milik kekasihnya.
"Kamu tidak tau, kalau Ezza dan keluarga Hadi Wijaya itu susah dirobohkan?"
"Masa?"
"Iya, mungkin saja saat ini kita yang beruntung tetapi setelah ini aku tidak tau ..."
"Sudahlah, orang-orangku akan membereskan semunya kamu tenang saja oke."
"Hmm ..."
"Sudahlah sayang, kita nikmati saja liburan kita kali ini, lalu sesudah ini kita menikah."
"Benarkah?" tanya Delima senang.
"Hu-um, apa kamu tidak mau menikah denganku, hmm?"
"Mau banget sayang, terimakasih untuk semuanya."
Tanpa ragu, Delima memeluk kekasihnya itu dengan erat sambil tersenyum licik.
"Lihatlah Ezza, setelah aku melepaskan sampah sepertimu, kini aku mendapatkan sebongkah berlian," ucap Delima dalam hati.
.
.
Sedangkan kasus Ezza terus bergulir dengan cepatnya. Tidak ada yang bisa membantu meringankan tuntutan Ezza kali ini.
Bahkan Tuan Hadi sudah membayar pengacara handal untuk membantu menghandle kasus lali ini. Tetapi nyatanya hukum tidak bisa di tembus dengan seenaknya. Apalagi semua bukti mengarah pada Ezza.
Di dalam jeruji besi, mata Ezza semakin terbuka. Di sana ia mendapatkan banyak pelajaran berharga. Bahkan kini ia belajar merasakan bagaimana jika hidupnya hanya bergantung pada seseorang, yaitu Candy.
"Mas, maafkan aku karena mungkin setelah ini aku akan jarang menemuimu, terapi aku janji aku akan berusaha semampuku untuk segera mengeluarkanmu dari sini."
"Iya sayang, aku percaya padamu, jaga kandungan kamu baik-baik ya, dan maaf ..."
Candy tak kuasa melihat suaminya tak berdaya kali ini. Ia pun meraih tubuh suaminya lalu mendekapnya erat.
"Maafkan aku ..." ucap Ezza lirih.
"Mas aku sudah memaafkan kamu."
"Terimakasih untuk semuanya."
Lalu mereka saling menguatkan satu sama lain. Waktu yang singkat membuat mereka hanya membahas inti-inti permasalahan saja. Sampai ahirnya waktu kembali memisahkan mereka.
Di saat ia sibuk, Candy masih menengok Ezza sembari mengurus semua prosedur hukum yang dijalani suaminya. Di saat Ezza terpuruk, hanya Candy-lah yang datang membawa bukti ketulusan cintanya.
.
.
__ADS_1
...🌹Bersambung🌹...
Â