Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
KEJUTAN


__ADS_3

"Saudara Rean Ezza Hadi Wijaya?"


"Saya pak."


"Silahkan ikut saya."


"Hati-hati Bro."


"Makasih ya."


"Yo-a, semoga persalinan istri lo lancar ya."


"Makasih."


Ezza ahirnya mendapatkan surat jaminan bebas bersyarat satu kali dua puluh empat jam. Surat yang diajukan oleh pengacara Keluarga Hadi Wijaya ahirnya mampu menembus dinding hukum meski hanya satu hari kebebasan yang ia dapatkan.


Saat ini ia bersama pengacaranya sudah berada di kantor pusat, untuk menandatangi surat-surat dan berkas-berkas dari kepolisian. Setelah semua berkas terpenuhi, Ezza segera dibawa keluar dari RUTAN, tentunya dengan dua pengawal resmi dari kepolisian.


"Alhamdulillah bisa keluar dari sini," batin Ezza bahagia.


.


.


Sementara itu di sekolah Daffin.


"Terimakasih Bu Guru, saya permisi."


Pengasuh Daffin dan juga Daffin segera berpamitan pada wali kelasnya untuk segera pulang. Beberapa menit yang lalu, Tuan Hadi memutuskan untuk mengajak Daffin ikut serta ke rumah sakit. Ia tak mau meninggalkan Daffin di rumah karena semua anggota keluarga inti akab pergi ke rumah sakit untuk menemani Candy melahirkan.


"Hati-hati ya sayang, semoga persalinan mama kamu lancar."


"Terimakasih Ibu Guru, Daffin pamit pulang, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Tak lupa Daffin salim kepada wali kelasnya dan melambaikan tangannya ke arah teman-temannya.


Setelah selesai berpamitan, ahirnya mereka segera pergi dari sekolah menuju kediaman Keluarga Hadi Wijaya terlebih dahulu.


.


.


Sedangkan di rumah sakit, kepanikan masih terjadi. Tenaga medis masih secara bergantian mengechek kondisi Candy. Kedatangan Candy bagaikan orang penting di rumah sakit tersebut. Fasilitas yang diberikan juga merupakan fasilitas terbaik di kelasnya.

__ADS_1


Di lengan Candy sudah dipasang infus untuk mengisi cairan di tubuh Candy. Hampir setiap tiga puluh menit dokter Richard ataupun para tenaga medis bergantian untuk mengechek kondisi Candy.


Sebenarnya Candy belum merayakan kontraksi tetapi karena air ketuban sudah bocor, mau tak mau bayi itu harus segera dikeluarkan. Sayangnya Candy tidak mau menempuh jalan operasi, sehingga tindakan medis lain harus diberikan padanya agar ia bisa merasakan kontraksi.


Beberapa jam lalu ia sudah diberikan obat induksi lebih awal. Tetapi sampai sekarang obat itu belum bereaksi.


"Bagaimana kondisi pasien sus?"


"Masih pembukaan satu dok."


"Oke lima belas menit lagi segera chek ulang ya, takutnya pembukaannya semakin bertambah."


"Baik dok."


"Bertahanlah Candy... aku yakin kamu bisa," doa dalam hati dokter Richard.


.


.


...⚜⚜⚜...


...Kediaman Hadi Kusuma...


"Bibik, bibik ..."


"Daffin sudah dijemput dari sekolah?"


"Masih dalam perjalanan Pak."


Sebelum mereka selesai berbicara ada suara mobil berhenti di depan rumah.


BRUM ... BRUM ...


Sebuah mobil fortuner hitam terparkir rapi di halaman rumah. Dari dalam mobil itu, keluarlah empat orang lelaki bertubuh tegap. Salah satu diantara mereka adalah Ezza.


Ezza menatap lekat rumah besar di depannya ini.


"Ahirnya aku kembali."


Tak mau menghabiskan waktu dengan percuma ia segera masuk ke dalam rumah.


TAP ... TAP ... TAP ...


"Assalamu'alaikum ..." sapa Ezza ketika memasuki rumah itu.

__ADS_1


Seketika Tuan Hadi menoleh ke arah pintu utama. Suara yang selama ini ia rindukan terasa begitu dekat. Tak mau tertuju dengan mimpinya lagi ia pun mencubit tangannya sendiri.


CKIT!!


"Sakit," cicitnya.


Ternyata dia tidak sedang bermimpi saat ini. Di pintu utama sudah terlihat sosok yang sangat ia rindukan saat ini. Di sana sudah berdiri Ezza yang didampingi pengacara keluarganya dan dua orang polisi yang masih berpakaian lengkap dengan atributnya.


Ezza berjalan perlahan lalu mendekati ayahnya itu lalu salim padanya. Tangan tua itu segera memeluk tubuh putranya itu.


"Ezza ..."


"Ayah, maafkan aku ..."


"Maafkan ayah nak yang tak sempat mengunjungimu."


"Gak apa-apa sayang, oh ya kenapa kau bisa kesini?"


Ezza pun menoleh, dan benar saja di belakang mereka ada satu pengacara keluarga dan dua orang polisi berseragam lengkap.


"Ada apa ini Pak?" tanya Tuan Hadi sedikit kebingungan.


"Semua ini atas ide dokter Richard pa, ia ingin aku bisa menemani Candy saat melahirkan."


"Syukurlah kalau begitu."


"Oh ya, cepatlah bersiap-siap, sebentar lagi kita berangkat ke rumah sakit."


Lalu pengacara mereka menjelaskan semuanya. Dengan segera mereka berganti pakaian agar Daffin tidak curiga dengan kedatangan mereka nanti.


"Sebaiknya kamu bersih-bersih dahulu karena sebentar lagi, putramu akan kembali dari sekolah."


"Baik ayah."


"Oh iya, apa kedua bapak ini bisa berganti dengan pakaian biasa, aku takut cucuku akan curiga akan hal ini."


"Biar saya yang berbicara pada mereka."


Selama Ezza bersiap-siap, kedua polisi tersebut juga berganti pakaian biasa. Benar saja lima belas menit kemudian, Daffin pulang dari sekolah.


BRUM ... BRUM ... BRUMMM ...


Setelah mobil berhenti, Daffin segera berlari ke dalam rumah.


.

__ADS_1


.


...🌹Bersambung 🌹...


__ADS_2