Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
PERJUANGAN DIMULAI


__ADS_3

Happy reading all 😘


"Jalannya hati-hati sayang," ucap Ezza sembari menggenggam tangan Candy saat menuruni tangga.


"Iya mas, bawel banget sih, lagian ini juga masih trimester awal."


"Hmm, meski trimester awal kita harus menjaganya sebaik mungkin."


"Iya ...."


Kehamilan Candy semakin membesar, segala perhatian dari Ezza selalu tercurah untuk istri kesayangannya itu. Begitu pula dengan perhatian dari ayah mertuanya.


"Hari ini jadwal chek-up kan?"


"Iya," jawab Candy.


"Ya sudah kita berangkat," ajak Ezza pada Candy.


Sejak ia diketahui hamil, semua anggota kelurga terlihat bahagia. Terlebih Ezza, bahkan ia rela meminta ijin pada ayahnya hanya untuk mengantar Candy periksa kehamilan.


"Semoga kehamilan kali ini baik-baik saja ya, Mas."


"Aamiin."


Kedua sepasang suami istri itu kini terlihat mesra seperti dulu, bahkan lebih mesra ketimbang saat kehamilan Daffin.


Sepanjang perjalanan ke rumah sakit mereka saling mengulas senyum dan sesekali tangan Ezza mengusap perut Candy.


"Mas, awas mobil di depan kita... aaarggghhh," teriak Candy.


Hosh ... Hosh ... Hosh ...


(Ternyata semua hanya mimpi)


Nafas Candy terengah-engah, ia pun meraih satu gelas air putih yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya lalu meminumnya hingga tandas. Tetapi hal itu tak mengurangi deru nafasnya yang masih memburu.


"Astaghfirullah, Mas, ternyata aku kembali bermimpi tentangmu, hiks ... hiks ...."


Candy terisak dalam tangisnya. Seminggu yang lalu ia baru saja chek-up kandungan bersama suaminya. Tetapi kini Ezza tak bisa lagi menemaninya dan satu hal yang pasti, Ezza sedang kedinginan di balik jeruji besi.


Karena beban pikiran yang terus bertambah, ia pun memilih untuk mengadukan segala kegundahan hatinya pada sang pemilik kehidupan.


Candy mengambil air wudhu lalu menunaikan ibadah sholat tahajud di sepertiga malam. Tak lupa ia mendoakan suami dan juga Ibu mertuanya.


"Ya Allah, jika dengan ujian ini akan mengembalikan semua kebahagian kami yang pernah hilang, aku ikhlas."


"Jika dengan ujian ini engkau mencoba mendewasakan hamba, aku ikhlas."


"Tetapi ampunilah dosa-dosa kami, ampuni dosa suami hamba, dan juga dosa Ibu mertua hamba, Aamiin."


Ia pun menutup doanya dengan menitipkan segala rindu pada sang suami.


"Mas, semoga kamu baik-baik di dalam sana, Aamiin."


Saat ini memang Ibu mertuanya masih terbaring lemah di rumah sakit karena terkena serangan stroke ringan. Tentu saja Nyonya Hadi masih tidak bisa menerima ketika putra kesayangannya masuk penjara.


...⚜⚜⚜...


...Di dalam POLRESTABES...


Selama proses masa penyelidikan perkara masih berlangsung, Ezza masih ditahan di dalam ruang tahanan milik POLRESTABES.

__ADS_1


"Hei lu, ganteng kok jadi pesakitan kek gini, masalah lu apa?" tanya salah satu pidana.


"Pasti pencabulan ya, wkwkwk," seru tahanan lain.


"Bukan, tetapi atas dasar kasus penipuan dan penggelapan dana perusahaan."


"Wkwkwk, main lu kurang licin sih, makanya ketauan."


"Entahlah, yang pasti aku ingin segera keluar dari sini."


"Sabar, nikmatin aja dulu, mungkin sehabis ini lu bisa lebih bahagia."


"Gue aja masih nunggu dipindah kok, sans, Bro."


Begitulah obrolan sesama tahanan yang satu sel dengan Ezza. Beruntung teman satu selnya tidak se-anarkis sel sebelahnya.


Tetapi jauh di lubuk hatinya, ia sangat merindukan Candy dan calon bayinya. Apa boleh buat mungkin Tuhan sedang menghukumnya.


"Maafkan aku, sayang," ucapnya sambil memegangi jeruji sel miliknya.


Saat ini ia satu sel dengan para tahanan lain. Kasus yang menjeratnya adalah kasus penipuan dan penggelapan dana perusahaan.


Ezza harus menjalani prosedur hukum yang berlaku. Karena tidak ada yang bisa atau pun mengeluarkan Ezza meski dengan uang jaminan.


Hal itu terjadi karena setelah Ezza ditahan, selama satu kali dua puluh empat jam, tidak ada yang menjaminnya akibatnya proses hukum terus berjalan.


...🍃...


Saat ini Candy harus terlihat kuat di depan semuanya, meski hatinya rapuh tetapi ia harus tetap kuat. Karena ada orang-orang yang bergantung padanya.


"Selama Daddy berada di luar negeri, Daffin yang akan menjaga Mommy dan dedek, Moms gak perlu hawatir."


"Iya sayang, makasih ya," ucap Candy terenyuh akan perkataan putranya.


Terlebih Daffin sangat bahagia karena kedatangan calon adiknya. Ia bahkan setiap hari selalu mengingatkan Candy untuk makan makanan bergizi.


"Terimakasih sayang sudah menjadi calon kakak yang baik buat adik."


"Sama-sama Moms."


Daffin juga tidak tau kalau ayahnya ditahan polisi, yang ia tau ayahnya sedang tugas ke luar negeri untuk waktu yang lama.


Padahal saat ini usia kehamilan Candy sudah memasuki minggu kedua belas, tetapi Ezza malah terjerat hukum.


...🍃...


 


Meski Candy hamil besar, ia lah orang pertama yang berdiri di garda terdepan untuk membela suaminya.


"Kamu mau kemana?"


"Mau menjenguk Mas Ezza di sana, Pa."


"Ya sudah, Papa titip salam buat Ezza, maaf Papa harus menghandle pekerjaan selama Ezza pergi. Kalau ada apa-apa segera hubungi Papa."


"Iya, Pa."


Setelah Daffin pergi, Candy segera bergegas menuju polres. Ia belum tau jadwal pasti tentang kunjungan besuk disana. Ia pun datang karena undangan jaksa penuntut umum.


Dengan diantar sopir ia pun menuju POLRESTABES. Sesampainya disana, ia menuju pos penjaga. Tetapi sayangnya pos penjaga ada disebelah dalam setelah ia melewati pintu detektor.

__ADS_1


"Ya Allah permudah jalanku kali ini, Aamiin."


Dengan langkah sedikit ragu, ia pun lolos dari pintu detektor, lalu sesudahnya ia sampai di pos jaga.


"Selamat pagi, Mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah seorang polisi yang berjaga.


"Pagi Pak, maaf saya mendapat panggilan dari penyidik untuk kasus suami saya."


"Maaf untuk siapa dan kasus apa ya?"


"Untuk tahanan bernama Rean Ezza Hadi Wijaya dengan kasus penggelapan dana perusahaan."


"Oke, saya chek dulu ya Mbak, boleh saya melihat surat panggilan Anda.


"Boleh, Pak, silahkan!"


Lalu Candy memberikan surat panggilan miliknya untuk diperiksa. Terlihat polisi itu mengechek beberapa data lalu kembali ke tempat Candy.


"Iya, Mbak sudah ditunggu beliau di ruangannya sekarang."


"Oh ya terima kasih, Pak."


"Maaf Mbak, KTP-nya silahkan di tinggal di sini dan silahkan pakai tanda pengunjung ini."


"Oh iya, Pak, maaf saya baru pertama kali kesini, jadi belum tau."


"Iya, tidak apa-apa, nanti mbak akan diantar bapak ini sampai kesana."


"Terima kasih."


Lalu Candy pun segera menuju ke tempat penyidik


...🍃...


Mendengar suaminya masuk penjara membuat Delima leluasa bermain dengan kekasihnya, Arga.


"Sayang, terimakasih sudah membantu aku buat kasih pelajaran sama Ezza."


"Sama-sama sayang, apa sih yang enggak buat kamu."


"Terimakasih juga sudah ngajak aku jalan-jalan kesini, aku suka banget," ucap Delima sambil memandang lautan lepas di depannya kini.


Maklum saja ia bersama sang kekasih baru saja sampai di kepulauan Maldives untuk liburan. Padahal sebelum ini ia sudah mendapat panggilan dari kantor polisi sebagai saksi seperti Candy saat ini. Tetapi ia malah pergi dan mengacuhkan surat panggilan itu.


...⚜⚜⚜...


..."Sesuai UU, memang seseorang “diberi kesempatan” untuk satu kali tidak hadir tanpa alasan, lebih dari itu, penyidik dapat menjemputnya dengan Surat perintah membawa."...


...⚜⚜⚜...


Bahkan kini Delima terkesan alergi dengan Ezza karena posisinya ia sudah masuk penjara.


 


Sedangkan Nyonya Hadi yang mendapati kenyataan itu terpuruk, ia mengalami serangan stroke dan dirawat di rumah sakit.


.


.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


...Semoga suka dengan part ini....


__ADS_2