
Happy reading allš
.
.
"Mommy ..." teriak Daffin ketika melihat mamanya pulang.
Dengan perut sedikit besar, Candy menghampiri putra semata wayangnya.
"Hello sayang, mama sudah pulang," ucapnya sambil memeluk putranya itu.
"Dedek tidak kenapa-napa kan Mom?"
"Alhamdulilah, dia baik-baik saja disini."
"Yeaayyy ..." soraknya dengan bahagia.
Lalu ia pun menoleh ke arah belakang. Dilihatnya sosok lelaki tampan dibelakang mamanya tersebut.
"Om ganteng ini siapa?" tanya Daffin polos.
"Hello ... kenalin, om dokter pribadinya mama dan calon adik kamu."
"Wuihhh, keren!" ucap Daffin sambil mengacungkan kedua jempol ke arah dokter Richard.
Hal polos yang dilakukan Daffin membuat ketiga orang disana menjadi terkekeh. Lalu pengasuh Daffin segera mengambil barang-barang Candy dan membawanya ke kamar.
"Ya sudah, Daffin ke kamar dulu ya, mama mau bicara dulu sama dokternya."
"Oke Moms, ... oh ya om dokter ganteng Daffin ke kamar dulu ya," pamitnya.
"Iya sayang," ucap dokter Richard ramah.
"Da-dah ..."
Lalu Daffin melambaikan tangannya ke arah dokter dan dibalasnya lambaian tangan Daffin.
Sesaat kemudian datanglah Mbak Sari ke ruang tamu dengan membawakan minuman dan camilan.
"Loh, dokter handsome ini, ya Allah," batinnya.
Tak lupa ia segera menaruh minuman dan sedikit camilan disana.
"Silahkan diminum dokter," ucap Mbak Sari basa-basi.
"Iya terimakasih, loh ini kan mbak yang pertama kali mengantar kamu ke rumah sakit?"
"Iya dokter, nama saya Sari," ucapnya sambil senyam-senyum.
"MasyaAllah, dokternya masih inget aku," gumamnya dalam hati.
"Oh alhamdulillah kalau begitu, saya bisa minta tolong pada kamu, boleh?"
"Bo-boleh, boleh banget dok, mau minta tolong apa?" tanyanya dengan semangat penuh.
"Selama Ibu Candy di rumah, tolong jagain dia ya, karena tidak setiap jam saya bisa bolos kerja, he he ..."
"Asiap bos!" ucapnya sambil hormat.
"Tuh kan bolos, katanya demi aku, dasar dokter bu-aya! Awas aja nanti aku lapor papa," batin Candy sambil melotot ke arah dokter Richard.
Dokter Richard yang masih tertawa karena tingkah polah pembantu rumah tangga Candy menjadi terdiam ketika melihat Candy melotot padanya.
"Woh, mode marah nih kayaknya, lebih baik segera kembali ke rumah sakit sekarang."
"Ehem ... ehem ... Candy karena kamu sudah sampai rumah, maka aku pamit dulu oke."
__ADS_1
Candy hanya mengangguk mengiyakan permintaan dokter di depannya itu.
"Oke semuanya aku pamit dulu, assalamu'alaikum."
"Jangan lupa diminum obat dan vitaminnya oke," seru dokter sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Candy.
"Woaaa... ommo... nyah .. nyonyah dokternya ganteng bingits," seru Mbak Sari sambil menarik-narik baju Candy.
Candy hanya geleng-geleng menanggapi perlakuan pembantunya itu. Tak mau ambil pusing ia pun beranjak dari ruang tamu menuju kamarnya.
.
.
Di sebuah rumah kontrakan.
Setelah membasuh dirinya dengan air shower begitu lama, dan membersihkan dirinya dengan air sabun, Delima mengakhiri kegiatan siang yang memilukan itu.
"Dasar sopir taksi si-alan, beraninya berbuat mes** padaku," omelnya sepanjang perjalanan dari kamar mandi.
Dengan tertatih, ia keluar dari kamar mandi lalu mulai mencari baju-baju lamanya.
"Hhh, mana bajunya gak bisa dipakai, terpaksa deh pakai baju ini," ucapnya sambil menenteng salah satu daster motif doraemon itu.
Setelah beberapa saat, ahirnya ia selesai berganti baju. Dilihatnya tubuhnya di pantulan cermin.
"Pantes aja dia tertarik, orang body gue goals banget," ucapnya sambil memuji dirinya sendiri.
Kini ia hanya bisa menggunakan daster, karena kondisi kakinya yang masih bengkak, akibatnya ia tidak bisa menggunakan baju-baju se** kesayangannya.
Sebenarnya Delima memiliki tubuh yang bagus, hanya saja masih bagus tubuh Candy. Sebab, meskipun Candy sedang hamil, tidak terjadi pembengkakan yang berarti pada dirinya.
Sedangkan belum hamil saja tubuh Delima sudah over semok, bisa-bisa setelah melahirkan bisa bengkak kaya "gajah".
(maaf ya othor agak gumush sama markonah, eh Delima)
Mau tak mau ia pun mengambil ponselnya untuk memesan makanan.
.
.
...āāā...
...Mount Elizabeth Hospital, Singapura...
Davin sudah dioperasi, kini ia pun sudah dipindahkan ke ruangan PACU.
..."RuangĀ pemulihan (Recovery Room) atau disebut juga Post Anesthesia Care Unit (PACU) adalahĀ ruanganĀ tempat pengawasan dan pengelolaan secara ketat padaĀ pasienĀ yang baru saja menjalaniĀ operasiĀ sampai dengan keadaan umumĀ pasienĀ stabil."...
Kini ibunya berserta beberapa pengawal selalu bergantian dalam menjaga Arga.
"Selidiki siapa gadis yang bersama anak saya waktu kecelakaan," titah Ibu Arga pada salah satu bawahannya saat dalam sambungan telepon.
"Baik Nyonya."
Setelah melakukan hal itu, kini Ibunya Arga harus memikirkan cara agar wanita itu tidak bisa didekati olehnya lagi.
"Ini pasti karena kecerobohanmu Arga, bahagaimana mungkin kamu bisa satu mobil dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya," geram Ibu Arga sambil memandangi brankar putranya dari kejauhan.
"Nyonya, permisi..."
"Hmm, ada apa?"
"Ini beberapa laporan yang dilakukan oleh Tuan Arga selama beberapa hari kemarin sepulang dari dinas luar negerinya.
Ibu Arga mulai mengamati satu-satu berkas yang diberikan oleh salah satu pengawalnya. Matanya membola ketika melihat kenyataan ia menarik saham dari perusahaan H&W Group dan menjebak salah satu pewarisnya. Bahkan ia menjebloskannya ke dalam penjara.
__ADS_1
"Kenapa ia bisa bertindak bodoh seperti ini?"
Lalu ia mulai menilik lagi berkas-berkasnya.
"Tuan muda juga baru saja pulang dari Maldives? dengan siapa? Kenapa reservasinya dua orang?"
Ia seakan gil* dengan semua kenyataan yang baru saja di dapatnya.
"Pasti ini semua karena wanita itu."
BRAKK!!!
Ibu Arga menutup map ditangannya dengan keras. Lalu ia pun kembali mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Hallo ..."
.
.
Di mansion utama.
"Hallo ... apaaaa!!" ucap Candy terkejut.
Mbak Sari yang mendengar teriakan nyonya mudanya segera berlari menuju ruang tengah. Dengan tergopoh-gopoh ia berlari kencang.
"A-ada apa nyonya?"
"Pa-papa bik, papa kecelakaan..."
"Innalillahi ... trus?"
"Sekarang beliau sudah ditangani tenaga medis di rumah sakit."
Sekali lagi ujian datang pada Candy. Belum lagi ia sembuh dari sakitnya, ada lagi cobaan baru yang datang menghampirinya. Tuan Hadi kecelakaan mobil.
Ā
Setelah mendapat telepon dari rumah sakit, Candy bergegas kembali ke rumah sakit dengan Mbak Sari yang ikut serta bersamanya. Tak lupa Pak Sobri ikut mengantar mereka sampai rumah sakit.
"Nyonya sabar, ingat kandungan nyonya," ucap Mbak Sari mengingatkan.
"Iya mbak."
"Aduh, gimana ini? kok jadi puyeng yah, semoga gak terjadi apa-apa pada Tuan Besar," batinnya.
Sementara itu, terlihat jelas kepanikan di wajah Candy. Kali ini ia tidak bisa berpikir jernih, tiba-tiba saja, Luna menelponnya.
Kring ...
"Kak Luna ..." batin Candy sambil melihat nick name pada ponselnya itu.
Dengan segera ia mengangkat panggilan telepon dari sahabatnya itu.
"Hallo ..."
.
.
...š¹Bersambungš¹...
.
.
...Jangan lupa like, komen dan mawarnya ya kakš„°...
__ADS_1
...Semoga suka dengan part ini....