Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
ARTI KESETIAAN


__ADS_3

"Mas kedinginan, Pa."


"Biarin, biar dia tau gimana rasanya menebus sebuah kesalahan."


Benar saja, Ezza menggigil selepas ia keluar dari air laut. Ia berendam air laut selama kurang lebih tiga puluh menit. Selama itu pula, Candy terlihat sendu memandang wajah suaminya.


Saat Ezza menggigil ia langsung disambut oleh para pengawal yang membawakan baju ganti dan beberapa perlengkapan untuknya. Tetapi saat ia mau berganti pakaian, ia disambut beberapa pengawal yang memandikannya dengan air comberan.


"What's, apa lagi ini?" tanya Ezza tak percaya.


"Sesuai perintah Tuan Besar."


"Untung saja aku belum sempat memakai baju ganti," omel Ezza dalam hatinya.


Terpaksa Ezza harus mandi satu kali lagi dengan air bersih dan pakai sabun. Lalu setelah rapi dna wangi, semua bekas pakaian dan sendalnya ia masukan ke kantong plastik dan diserahkan kepada salah satu pengawal.


Tanpa permisi, pengawal itu langsung pergi ke pinggir laut.


"Heh, mau kemana?"


"Mau buang sial, Tuan."


"Oh."


Lalu dengan gagahnya, Ezza kembali berjalan menuju mobil yang di depannya sudah ada Candy dan ayahnya, Tuan Hadi. Beliau menyambut Ezza dengan rentangan tangan. Beberapa saat setelah tersenyum lebar ia pun memeluk ayahnya dengan sangat bahagia.

__ADS_1


"Selamat datang sayang."


Tuan Hadi mengelus lembut kepala Ezza. Ia menumpahkan segala kerinduan yang menderanya. Begitu pula dengan Ezza, akhirnya ia bisa melewati semua ujian ini.


"Hum, dicuekin, balik ah."


Candy yang merasa dicuekin segera balik badan dan meninggalkan Ezza. Tapi belum sempat Candy beranjak, Ezza meraih tubuhnya dan membawanya dalam gendongan.


Ezza sengaja menggendong Candy ala bridal style menuju sebuah mobil yang siap menjemputnya.


"Kok mobilnya ganti?" tanya Ezza penasaran.


"Mobil yang tadi aku buang, biar sialnya ilang."


Ezza merasa tak nyaman karena sedari tadi Tuan Hadi terus menggodanya. Tetapi Tuan Hadi hanya tersenyum lalu pergi menuju ke dalam mobil. Ia bahkan menutup matanya dan menutup telinganya agar tak ternoda dengan suara-suara aneh pada nantinya.


Setelah mereka semua masuk ke dalam mobil, pak sopir segera membawa mereka pergi meninggalkan tempat itu untuk menuju mansion. Perjalanan panjang siap menanti mereka untuk kedua kalinya.


Candy mendaratkan tubuhnya dalam dekapan hangat suaminya. Suami yang ia rindukan selama beberapa bulan terakhir dan hanya bisa ia gapai saat di dalam mimpi.


...Cinta itu misteri...


...Datang dan pergi sesuka hati...


...Terkadang cinta datang membawa benci...

__ADS_1


...Tapi juga kadang membawa bahagia...


...Setiap cinta itu berbeda...


...Tapi cinta yang sesungguhnya ...


...Akan berlabuh di tempat yang tepat...


...⚜⚜⚜...


.


.


Sementara itu di Rumah Sakit


Hanya bunyi suara mesin yang berada di dekat brankar Delima yang berbunyi setiap harinya. Bahkan tak ada orang atau pun sanak saudara yang datang untuk menjenguk Delima.


Meski ada beberapa orang yang mengetahui berita tentang Delima. Tetapi kebanyakan orang mengabaikannya dan tak mau tau tentang kehidupan Delima lagi.


Mungkin dulu masih ada yang peduli, tetapi di saat mereka tau bahwa ia hanyalah pelakor, maka perlahan mereka pergi. Mereka dekat karena mengincar harta benda Delima, saat ia miskin, jangan ditanya lagi, mereka mundur secara perlahan.


Tetapi ada satu makhluk yang setia menemani dirinya. Tentu saja ia adalah anaknya. Anak iblis yang beberapa waktu lalu lahirkan, kini dengan setia menemaninya.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2