Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
ACARA SYUKURAN KELAHIRAN BABY KAYLA


__ADS_3

Happy reading all😘


.


.


Hari yang ditunggu telah tiba. Mansion milik Keluarga Besar Hadi Wijaya kini tampak ramai. Bangunan yang tak pernah dibuka untuk umum, akhirnya demi merayakan kelahiran Baby Kayla kini dibuka. Beberapa tamu undangan nampak hadir di rumah itu.


Para pelayan juga terlihat sangat sibuk. Untungnya Baby Kayla tidak rewel meski di dalam mansion terlihat cukup ramai. Para kolega bisnis Ezza dan Tuan Hadi berdatangan sejak pagi. Banyak diantara mereka yang membawa bingkisan hadiah.


Mobil-mobil mewah tampak terparkir rapi di depan rumah. Jamuan makan juga sudah dipersiapkan, agar para tamu tidak kelaparan. Tetapi kebahagiaan itu ternyata tidak dirasakan oleh Nyonya Hadi.


Meski sejak kemarin, Candy telah membujuk beliau agar mau ikut bergabung dengan para tamu undangan, tetapi ia sama sekali tidak mau ikut dan memilih untuk mengunci dirinya di dalam kamar. Suster yang biasa membantunya pun tak diijinkan olehnya masuk ke dalam kamar. Tetapi sebelum mulai acara, sehabis subuh, Candy mencoba mengetuk pintu dan meminta restu pada ibu mertuanya agar acara syukuran hari ini bisa berjalan lancar.


"Ma, Mama, bolehkah Candy masuk?" ucap Candy sebelum akhirnya ia membuka knop pintu kamar Nyonya Hadi.


Tak lama kemudian ia pun masuk sambil membawa beberapa pelayan untuk menyiapkan makan dan obat-obatan untuk ibu mertuanya tersebut. Meski Nyonya Hadi belum bangun, Candy telah menyiapkan makanan di atas meja kamar.


Tak lupa ia mendekatkan kursi roda di dekat ranjang Nyonya Hadi. Seorang suster yang biasa merawat ibu mertuanya juga ia tinggalkan di dalam kamar.


"Non, saya takut, nanti kalau Nyonya Hadi marah bagaimana?"


"Marah karena melihat Mbak di sini? Mama nggak akan marah kok. Jadi mbak tenang saja."


Suster itu meski sudah terbiasa bersama Nyonya Hadi setiap hari, tetapi ia tetap saja tak berani padanya. Apalagi kalau melihat ia sedang marah, sudah pasti ia akan pergi dari kamar itu untuk menyelamatkan diri.


Akhir-akhir ini, Nyonya Hadi juga terlihat naik turun emosinya, sehingga ia juga menjaga jarak aman darinya. Candy bisa melihat jelas raut wajah suster itu, tapi ia menyakinkan padanya, kalau semuanya akan baik-baik saja. Setelah itu Candy segera pergi dan mempersiapkan hal yang lainnya.


Sesaat setelah Candy pergi, kedua mata Nyonya Hadi terbuka. Ia pun menoleh ke arah suster. Suster menyadari kalau majikannya meminta ia untuk mendekat.


"Nyonya mau mandi?


Nyonya Hadi mengangguk, lalu perawat itu mulai membantunya masuk ke dalam kamar mandi dan mulai memandikan beliau. Dengan telaten suster membersihkan tubuh majikannya itu. Setelah dirasa bersih dan wangi, ia membawanya masuk kamar dan mengganti pakaian beliau.


Mata Nyonya Hadi tampak memperhatikan menu yang sudah di persiapan oleh menantunya. Suster yang mengerti arti tatapan itu segera menanyakan pada Nyonya Hadi apakah ia mau makan sekarang atau nanti.


"Nyonya mau makan sekarang?"


Nyonya Hadi mengangguk. Lalu suster itu membantunya untuk bersandar pada head board ranjang. Setelah itu, ia menaruh celemek di leher Nyonya Hadi, dan mulai meyuapi beliau dengan menu sarapan pagi.


Sementara itu di luar, tamu-tamu yang datang tampak semakin ramai. Suara mereka bahkan terdengar sampai di kamar Nyonya Hadi yang terletak di paling ujung lantai dua.


Sampai tengah hari, akhirnya tamu spesial yang ditunggu Candy telah datang.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, cantik," sapa Luna setelah sampai.


Luna terlihat makin cantik setelah bertunangan. Kali ini ia juga mengajak Aldi tunangannya untuk datang ke Mansion milik ayah mertuanya.


"Wa'alaikumsalam, senang banget kamu bisa datang."


Kedua sahabat itu saling berpelukan satu sama lain untuk melepas kerinduan.


"Eh, siapa ini?"


"Calon imam gue," bisik Luna malu-malu.


Lalu Aldi menyalami Candy dan memperkenalkan dirinya.


"Aldi, calon suami Luna."


"Candy, sahabat Kak Luna."


Setelah berbasa-basi, kebetulan pengasuh Baby Kayla datang. "Maaf, Nyonya, Baby Kayla sepertinya lapar."


"Oh, iya, Mbak."


"Kak Luna, Kak Aldi, maaf aku tinggal sebentar ya, silakan dinikmati acaranya dulu, maaf ya," pamit Candy sebelum benar-benar pergi dari ruangan itu.


Setelah memastikan sahabatnya nyaman, Candy baru meninggalkan mereka. Sebenarnya ruangannya tidak terlalu jauh. Karena sementara waktu, Baby Kayla berada di ruang tamu yang tak terlalu jauh dari keramaian.


Hal itu tentu saja agar Candy dengan mudah memberikan ASI sewaktu-waktu jika bayinya lapar.


🍃Di dalam kamar Nyonya Hadi.


"Hhhh ...." panggil Nyonya Hadi pada pelayanannya.


"Ada apa, Nyonya?"


Ia menuliskan sesuatu pada secarik kertas, lalu suster itu membacanya.


"Oh, iya, Nyonya, tamu kolega bisnis Tuan hampir semuanya sudah berdatangan."


"Tapi kalau teman sosialita Nyonya, saya kurang tahu."


Nyonya Hadi menghembuskan nafas secara kasar lalu menuliskan kembali keinginannya pada secarik kertas.


"Baik, Nyonya."

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Nyonya begitu ketakutan dan bertanya tentang teman sosialitanya," batin suster itu.


"Elah, biarin aja lah, mending gue nggak usah tahu."


Setelah beberapa saat bermonolog pada dirinya, ia membaca kertas tersebut lalu melaksanakan perintah majikannya itu. Ia segera mengunci pintu tersebut dari dalam kamar.


Sementara itu di bawah, ternyata ada teman-teman sosialita Nyonya Hadi yang turut datang. Mereka mencari keberadaan temannya itu, tetapi sejauh mata memandang, mereka tak menemukannya.


"Eh, Jeng, kemana ya Nyonya Hadi, kok nggak keliatan?" tanya salah seorang dari mereka.


"Iya, masa sudah lama seperti ini, ia masih tidak menyukai menantunya itu, padahal kan cantik dan baik, kok bisa-bisanya ia sangat membenci menantunya itu."


"Iya, udah lah jangan ikut campur, biarin aja yang penting kita nggak ikutan."


"Ho-oh," seru wanita yang lainnya.


Setelah ngerumpi sesaat, mereka segera bergabung dengan tamu undangan yang lainnya. Padahal saat mereka ngibahin Candy, Luna berada tepat di belakangnya.


"Oh, ternyata memang ibu mertua Candy itu mak lampir, pantes aja dia sakit dan nggak sembuh-sembuh," batin Luna.


"Ada apa sih, Sayang, kok kayaknya ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku?" tanya Aldi penasaran.


"Eh, enggak ada apa-apa kok, Sayang. Udah, kita lanjutkan aja makan-makannya, he he he ...."


"Ya sudah, awas aja kamu bohong!" gertak Aldi.


"Iya, Sayang."


Setelah itu, Luna segera bergelayut manja di lengan calon imamnya agar ia tidak marah. Luna segera menggiring calon suaminya untuk duduk di sudut ruangan dan menikmati hidangan yang telah disajikan.


Sementara itu di kamar, Baby Kayla tampak sudah kenyang. Tak lama kemudian, Daffin masuk ke kamar itu untuk menjenguk dan memanggil mamanya karena acara inti akan segara dimulai.


"Hai, Sayang."


"Hai, Mom. Mommy sudah ditunggu kakek di depan, katanya acaranya akan segera di mulai."


"Oke, Kayla juga sudah kenyang kok, yuk kita ke depan."


"Siap, Mommy."


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2