Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
TERUS TERANG


__ADS_3

Happy reading all😘


.


.


Palu dari hakim sudah diketuk. Hukuman untuk Ezza sudah dijatuhkan. Karena Ezza sudah menjalani masa hukuman selama dua bulan, maka satu bulan lagi ia akan dibebaskan dari penjara.


"Selamat ya Za, sudah dapat keputusan dari hakim."


"Terimakasih kak."


"Kok wajahnya tetep murung kek gitu."


"Apa ada hal yang dipikirkan?"


Ezza tampak menghela nafas panjangnya.


"Hmm ... aku kangen keluargaku di rumah."


Ia pun menundukkan kepalanya.


"Sabar, semua akan indah pada waktunya."


"Aamiin."


.


.


...⚜⚜⚜...


...Perusahaan H&W Group...


"Selamat pagi, maaf sudah lama menunggu," ucap Candy membuka meeting pagi itu.


Semua mata memandang takjub istri CEO mereka dahulu. Termasuk tamu penting mereka hari itu.


"Oke semuanya meeting pagi ini kita mulai, silahkan dibaca terlebih dahulu berkas yang ada di hadapan kalian, dan lima menit lagi akan saya presentasikan di depan kalian untuk lebih jelasnya."


Saat ini Candy sudah jauh berbeda dengan dirinya saat dahulu. Dulu memang ia hanya lulusan SMK dan bahkan ia adalah mantan office girls, tetapi berkat kegigihan dan tekadnya ia pun berubah menjadi CEO Wanita pertama di perusahaan itu.


Ia benar-benar menjadi seorang pebisnis wanita yang handal dan cepat memahami kondisi pasar. Beberapa investor yang beberapa waktu lalu sempat menarik saham dari perusahaan H&W kini mulai memberikan kesempatannya kembali.


Beruntungnya kali ini perusahaaan mereka sudsh jauh lebih baik dan mulai bangkit. Bahkan Nyonya Taruna, ibu Arga sangat kagum pada sosok Candy.


Andai saat ini ia belum menikah, sudah pasti Candy akan menjadi menantunya.


Beberapa waktu kemudian meeting selesai. Semua anggota meeting pagi itu tampak puas dengan hasil kerja Candy dan team. Kini Candy pun sedikit bernafas lega. Ia pun segera mendial salah satu nomor di kontaknya.


"Pagi Pak, bagaimana hasil sidang pagi ini?"


"Alhamdulillah Nyonya Candy, hasil sidang sudah diputuskan."


Deg ... Deg ... Deg ...


Detak jantung Candy menjadi tak beraturan saat ini, ia pun menghela nafas lalu melanjutkan sambungan telepon tadi.


"Bagaimana hasilnya Pak?"


"Alhamdulillah Tuan Ezza dijatuhi hukuman kurungan selama empat bulan, karena masa tahanan sudah dijalani selama dua bulan, maka sisanya tinggal dua bulan lagi maka Tuan Ezza bisa keluar."


"Alhamdulillah," ahirnya Candy dapat bernafas lega.


"Terimakasih Pak."


"Sama-sama Nyonya."


Lalu sambungan telepon mereka terhenti. Candy pun kembali ke ruangan meeting untuk mengambil berkas yang tertinggal.


Baru saja ia keluar dari pintu terlihat salah satu kliennya memandangnya dari arah kejauhan.


"Selamat siang Nyonya Taruna," sapa Candy hormat.


"Siang Nona Candy, bolehkah saya meminta waktu Anda sebentar?"


Candy sempat tertegun untuk sesaat lalu kemudian ia tersadar kembali.


"Oh iya, mari ke ruangan saya saja Nyonya."


"Baik."

__ADS_1


Sebelum masuk ke ruangannya, ia sempat mampir di meja sekretarisnya.


"Sin, tolong ambilkan berkas saya yang tertinggal di ruangan meeting ya."


"Baik Nyonya."


Lalu ia bersama Nyonya Taruna segera masuk ke ruang kerjanya.


"Silahkan duduk Nyonya."


"Terimakasih."


"Maaf, kalau boleh tau, ada keperluan apa ya? apa soal persentasi saya kurang memuaskan?" tanya Candy nampak hawatir.


"Bu-bukan."


Nyonya Taruna hanya masih memandang kagum pada Candy.


"Nak, apakah kau ingat dengan ibu ini."


Nyonya Taruna mengeluarkan selembar foto usang dan memberikan pada Candy. Dengan perlahan Candy mulai melihatnya.


"Ibu ini?"


Candy pun mulai mengingat masa lalunya. Sampai ahirnya ia mengingat sesuatu.


"Bukankah ibu ini adalah orang yang aku bantu saat di pasar beberapa tahun yang lalu?"


Candy mulai memperhatikan wanita di depannya.


"Kok mirip ya?"


Ibu itu tersenyum lalu merapatkan duduknya di sebelah Candy. Ia memegang salah satu tangan Candy.


"Nak, itu ibu ..." ucapnya menahan haru.


Sedangkan Candy menutup mulutnya seakan tak percaya dengan situasi saat ini. Ia begitu malu dengan wanita di depannya ini.


Mungkinkah ia tau betapa menderitanya Candy saat ini?


Tanpa ia duga, ibu itu berlutut dilantai.


"I-ibu kenapa seperti ini?"


"Ada apa ini?"


Candy tentu saja bingung dengan kejadian saat ini, terlebih orang yang sedang berlutut di hadapannya ini usianya lebih tua darinya.


"Maafkan anak ibu ya nak..."


"Iya Bu, saya maafkan, tapi tolong jangan seperti ini."


Candy pun mulai membantu ibu itu untuk berdiri.


"Boleh ibu jelaskan apa yang sebenernya terjadi?"


"Jadi begini ..."


Ahirnya teka-teki kenapa suaminya bisa terjerat kasus hukum adalah ulah tangan anak Ibu Taruna. Ia pun meminta maaf untuk hal itu dan berjanji akan mensupport perusahan Candy sampai kembali bersinar.


"Terimakasih banyak Bu untuk semua bantuannya."


"Tak apa-apa nak, sekali lagi ibu meminta maaf untuk semua perlakuan anak ibu."


"Iya Bu."


"Ya sudah, ibu permisi dulu, selamat siang."


"Selamat siang Bu."


Lalu pertemuan pagi itu selesai.


.


.


Polisi juga sudah menemukan dalang dibalik


kecelakan Tuan Hadi. Semua bukti mengarah pada dua pelaku, kini polisi mulai memburu tersangka utamanya.


Sedangkan Delima mulai ketar-ketir ketika baru saja melihat berita di televisi.

__ADS_1


"Bagaimana ini?"


"Mana Arga masih di Singapura?"


Ia pun terlihat mondar mandir di ruangan itu, lalu berhenti untuk sesaat.


"Hmm, atau aku pergi ke kampung saja ya?"


"Tapi dimana?"


"Ahaa... lebih baik aku pergi ke desa si dukun, ia pasti bisa melindungiku untuk sementara waktu."


Lalu dengan tertatih, ia segera mengemasi barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam koper.


"Semoga ini jalan terbaik untukku," gumamnya.


Tak lupa ia menelpon taksi online agar bisa mengantarkannya ke stasiun. Lalu sesudahnya ia akan menggunakan kereta tersebut untuk sampai di kota tempat Ki Parto tinggal.


.


.


Saat ini pikiran Candy harus terbelah kembali pada kesehatan kedua mertuanya serta kandungannya.


Tut ... Tut ... Tut ...


Candy menoleh pada benda pipih di atas meja kerjanya. Lalu ia pun segera meraih benda tersebut.


"Hallo ..."


"Hai Candy, apakabar?"


"Kak Luna ..."


"Iya ini aku, kangen ya?"


"Iya, kakak apakabar?"


"Alhamdulillah baik, oh ya minggu depan kakak mau lamaran nih, kamu datang ya?"


"Alhamdulillah kak, iya, insyaAllah aku datang kak."


"Janji ya."


"InsyaAllah."


"Tapi aku datang dengan siapa?"


"Kamu datang dengan dokter Richard saja."


"Ha-ah kenapa begitu?"


"Karena dia juga aku undang, ha ha ha ..."


"Kalau hal itu aku gak janji kak, maaf."


"Ya udah jangan banyak pikiran, sans aja."


"Ok."


"Ya udah aku balik kerja dulu, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam."


.


.


"Apapun yang terjadi, aku tidak rela melihat kamu menderita Candy, lebih baik aku mendekatkanmu dengannya daripada kamu semakin terluka."


"Maaf Ezza, kamu bukan lelaki terbaik untuk Candy, jadi bersiaplah untuk segera kehilangan Candy setelah ini."


Luna pun segera menutup teleponnya lalu melanjutkan kembali pekerjaannya siang itu.


.


.


...🌹Bersambung🌹...


 

__ADS_1


__ADS_2