Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
MESRA


__ADS_3

Jika di dalam hidup ada sebuah ujian itu artinya sebuah proses yang sedang diberikan oleh Allah untuk mendewasakan kita. Sebagai makhluk Tuhan, kita harus sabar, ikhlas dalam menjalani kehidupan ini. Karena tak ada yang abadi di dunia, maka kita juga harus mencari bekal untuk akhirat nanti.


Satu minggu kemudian, kondisi Arga sudah mulai membaik, bahkan Pak Kyai sangat bersyukur pada pencapaian perkembangan Arga saat ini. Ia tak menyangka jika Arga bisa selamat dari ujiannya kali ini. Karena tidak sedikit pula yang berakhir menjadi gila akibat santet yang pernah ia dapatkan. Mungkin Tuhan sedang berbaik hati kali ini sehingga ia bisa selamat.


Sementara itu urusan pekerjaan di kantor sudah sepenuhnya ia handle dari jarak jauh. Hanya hal ini yang bisa ia lakukan agar putranya benar-benar sembuh dari pengaruh ilmu sihir.


...⚜⚜⚜...


...Perusahaan H&W Group....


Rapat rutin telah selesai dilakukan. Kini Ezza sedang menuju ruangan pribadinya. Hari ini ia sengaja meminta Candy untuk datang ke kantor. Entah kenapa ia tak mau lagi menyia-nyiakan Candy. Ia juga merasa tak cukup jika hanya bersamanya setelah pulang kerja. Oleh karena itu ia pun meminta supir rumahnya untuk mengantarkan istri tercinta ke perusahaannya.


Sedangkan saat ini, sesuai permintaan dari suaminya yang katanya rindu akan masakan istri, sudah membawakan satu rantang makanan spesial untuknya.


Tap ... Tap ... Tap ....


Terdengar deru langkah kaki menuju ruangan CEO itu. Tempat di mana dia menyerahkan dirinya menjadi istri pura-pura dari seorang CEO Rean Ezza Hadi Wijaya. Berawal dari kepura-puraan, kini keduanya semakin dekat dan semakin saling mencintai.


Satu harapan yang selalu dipanjatkan Candy dalam setiap sujudnya adalah kembali hidup bahagia bersama suami dan anak-anak mereka tanpa ada seseorang yang masuk dalam kehidupan rumah tangga mereka.


Hanya ada Ezza, Candy, Daffin dan Kayla. Itu saja sudah cukup membuatnya bahagia. Ia juga selalu berdoa agar suaminya tidak salah jalan lagi.


Semoga apa yang menjadi impiannya segera terwujud, Aamiin.


Tak lama kemudian Ezza benar-benar sudah sampai di ruangannya. Dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya ia mendekati sang istri.


"Assalamu'alaikum, bidadariku ...." sapa Ezza diiringi dengan sebuah kecupan manis di kening Candy.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam, Mas."


Ezza melingkarkan tangannya di pinggang ramping milik Candy. Menuntunnya menuju sebuah sofa berwarna cream di sudut ruangan favorit mereka.


Candy juga tersenyum manis ketika mendapati perhatian dari suaminya tersebut.


"Oh, ya, mau makan siang sekarang atau nanti, Mas?"


"Hm, mau minta makan siang yang lain boleh nggak?" ucap Ezza sembari meniupkan nafasnya tepat di telinga sebelah kanan milik Candy.


Tentu saja Candy tau apa yang diinginkan suaminya saat ini. Candy mencubit gemas dada Ezza, membuat gelak tawa seketika keluar dari bibir Ezza.


"Kamu ngapain sih, Sayang, mau melakukan di sini 'kah?" tanya Ezza genit.


"Dih, sapa juga yang mau itu di sini?" elak Candy sambil membuang muka.


Mau tak mau, ia pun mengimbangi ciuman dari suaminya itu. Sayang tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Tina sang sekretaris baru itu tanpa permisi nyelonong masuk. Hingga membuat langkahnya berhenti lalu permisi keluar.


"Ma-maaf," cicitnya sebelum pergi.


Lalu ia pun segera keluar dari ruangan itu sebab mendapat pelototan tajam dari Bossnya.


Setelah adegan tadi ketahuan salah seorang bawahannya, Ezza mengambil remote untuk mengunci pintu ruangannya itu secara otomatis.


"Hm, Mas sih, pakek gituan di sini," omel Candy setelah aksinya ketahuan.


"Loh, emang aku salah, lagi pula ini ruanganku, Sayang. Salah siapa dia yang tiba-tiba masuk."

__ADS_1


"Hm, iya Pak Bos."


Tak mau berdebat dengan suaminya, Candy memilih untuk segera pergi untuk mengambilkan bekal makanan yang sudah ia bawakan tadi.


"Sayang, jangan ngambek dong, kan pintunya udah aku kunci, maaf tadi kelupaan," ucapnya sambil memeluk manja istrinya dari arah belakang.


"Hm, gitu ya, pakek lupa, kan aku jadi malu, Mas."


"Udah, lanjutin yang tadi yuk, nanggung nih," bisiknya perlahan.


"Aish, apaan sih, Mas. Geli tauk!"


Bukannya mereda, Ezza yang memang sudah mode ON segera mungkin ingin menerjang Candy. Apalagi setelah berhasil mencium si pemilik hatinya itu, keinginannya untuk meminta lebih semakin mendominasi.


Belum lagi tangannya yang aktif bergerilya membuat Candy menggelinjang tidak karuan.


"Mas, stop!" pinta Candy dengan suara paraunya.


Tak menghiraukan penolakan Candy, Ezza segera mendorong sebuah kursi itu hingga terbukalah sebuah ruangan rahasia di sana. Sebuah tempat yang dulu ia pakai bersama Candy di awal-awal pas bikin adonan Daffin.


.


.


Apakah mereka akan membuat adonan lagi, entahlah, author lagi panas dingin, makanya ngajakin kalian biar ikutan panas dingin juga, dah ya, see you papayo all... jangan bosan untuk membaca karya Fany, kecup jauh dari author untuk kalian....


Jaga kesehatan ya, jangan sampai kaya author yang naik turun imunnya...

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2