Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH

Berbagi Cinta: CEO-KU YANG BODOH
TERPIKAT PESONAMU


__ADS_3

POV. EZZA


Sejak lahir selalu dibesarkan dalam kemewahan dan limpahan materi. Kasih sayang dari kedua orang tuanya selalu berlimpah. Tetapi didikan keras dari sang ayah mampu membuatnya tumbuh menjadi seorang lelaki yang mempunyai segudang prestasi.


Usia yang muda, ketampanan, tata krama yang selalu dipegang teguh, kedisiplinan tinggi membuatnya bisa menjadi CEO di usianya yang baru menginjak dua puluh empat tahun.


Kegigihannya dalam menjalankan perusahaan milik ayahnya dalam satu tahun terakhir membuat Ezza langsung masuk ke dalam jajaran anak muda berprestasi dan menjadikannya CEO muda dengan segudang prestasi.


Sayang, kesuksesan dalam pekerjaan tak sesuai dengan kisah cintanya. Sedari kecil, Ezza memang hanya fokus pada study dan manajemen bisnis. Bakat alami dalam bidang seni, dan kepekaan untuk memilih dunia pasar, ternyata berguna dalam mengembangkan usaha Tuan Hadi yang bergerak dalam dunia seni.


Hingga ibunya berniat menjodohkan dirinya dengan wanita pilihannya. Beberapa wanita yang dipilihkan oleh ibunya semuanya ditolak oleh Ezza. Tak ada yang mampu mengetuk pintu hati Ezza.


Sampai suatu hari, ia bertemu dengan Candy. Seorang cleaning service dari perusahaannya yang baru beberapa hari bekerja ternyata mampu mengusik hati Ezza.


Hadirnya Candy bagaikan malaikat di masa-masa tersulit Ezza. Di saat ia terpojok, dan terdesak Candy salah mengantarkan minuman hingga takdir mempertemukan dengan dirinya.


"Candy, maaf karena telah memasukkan dirimu dalam masalahku," ucap Ezza setelah ibunya keluar dari ruangannya.


Candy dengan wajah tertunduk, masih diam seribu bahasa.


"Hm, rasanya susah sekali berbicara dengan gadis ini, lalu bagaimana bisa aku menjadikan dirinya sebagai istriku," batin Ezza.

__ADS_1


Lalu sebuah ide muncul di kepala Ezza. Ia segera menelpon staff bagian HRD untuk mencari data pribadi Candy dan segera memberikan laporan kepadanya.


"Hm, tunggu saja manis, sebentar lagi aku bisa menjeratmu dengan kekuasaan yang aku miliki," batin Ezza sambil memandangi wajah Candy yang tak berani melihatnya sedari tadi.


Lagi pula ia membiarkan Candy terdiam, dan mendiamkan dirinya di ujung ruangannya. Sepertinya membiarkan Candy terdiam di sana adalah solusi terbaik. Bukankah, dia adalah bos, nya?


Tiga puluh menit kemudian, telepon di ruangannya berdering. Ezza segera mengangkat teleponnya, lalu sesaat kemudian ia pun tersenyum.


"Hm, ternyata kamu lulusan desain juga, meski hanya lulusan SMK tapi nilai yang kamu dapatkan cukup lumayan di atas rata-rata. Wajah lumayan cantik, tapi kenapa kamu melamar jadi cleaning service?" batin Ezza.


Candy yang sedari tadi berdiam diri hanya membeku di ruangan ber-AC itu. Beberapa kali hidungnya merembes tidak karuan. Bukan karena bergaya, tapi memang ia tidak terbiasa berada di ruangan ber-AC.


"Haduh, gawat, hidung aku dah nggak bisa diajak kompromi lagi, huhuhu," jerit Candy dalam hatinya.


Derap langkah kaki Ezza membuyarkan lamunan Candy. Kini ia menatap lelaki tampan di depannya ini. Tubuh dan pikirannya membeku seketika, di saat kedua netra mata mereka bersitatap satu sama lain. Tapi detak jantungnya seolah sedang berpacu di arena balap lari. Berdegup kencang tidak karuan.


"Apa aku jatuh cinta?" pekik Candy dalam hatinya.


"Ya, Allah, kau buat dari campuran apa lelaki tampan di depanku ini?"


Kehidupan asmara Candy memang hampir sama dengan Ezza. Bedanya ia tidak pernah di jodohkan, tapi persamaannya adalah mereka sangat sulit jatuh cinta. Apalagi sebelum ini, Candy menutup tubuhnya selama ia sekolah, jadi hampir selama sekolah ia sama sekali menghindari makhluk yang namanya lelaki. Jadi jangankan pacaran, berani dekat dengan lelaki saja tidak pernah.

__ADS_1


"Hei ... kenapa melamun?" hardik Ezza ketika sudah berdiri tegap di depannya.


Sontak saja Candy terkejut bukan main, hingga akhirnya ia tergagap saat itu.


"Aa ... aku."


"Iya, kamu kenapa?"


Belum sempat Candy menjawab pertanyaan dari Ezza, si bos malah duduk di sampingnya. Hal itu justru menambah rasa cemas dan grogi yang ada di hati Candy menjadi bertambah berkali-kali lipat.


"Oh, astaga ... kenapa tangan kamu dingin banget. Kamu nggak biasa di ruangan ber-AC?" tanya Ezza.


Candy hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan. Lalu ia segera meraih remote AC dan merubah setting suhu di ruangan itu yang semula delapan belas derajat celcius, kini ia ganti dengan suhu dua puluh derajat celcius.


"Udah mendingan belum?" tanya Ezza hawatir.


Belum lagi kedua tangan Ezza yang digosokkan ke salah satu tangan Candy secara bergantian hingga suhu di tubuhnya berangsur naik. Tak lupa Ezza memesankan satu gelas teh hangat untuknya.


Cleaning service yang melihat Ezza memegang tangan Candy seolah bingung kenapa si bos, bisa-bisanya berdekatan dengan karyawannya. Bahkan ia hanya sekelas OB, tapi sepertinya perlakuan dari bosnya barusan mengisyaratkan hal lain, tapi apakah itu?


.

__ADS_1


.


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2