
Yoga menatap wajah Dionne, isterinya itu masih tertidur. Dia baru saja di suntikan obat penurun asam lambung lagi. Yoga memegang telapak tangan sebelah kiri Dionne, kemudian mengelusnya dengan lembut dan mencium nya.
Dionne dapat merasakan sentuhan Yoga, sebenarnya dia mau bangun dan langsung memaki suami yang di benci nya itu. Namun saat ini seluruh tenaga nya seakan habis tanpa sisa dan nafas nya juga masih terasa sesak. Dia lebih memilih terus memejamkan kedua matanya, di banding melihat wajah suaminya yang terlihat sangat khawatir.
Dimana ajudan bodoh itu, kenapa dia membiarkan si mesum disini. Lihat yang dilakukannya padaku, seenaknya pegang-pegang tangan dan mencium nya begitu saja. Arggghhh, Dita...lekas kembali!. Dionne
“ Kamu ini terlahir dengan sangat sempurnah Dionne, berwajah cantik, cerdas dan menjadi puteri kerajaan. Tanpa bekerja keras pun kamu sudah mendapatkan banyak harta dan kekuasaan.” Ucap Yoga, Dionne mendengarnya dalam bisu.
“ Semua orang pasti memiliki ambisi, namun tetap harus di imbangi dengan hati nurani. Kita di ciptakan tidak hanya untuk mengejar duniawi, masih ada sisi lain yang belum kamu miliki, aku akan membuatmu dapat mengerti nanti...” Ucap Yoga lagi, tangannya masih membelai tangan Dionne dengan lembut.
“ Kamu dengar gak Dionne, aku baru saja menciptakan puisi yang indah untukmu. Itu reflek loh, dari hatiku yang paling dalam.” Lanjut Yoga, dia sendiri terkejut dengan apa yang barusan di ucapkannya.
“ Oh Dionne ku sayang, jangan membuat hatiku melayang...eh, kalau melayang biasanya senang ya. Maksud aku...hmm begini, Oh Dionne ku sayang, jangan membuat hati ku meradang.” Sajak Yoga terputus karena...
“ Uhuk...uhuk!!!.” Dionne batuk. Dari tadi dia menahan kekesalan, namun entah kenapa malah jadi membuatnya ingin tertawa ketika mendengar sajak Yoga yang menjijikan baginya.
“ Dionne...” Panggil Yoga ketika dia melihat isterinya itu membuka matanya secara perlahan. Dionne juga langsung menarik tangan kirinya dari kedua tangan Yoga.
“ Kamu ini, dari tadi membuatku tambah mual saja. Ngapain kamu disini?!.” Tanya Dionne kesal.
“ Hufh, aku sebenarnya tahu kamu hanya berpura-pura tidur saja. Tadi aku hanya mengikuti saran dokter kok, untuk kebaikan mu juga.” Jawab Yoga, dia mengambil sebuah minuman soft drink yang ada di meja kemudian langsung meminum nya.
“ Kebaikan apa nya?, aku hanya akan bertambah sakit jika berada di dekatmu dan mendengar gombalan sampahmu itu.” Ketus Dionne.
“ Astaga Dionne, mulai saat ini kamu harus bisa menahan emosimu. Kamu tahu penyakitmu apa sayang?. Kata dokter kamu itu sakit Gerd. Aku sebenarnya baru tahu tadi tentang penyakit itu, dokter menjelaskan salah satu penyebab penyakit itu kambuh adalah stress . Apa aku yang sudah membuatmu stress?. Dionne, kita kan baru saja menikah. Masa kamu langsung kena Gerd sih?!.” Penjelasan dan pertanyaan Yoga malah membuat Dionne kembali ingin tertawa, namun dia masih kuat untuk menahannya.
“ Dimana Dita?.” Tanya Dionne, matanya melirik ke seluruh kamar President Suite yang dia tempati sekarang. Namun ajudan tomboy nya itu tidak terlihat batang hidung nya sedikitpun.
__ADS_1
“ Aku suruh pulang.” Jawab Yoga dengan santainya, dia baru saja menghabiskan soft drink yang barusan di minumnya.
“ Tidak mungkin dia mau pulang meninggalkan ku disini dengan serigala liar.” Ucap Dionne tidak percaya.
“ Ya mungkin saja, karena kan kamu nanti perlu ganti pakaian dalam. Bisa saja aku belikan yang baru, tapi kan belum di cuci, emang nya kamu mau pakai pakaian dalam belum di cuci?. Makanya aku suruh Dita pulang dan membawa keperluan pentingmu selama di rawat disini.”
Alasan Yoga kali ini dapat di benarkan oleh Dionne.
“ Maafkan aku ya sayang, sudah membuat asam lambung mu naik.” Pinta Yoga membuat Dionne terkejut mendengarnya.
“ Hahaha minta maaf?, emang kamu tahu kesalahan mu apa?...” Tanya Dione, matanya menatap Yoga dengan menantang.
“ Menurut aku sih gak salah, karena wanita yang akan selalu benar jadi aku mengalah saja.” Jawab Yoga membuat Dionne kembali kesal.
“ Kamu ini, gak jelas!.”
“ Ya..ya, aku yang salah. Makanya aku minta maaf. Demi lancarnya project lintas benua aku akan pulang ke rumah mu nanti kalau kamu sudah sembuh. Tapi aku mau kita buat kesepakatan dulu, bagaimana ?.”
“ Aku tidak ingin tidur berbeda kamar dengan mu, tapi tidak mau juga tidur di sofa apalagi lantai. Aku ingin tidur seranjang dengan mu.” Ucap Yoga.
“ Aku tidak akan mau tidur seranjang dengan mu!.” Tegas Dionne.
“ Ranjang mu pasti lebar, kita bagi dua bagian. Cukup membatasi nya dengan guling saja.” Saran Yoga membuat Dionne meradang kembali.
“ Aku tidak akan tidur seranjang denganmu. Di batasi oleh beton pun juga aku gak akan mau tidur seranjang dengan mu!.” Tegas Dionne kembali.
“ Baik-baik, sebagai suami yang baik aku akan mengalah. Aku akan tidur di sofa, tapi tetap kita harus satu kamar, karena ayahmu kan bisa sewaktu-waktu video call lagi.”
__ADS_1
Dionne mencoba mempertimbangkan lagi, tidur dengan buaya darat seperti Yoga dalam satu kamar sama saja seperti menjadikan diri sendiri sebagai umpan yang bisa di habiskan kapan pun oleh Yoga.
“ Aku janji, tidak akan memaksamu untuk melayani kebutuhan biologisku lagi. Kita hanya akan saling membuat kesepakatan untuk keuntungan bersama. Bagaimana?.” Tanya Yoga.
“ Tidak Yoga, aku tidak mau. Kamu tidak boleh tidur satu kamar dengan ku. Jika ayahku video call aku baru akan memanggilmu. Kita tidak perlu pura-pura habis mesra-mesra an kan?. Asalkan ada aku dan ada kamu, itu sebenarnya sudah cukup untuk ayahku.” Jawab Dionne.
Oke, aku gagal lagi. Kamu memang keras kepala sekali Dionne. Yoga
“ Oke Dionne, aku tidak tidur sekamar dengan mu. Tapi aku ada satu permintaan khusus untukmu.”
“ Apa lagi?!.”
“ Mau kah kamu membeli 10 persen saham Permata Group yang terlepas?. Aku butuh dukungan itu untuk membuatku semakin kuat menjadi presiden direktur Permata Group. Jika kamu mau, aku akan kembali pulang kerumah mu, mau tidur dimanapun tidak masalah.”
“ Oke, aku setuju. Jika kamu semakin kuat di Permata group aku juga semakin kuat di Sun Group.” Ucap Dionne.
“ Siap, thanks Dionne. Makanya kamu harus lekas sembuh. Agar kita bisa bersama lagi membahas rencana kerja project lintas benua selanjutnya.”
“ Dengan senang hati Yoga, lni baru obat terbaikku untuk menurunkan asam lambung ku. Daripada mendengarkan gombalan sampahmu tadi.”
Selanjutnya, aku akan menjalankan rencanaku dengan Dita. Hahaha Yoga, asalkan kamu sudah bersedia tinggal di rumahku, kita akan lebih mudah merebut sperm* mu.
Yoga kembali memegang lembut tangan Dionne. Dan membelai mesrah rambutnya.
“ Kamu boleh membenci gombalan ku, tapi kamu tidak boleh merasakannya dengan sangat berlebihan ya Dionne. Kamu harus ingat, jarak benci dan cinta itu lebih tipis dari rambut indahmu ini.”
“ Aku tidak akan pernah mencintaimu Yoga!.” Tegas Dionne lagi.
__ADS_1
Yoga pun tersenyum, lalu mencium kening Dionne. Dionne terkejut, otaknya marah. Namun ternyata hatinya meminta untuk membiarkannya saja.
“ Kamu istirahat lagi ya. Sekarang tidak boleh stress berlebihan lagi. Project lintas benua membutuhkan Dionne yang sehat dan kuat seperti biasanya.” Pinta Yoga lagi.