
Matahari sudah hampir terbenam. Yoga mempercepat langkah nya untuk menjemput Dionne pulang. Hari ini Dionne yang meminta nya untuk di jemput, walaupun ada Dita yang selalu menemaninya.
Namun jalan protokol di jumat sore sudah pasti jauh lebih ramai dan macet, Yoga mengumpat dengan kesal pada setiap kendaraan yang menghalangi jalannya, dia tidak mau membuat Dionne menunggu lama hingga akhirnya memutuskan pulang dengan Dita.
Di belakang mobil Yoga, Edhi masih setia mengendarai mobil nya dengan selalu membututi kemana pun arah ban mobil Yoga berjalan. Pandangan Edhi terfokus pada sebuah mobil sedan yang seperti sedang mengintai mobil Yoga juga. Dari balik jendela Edhi dapat melihat dengan jelas bayangan empat orang pria berpakaian hitam-hitam sangat mencurigakan. Saat itu juga Edhi menghubungi beberapa team keamanan Permata group agar segera menyusul.
^^^Mereka pasti dari kelompok Black Line lagi, Edhi ^^^
Edhi juga dapat melihat dengan jelas ketika salah satu di antara mereka itu mengeluarkan senjata api dan mengarahkannya langsung ke arah mobilnya Yoga. Saat itu juga Edhi mengambil senjata api dari balik jaket nya. Dan menembakkan senjata tersebut tepat ke dua mobil belakang sedang tersebut, hingga membuat mobil tersebut terpanting ke badan jalan dan menyenggol beberapa mobil yang ada di dekatnya juga.
Edhi sudah menyalakan alarm bahaya agar anak buah segera menyusul. Dia melihat mobil sport Yoga semakin menjauh darinya, sedangkan dia sudah tidak bisa bergerak sama sekali.
Sementara Yoga yang menyetel lagu sangat keras dari dalam mobilnya tidak mendengar apapun dari luar sana, dia hanya fokus bagaimana caranya menyelinap dan membalap mobil-mobil yang ada di depannya. Bahkan ketika mobil Edhi terkepung dengan beberapa mobil dan sepeda motor pun Yoga tidak menyadarinya.
Hingga akhirnya dia merasakan ada yang tidak beres di mobilnya, setir nya oleng. Hingga membuat Yoga menepi dan turun dari dalam mobil sport nya untuk mengecek keadaan.
“ Sit!!! Kenapa bisa dua ban bocor secara bersamaan?!.” Maki Yoga sambil menendang kesal mobil sport nya tersebut.
Secara bersamaan sebuah minibus mewah berwarna hitam ikut menepi tepat di depan mobilnya Yoga. Pintu nya terbuka dan ternyata Chyntia yang keluar dari dalam mobil itu. Chyntia berjalan menghampiri Yoga sambil memberikan senyuman manisnya untuk pria yang pernah menjadi kekasih sesaatnya itu.
“ Hai Yoga...” Sapa Chyntia sambil memegang lembut bahu Yoga.
Yoga lekas menepikan tangan Chyntia dari bahunya. Lalu mundur beberap langkah agar menjauh dari Chyntia.
“ Kenapa kamu ada disini?.” Tanya Yoga penasaran.
__ADS_1
“ Justru aku yang seharunya bertanya, kenapa kamu ada disini?.” Tanya balik Chyntia.
“ Sial!!!. Aku tidak punya banyak waktu lagi. Permisi!.” Ucap Yoga, dia akan kembali masuk kedalam mobilnya untuk mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Edhi. Yoga yakin Edhi ada tidak jauh darinya.
Namun Chyntia menarik tangan Yoga, dan menahan langkahnya.
“ Mobil kamu bermasalah ya. Bagaimana kalau aku antarkan saja kemana kamu mau pergi?. Seperti nya penting sekali. Anggap saja ini sebagai balasa rasa terima kasih ku karena kamu sudah memberikan ku kesempatan untuk kembali ke dunia entertain.” Ucap Chyntia.
“ Terima kasih Chyn, aku bareng dengan Edhi saja.” Yoga kembali menepiskan tangan Chyintia dari tangannya.
“ Cih!!! Ajudan menyebalkan itu. Aku saja tidak yakin, apakah dia masih hidup atau tidak sekarang!” Ucap Chyntia dengan kesalnya langsung menghentikan langkah Yoga.
“ Apa maksud mu?!.” Tanya Yoga.
“ Persetan dengan asumsi mereka!. Toh kita tidak melakukan apapun disini!.” Tegas Yoga.
Chyntia berjalan kembali mendekati Yoga, dia menunjukan layar ponselnya kepada Yoga, disana terlihat foto Edhi yang sedang di todongkan pistol tepat di samping keningnya oleh anggota black line.
Chyntia langsung memeluk erat Yoga.
“ Bagaimana kalau kamu ikut masuk kedalam mobil ku jika kamu ingin ajudan bodohmu itu selamat?.” Bisik Chyntia di telingan nya Yoga.
Yoga pun langung melepaskan pelukan Chyntia. Saat itu juga Chyntia merangkul tangan Yoga dan menuntunnya masuk kedalam mobil miliknya. Di dalam mobil tersebut sudah ada tiga orang anggita black line yang menunggu mereka.
“ Sial!!!. Aku ambil ponsel ku dulu.” Ucap Yoga, namun seorang anggota black line langsung menempelkan alat strum di leher Yoga hingga membuatnya seketika langsung tidak sadarkan diri.
__ADS_1
“ Aku ingat hari ini adalah ulang tahunmu, aku hanya ingin memberikan kado special untukmu yang tidak akan mungkin kamu bisa lupakan seumur hidupmu sayang.” Bisik Chyntia lagi di telinga Yoga yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri
•
•
Malam ini Nayla, Zayyan dan Carlos sudah menyiapkan pesta kejutan untuk Yoga di hari ulang tahunnya ini. Mereka sudah menunggu kedatangan Yoga dan Dionne di kafe pelangi.
Sedangkan di dalam ruangannya Dionne masih menanti Yoga dengan setia. Tiga puluh menit berlalu dari kabar Yoga yang mengabarkan kepadanya bahwa dia sudah jalan menjemputnya. Saat itu juga ponsel nya bergetar, sebuah pesan masuk dari nomer ponsel milik Yoga yang mengirimkan banyak foto kepadanya. Foto saat Yoga dan Chyntia berpelukkan di pinggir jalan, lalu saat Chyntia menggandeng mesrah Yoga dan mereka masuk kedalam mobil yang sama. Kemudian foto saat mereka berciuman di dalam mobil tersebut.
Saat itu juga seluruh darah Dionne seakan terasa mendidih. Dia langsung membanting ponsel miliknya dan berteriak dengan histeris.
“ Yoga !!!!!!!!! Sialan kamu!!!! Aku benci kamu!!!.” Teriak Dionne berkali-kali hingga membuat Dita yang menunggu di depan ruangannya terkejut dan langsung masuk kedalam ruangannya Dionne.
“ Puteri...ada apa?.” Tanya Dita khawatir. Dia melihat ponsel Dionne yang sudah tergeletak di atas lantai. Baru saja Dita akan mengambil ponsel milik Dionne ponselnya juga bergetar, ada panggilan dari Edhi disana.
Dita langsung mengangkat panggilan dari Edhi tersebut.
” Dita, jangan beritahu puterimu dulu. Tuan Yoga di culik anggota black line. Aku dan yang lainnya sedang mengejar mereka. Bilang saja kepada puteri mu kita akan datang telat saja.” Ucap Edhi, salahnya saat itu Dita malah menyalahkan speaker ponselnya hingga membuat Dionne dapat mendengar dengan jelas semua yang di ucapkan Edhi.
“ Puteri....” Dita langsung melempar ponselnya dan lekas menangkap Dionne yang langsung tidak sadarkan diri.
“ Yoga...yoga...” panggil Dionne lirih dalam pelukan Dita.
“ Tenang puteri, tuan Yoga akan baik-baik saja. Edhi dan anak buahnya pasti bisa menemukannya.” Ucap Dita sambil merebahkan tubuh Dionne keatas sofa.
__ADS_1