Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Doa Kakek Basuki


__ADS_3

“ Aku tidak mau makan disini, kita cari tempat makan lainnya saja.” Pinta Dionne kepada Yoga.


“ Ya sudah, mau makan di mana? Atau di rumah saja ya aku masakin lagi. Tapi kamu keburu lapar gak?.” Tanya Yoga.


“ Tidak sayang, hmm bagaimana kalau kita makan di restoran mbok susi?.” Ide Dionne tiba-tiba muncul ketika dia mengingat Dita pernah membicarakan warung makan pecel ayam yang sering di datangi oleh Yoga tersebut.


“ Hahaha kamu yakin mau makan disana?.” Tanya Yoga tidak percaya.


“ Iya sayang, kita makan disana saja. Yuk...” Ajak Dionne, dia pun langsung berdiri di ikuti oleh Yoga, Dita dan juga Edhi.


^^^Aku tidak mungkin bisa makan enak disini, sedangkan hatiku gelisah karena tahu ada seseorang yang sangat membenci kami dari balik lapas sana. Dionne^^^


Yoga menggandeng erat Dionne agar tidak terpeleset karena melewati jalan yang masih basah oleh bekas hujan yang turun tadi. Hari sudah mulai menggelap, dan mereka akan segera pergi dari lingkungan lapas tersebut menuju warung makan pecel ayam mbok Susi yang di inginkan Dionne.


Sesampainya di mobil Edhi dan Dita langsung membukakan pintu untuk Yoga dan Dionne. Ketika kedua majikan nya sudah masuk dan duduk dengan nyaman Edhi dan Dita juga ikut masuk di kursi depan, sekilas Dita melirik ke arah mata Edhi yang duduk di kursi kemudi.


^^^Dari kemarin dia sama sekali tidak bicara dengan ku lagi, apa dia masih kesal kepadaku karena ucapan gila ku kemarin. Huh!! Aku jadi menyesal sudah mengungkapkan isi hatiku kepada pria sedingin dia. Dita ^^^


Edhi sama sekali tidak melirik sedikitpun ke Dita, pria dingin itu hanya terfokus pada jalan dan kemudinya saja. Sesekali dia juga melirik ke arah kaca spion samping dan atas. Sekedar memastikan tidak ada yang mencurigakan di sekeliling mereka.


Sebenarnya Edhi atas permintaan dari Zayyan juga sudah menugaskan banyak anak buah nya untuk selalu mengikuti kemana pun Yoga dan Dionne pergi, di tambah lagi dua pengawal kerajaan negara B yang memang di tugaskan khusus membantu Dita untuk menjaga Dionne. Dengan pengawalan dan pengamanan yang berlapis tersebut sangat sulit bagi Chyntia maupun juga Black line untuk sekedar mendekati Yoga dan juga Dionne.


Di kursi belakang Dionne sedang menyenderkan kepalanya di bahu Yoga, seperti biasa Yoga akan membelai lembut kepala Dionne hingga terkadang membuat Dionne terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


“ Apa saja yang tadi kamu bicarakan dengan tante mu itu?.” Tanya Dionne pada akhirnya, sebenarnya dia menahan diri karena malas untuk membahas Ani Atmodjo lagi. Namun, tetap saja dia penasaran dengan apa yang sudah di bicarakan suaminya itu.


“ Tidak ada sayang, tante Ani tidak mau menemuiku. Jadi aku hanya meninggalkan pesan lewat surat saja” Jawab Yoga sambil membelai rambut dan juga perut Dionne.


“ Sudah aku duga, lagian kamu juga buat apa ketemu dengan manusia itu lagi. Tidak akan ada gunanya. Zayyan yang akan kandung nya saja malas menjenguk ibu nya disana, eh kamu yang udah jelas-jelas di benci dan di sakiti berkali-kali olehnya malah menjeguknya.” Gerutu Dionne kesal.


“ Aku kan tidak pernah datang menjenguk tanteku itu selama di penjara sayang. Bagaimanapun, tante Ani pernah berbuat baik dengan mengurusku dan memberikanku kesempatan hidup dengan layak. Aku yakin, jauh di dalam lubuk hati nya yang terdalam, dia masih memiliki nurani yang akan membuatnya sadar...suatu saat nanti.” Ucap Yoga sambil tersenyum.


“ Di aminkan saja lah.” Ucap Dionne.


Edhi menepikan mobil nya tepat di depan sebuah toko sembako yang cukup ramai. Yoga pun tersenyum hangat ketika membaca melihat toko yang bertuliskan Toserba Basuki.


Yoga segera membuka pintu mobil nya, lalu dengan cepat Dita turun dan membukakan pintu untuk Dionne. Yoga menghampiri Dionne lalu merangkul pinggang isterinya itu.


“ Disini memang ramai dan padat seperti ini sayang, sebelum kita ke warung makannya mbok Susi, kita mampir sebentar ke toko kakek Basuki ya.” Ucap Yoga.


Sesampainya di dalam toko itu, dua anak kecil langsung berteriak dengan riangnya memanggil nama Yoga berkali-kali.


“ Kek...ada om Yoga kek. Ada om Yoga...yeyeye Om Yoga datang.” Dua anak kecil itu langsung mengampiri Yoga dan memeluknya dengan erat.


Yoga pun melepaskan tangannya dari Dionne, dia lalu membalas pelukan kedua anak tersebut.


“ Wah lama gak ketemu kalian cepat besar juga ya. Apakabar Citra dan Cito ?.” Sapa Yoga kepada mereka.

__ADS_1


“ Kabar baik om.” Ucap Citra


“ Aku juga baik om, aku malah udah berhasil dapat peringkat satu loh om. Aku sudah turutin semua pesan om Yoga, sudah besar nanti aku ingin jadi seperti om Yoga, jadi orang kaya tapi tidak sombong dan suka membantu.” Celoteh Cito membuat Yoga langsung tersenyum lebar.


“ Hahaha luar biasa, hebat Cito dapat peringkat satu. Begitu dong...itu namanya anak hebat. Kamu harus lebih banyak belajar lagi dan harus jadi yang lebih baik dari om ya.” Ucap Yoga sambil mengelus kepala Cito berkali-kali.


“ Apa kabar nak Yoga?.” Sapa kakek Basuki dengan tatapan nanar dan gembira.


“ Kabar baik kek, kakek bagaimana?.” Tanya Yoga sambil membalas pelukan kakek Basuki.


“ Alhamdulillah kami sangat jauh lebih baik sekarang nak. Berkat bantuan nak Yoga juga, terima kasih sekali. Semoga nak Yoga selalu di berikan kesehatan, panjang umur dan di lindungi selalu oleh Gusti Allah ya nak.” Jawab Kakek Basuki.


“ Amiiin.” Ucap Dionne.


“ Oh iya kek, kenalkan. Ini isteri aku kek...namanya Dionne.” Ucap Yoga.


“ Oh ini isterinya nak Yoga, saya Basuki non. Senang bisa berjumpa langsung dengan non Dionne. Hamil berapa bulan non?.” Tanya kakek Basuki ketika melihat perut Dionne yang memang sudah membesar.


“ Sudah enam bulan kek.” Jawab Dionne.


“ Semoga di berikan kemudahan ya non ketika melahirkannya nanti, selalu sehat dan diberikan keselamatan untuk non Dionne dan juga bayinya nanti. Gusti Allah selalu melindungi kalian semua, Insha Allah.” Doa kakek Basuki yang langsung di aminkan oleh semua yang berada disana, termasuk beberapa pembeli yang sedang berada di toko tersebut.


“ Oh iya kek, kita mau makan pecel ayam mbok Susi dulu ya nanti kesini lagi. Kakek, Citra dan Cito mau ikutan?.” Tanya Yoga.

__ADS_1


“ Oh silahkan nak Yoga, aduh nanti Citra dan Cito hanya mengganggu saja. Kami tunggu disini saja ya nak Yoga, biar nak Yoga, non Dionne dan teman-teman bisa makan tenang.” Jawab kakek Basuki.


“ Yasudah, kalau begitu kami makan dulu ya kek.” Pamit Yoga di ikuti oleh Dionne dan juga yang lainnya.


__ADS_2