
“ Dita...kamu cantik sekali, bagaimana kalau kita menikah saja?.” Puji Edhi kepada Dita, membuat gadis itu langsung merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
“ Menikah...tentu saja aku mau.” Ucap Dita sambil menyodorkan bibir tipis nya ke arah Edhi, tanpa menunggu waktu Edhi pun langsung melum*t bibir tipis Dita, mereka saling bertautan satu sama lain. Dita merasakan bibir tipis nya terasa lebih dingin oleh sentuhan bibir Edhi, lalu terasa sedikit sakit karena gigitan ringan dari Edhi.
BRAK!!! Suara benturan keras terdengar sangat jelas di telinga Dita, membuatnya langsung terbangun dari mimpi indah nya bersama Edhi barusan. Pelan-pelan Dita membuka kedua matanya, yang pertama di lihat olehnya adalah wajah Carlos yang ada tepat di depan wajahnya sambil memegang bibirnya dengan jempol.
Dita tersenyum kepada Carlos dan lalu menyapa nya.
“ Selamat pagi tuan Carlos.” Ucap Dita sambil cengar cengir sendiri, dia masih kurang paham kenapa bisa sedekat ini dengan Carlos.
“ Mohon maaf tuan Carlos, di bawah banyak sekali tamu undangan. Puteri Dionne memintaku mencari Dita, jadi dia harus segera kembali menjaga puterinya.” Terdengar suara berat Edhi yang langsung membuat jantung Dita berdegup sangat kencang. Dia langsung berdiri dari rebahannya namun.
BUK !!!
“ Auuu.” Teriak Dita dan Carlos secara bersamaan. Kening mereka baru saja beradu.
“ Maaf ya cantik.” Ucap Carlos, namun Dita tidak meresponnya sama sekali. Dia langsung berlari menghampiri Edhi yang masih berdiri kaku menghadap mereka.
“ Maaf ya, aku tadi ketiduran. Ayo kita jalankan tugas.” Ucap Dita.
“ Kami permisi tuan Carlos.” Ucap Edhi dan langsung berlalu meninggalkan Dita.
“ Eh, tunggu. Dimana puteri Dionne?.” Tanya Dita ke Edhi yang berjalan sangat cepat.
“ Bisa-bisa nya kamu meninggalkan puterimu di saat seperti ini lalu bermesraan dengan tuan Carlos. Apa kamu yakin semua tamu yang datang di pesta ini tidak akan ada yang berniat jahat pada puteri mu?!.” Tanya Edhi kesal membuat Dita semakin bingung.
__ADS_1
“ Bermesraan dengan tuan Carlos?, hahaha sepertinya kamu salah paham. Aku ti-.”
“ Itu puterimu.” Tunjuk Edhi memotong ucapan Dita.
Dita sejenak terpaku menatap puterinya yang juga sedang menatapnya dengan tatapan penuh haru. Edhi langsung berdiri tidak jauh dari Yoga, dia langsung menjalankan tugas utamanya dalam menjaga Yoga. Dita pun langsung menghampiri Dionne yang sedang di suapi makan salad buah oleh Yoga.
“ Dita...kamu, cantik sekali.” Puji Dionne sambil mengunyah satu buah anggur yang baru saja masuk kedalam mulutnya karena suapan dari Yoga.
“ Puteri, aku minta maaf. Tadi malah tertidur saat menemani nona Nayla di make up in oleh tuan Carlos.” Ucap Dita masih tidak sadar dengan perubahan yang terjadi di wajahnya.
“ Apakan Carlos yang sudah membuatmu jadi tambah cantik seperti ini?.” Tanya Dionne penasaran. Yoga yang juga menilai hal yang sama hanya terdiam saja melihat perubahan di wajah ajudan tomboy isterinya itu.
“ Tuan Carlos...tidak puteri, tuan Carlos tidak melakukan apapun. Tadi aku tertidur, apa ada yang aneh dengan wajahku?...puteri, apa terlihat bekas iler di wajahku?.” Tanya Dita balik sambil meraba-raba dagu dan pipinya sendiri.
“ Hahaha...tidak Dita, kamu malah jadi cantik sekali. Coba kamu lihat.” Dionne memberikan layar ponselnya kepada Dita yang sudah di nyalakan kamera. Dari sana Dita dapat melihat hasil polesan Carlos di wajahnya.
Dita segera mengembalikan ponsel tersebut ke Dionne, lalu melirik kearah mata Edhi yang sama sekali tidak memandang ke arahnya. Tatapan pria itu hanya fokus pada gerak gerik dari orang-orang yang dia rasa mencurigakan yang ada disana. Dia hanya fokus melindungi Yoga dari berbagai macam gangguan.
“ Sudah pasti si cemong yang memoles wajah ajudan tomboy mu itu disaat dia tertidur, hahaha bagaimana bisa kamu tidak sadar sudah di lukis wajahmu oleh si cemong itu.” Ucap Yoga namun Dionne langsung mencubit lengan Yoga.
“ Aku lapar sekali.” Ucap Dionne.
“ Kamu mau makan apa?, aku ambil kan ya.” Yoga memberikan piring yang masih berisi penuh salad buah tersebut kepada Dita.
“ Semua makanan disini langsung membuatku memual hanya dengan melihatnya saja. Aku ingin makan masakanmu saja.” Ucap Dionne lagi, dia menempelkan telapak tangannya ke depan mulutnya karena menahan mual.
__ADS_1
“ Masakan ku?, oke sayang kamu tunggu di dalam kamar kita saja ya, aku akan ke dapur hotel dan masak untukmu.” Ucap Yoga sambil menuntun langkah kaki Dionne untuk masuk kembali ke dalam hotel.
Dita segera meletakkan piring tersebut ke dalam baskom yang di sediakan khusus untuk piring atau gelas bekas pakai. Lalu mengejar langkah kaki kedua majikan dan Edhi.
“ Kamu beneran mau masak untukku disini?.” Tanya Dionne ketika mereka sampai kedalam kamar.
“ Iya sayang, aku tidak akan membiarkan mu dan anak kita lapar. Dita kamu temani isteriku disini ya, jangan pernah lengah lagi.” Jawab Yoga lalu melirik kearah Dita.
“ Iya tuan, sudah seharusnya aku disini menemani puteri.” Ucap Dita.
“ Sayang, aku masak dulu ya.” Pamit Yoga lalu berlalu keluar dari kamar tersebut.
Edhi pun langsung mengikuti langkah kaki Yoga tanpa melirik sedikitpun ke arah Dita.
Dionne langsung merebahkan tubuhnya ke atas kasur, lalu memejamkan kedua matanya. Usia kehamilannya baru menginjak tiga bulan. Dia tidak bisa makan apapun kecuali buah dan masakan yang di buat oleh suami nya sendiri.
Dita yang masih berdiri di samping ranjang Dionne langsung menghampiri meja rias yang tidak jauh dari jangkauannya. Dia menatap wajahnya yang sangat berbeda dari balik pantulan cermin tersebut.
^^^Apa iya aku cantik?, tadi aku melihat kekaguman bukan hanya dari mata puteri Dionne, tapi juga dari beberapa pandangan pria yang ada dibawah sana. Tapi kenapa Edhi sama sekali tidak menatapku penuh kagum, dia masih bersikap biasa saja malah sama sekali tidak menoleh ke arahku sebentar saja. Apa aku selalu terlihat jelek baginya, atau memang sebenarnya Edhi tidak pernah menyukaiku sama sekali. Ah...kenapa aku bisa jatuh cinta pada pria sedingin itu. Dita ^^^
“ Kamu sedang apa Dita?.” Tanya Dionne memecahkan lamunan Dita.
“ Ah tidak puteri, aku izin ke toilet sebentar ya puteri.” Jawab Dita langsung berlari ke dalam toilet ketika melihat Dionne mengangguk.
Dibawah sana acara masih berlangsung dengan meriah walau hari semakin gelap, Zayyan dan Nayla sedang menyapa para tamu undangan sambil menikmati pesta kembang api yang sudah di nyalakan. Sedangkan di dalam dapur hotel Yoga juga sudah selesai membuat masakan untuk isteri tercinta nya. Malam yang indah bagi Zayyan dan Nayla.
__ADS_1
Dan di dalam kamar, Dita yang sedang memijatkan kaki Dionne masih termenung dengan apa yang sudah terjadi padanya.
^^^Bukannya tadi hanya mimpi ya, kenapa bibir ku juga jadi terasa sedikit perih. Dita ^^^