
Kring...
Suara dering telepon di meja Yoga membangunkan Dionne dari tidur nya. Dia pun langsung membuka matanya secara perlahan, dan melihat dengan samar Yoga yang sedang mengangkat telepon tersebut.
“ Kamu ngapain telepon-telepon?. Gara-gara kamu isteriku jadi bangun kan.” Tanya Yoga kesal kepada Angel yang menghubunginya.
“ Mohon maaf pak Yoga, sudah pukul 12 siang. Pak Yoga mau di bawakan makan apa?.” Tanya Angel.
Salah satu tugas nya memang menyiapkan makan siang untuk Yoga, jika Yoga tidak keluar kantor di jam makan siang.
“ Tidak ada, nanti saya kabarin kalau mau makan.” Jawab Yoga dan langsung menutup telepon tersebut.
“ Maaf ya, kamu mau tidur lagi atau mau makan siang?.” Tanya Yoga menghampiri Dionne yang masih setengah sadar.
“ Jam berapa ini?.” Tanya Dionne kepada Yoga, padahal dia sedang menggunakan jam tangan juga di lengan kirinya.
“ Jam 12 siang.” Jawab Yoga dan Dionne pun langsung bangun.
“ Astaga, sejak kapan kamu ada disini?.” Tanya Dionne.
“ Sejak kamu baru saja tertidur.” Jawab Yoga sambil terenyum.
“ Apa, kurang lebih 4 jam aku tertidur disini dan kamu tidak bangunkan?.” Tanya Dionne kesal.
“ Aku sudah beberapa kali mencoba membangunkan mu, karena dengkuran mu sudah membuatku keberisikan.” Jawab Yoga.
“ Apa?, sejak kapan aku tidur mendengkur. Jangan sembarangan bicara kamu.” Ucap Dionne.
“ Hahaha gak usah malu, aku sudah dua kali mendengar kamu mendengkur.” Ucap Yoga membuat wajah Dionne memerah seketika.
Pasti jelek sekali, ah...bodo amat. Dionne
“ Oh iya, Kenapa kamu tidak pulang kemarin?. Tidur dimana kamu?.” Tanya Dionne ketika dia ingat kenapa dia datang ke kantornya Yoga.
“ Kenapa emang nya?...kamu kangen ya.” Tanya Yoga balik. Kini dia sudah duduk di hadapan Dionne.
“ Cih, mana mungkin aku kangen sama kamu!. Ayahku tadi video call, dia mencari mu, kamu sudah membuatku repot saja!.” Ucap Dionne.
“ Oh hahaha, seru dong ya.” ledek Yoga.
“ Hari ini kamu harus pulang ke rumahku, aku tidak ingin ayah sampai tahu kita tinggal di tempat yang terpisah selama di Indonesia. Bisa-bisa ayah akan memaksa kita kembali ke negara B. Emang nya kamu mau?.” Tanya Dionne kesal.
__ADS_1
“ Aku tidak mau...maksud aku, aku tidak mau pulang kerumah mu. Aku juga punya rumah sendiri, aku punya 3 apartemen mewah di pusat Jakarta, 2 villa di Bandung dan Bali. Buat apa aku pulang kerumah mu.” Jawab Yoga membuat Dionne kesal lagi.
“ Hei, kenapa kamu jadi menyombongkan dengan apa yang sudah kamu punya?. Itu tidak seberapa di banding dengan yang aku miliki. Hahaha Yoga.. kamu membuat perutku sakit saja.” Ucap Dionne kini membuat Yoga kesal.
“ Oh iya, aku lupa...kamu itu anak sultan.” Ucap Yoga kesal.
“ Aku memang puteri raja. Tapi semua yang aku miliki adalah hasil jerih payahku sendiri. Aku bahkan sudah bisa menghasilkan uang sendiri di saat usiaku 10 tahun.” Ucap Dionne dengan bangga nya.
“ Hmm, kamu mau lanjut tidur atau makan siang?.” Tanya Yoga mengalihkan pembicaraan.
“ Aku akan makan di luar bersama dengan Dita. Aku hanya ingin memastikan kamu harus pulang kerumah ku hari ini.” Jawab Dionne.
“ Makan siang dengan Dita?, bagaiamana kalau tiba-tiba ayahmu video call lagi. Lalu bertanya...Dionne puteri ku sayang, dimana mantu ayah yang tampan itu?.” Tanya Yoga balik membuat Dionne tidak bisa menahan tawanya.
“ Hahaha, kamu ini ke PDan sekali sih Yoga. Apa kamu tidak memiliki cermin ?.”
“ Aku memang tampan, kamu saja yang masih malu-malu mengakuinya.”
Dionne bangun dari duduk nya.
“ Ah, kamu buat aku bertambah jijik saja. Aku tidak mau tahu. Nanti kamu harus pulang kerumah ku.” Ucap Dionne kesal lalu berjalan meninggalkan Yoga.
“ Hai, mau kemana kamu?.” Tanya Yoga.
“ Sial...Yoga, ayahku video call lagi.” Ucap Dionne.
“ Hahahaha, benar kan. Ya sudah angkat dong, bilang saja kamu akan makan siang di luar bersama dengan Dita.” Ucap Yoga.
“ Tidak Yoga, please...bantu aku menjawab panggilan ini.” Pinta Dionne memelas.
“ Oke.” Ucap Yoga sambil melepas jas dan dasinya, lalu membuka kancing kemeja dan melemparnya ke atas lantai.
“ Mau apa kamu?” Tanya Dionne kebingungan.
Yoga tidak menjawab, malah merebut ponsel Dionne dari tangannya.
“ Cepat buka blazer mu.” Pinta Yoga dan Dionne paham apa yang Yoga maksud. Dia segera membuka blazer nya. Kini hanya menggunakan tank top saja.
Yoga langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa. Panggilan raja Sebastian sudah mati, namun tidak lama raja itu menghubungi kembali.
“ Selamat siang raja Sebastian.” Sapa Yoga.
__ADS_1
“ Siang, kenapa ponselku hanya di penuhi wajahmu saja. Mana puteriku?, kenapa lama sekali di angkatnya?!.” Tanya raja Sebastian. Yoga sengaja mengarahkan kamera tersebut ke seluruh wajahnya.
“ Ya maaf raja, karena kami tadi sedang...Oh itu dia isteriku, dia baru kembali dari kamar mandi.” Jawab Yoga sambil meminta Dionne datang mendekat kepadanya dengan memberikan kode dari jarinya.
Yoga menunjukan ke arah dada nya. Dionne pun langsung ikut tertidur dan meletakkan kepalanya tepat di atas dada Yoga.
“ Kalian, jam segini masih mesrah-mesrahan?. Hahaha bagus.” Ucap raja Sebastian ketika Yoga mengarahkan kamera tersebut ke setengah badan dia dan Dionne.
“ Iya maaf ayah.” Ucap Dionne malu.
“ Yasudah lanjutkan, cepat berikan saya cucu yang banyak.” Ucap raja Sebastian lalu menutup video call tersebut.
“ Hufh, thanks Yoga.” Ucap Dionne berusaha bangun dari dekapan Yoga. Namun Yoga menekannya dengan kuat sekarang.
“ Eh, lepaskan. Kamu jangan ambil kesempatan dalam kesempitan.” Ucap Dionne.
“ Aku hanya mau ambil hak aku saja kok.” Bisik Yoga di telinga Dionne.
“ Kamu tidak memiliki hak apapun dari ku. Lepaskan atau aku akan berteriak sekencang-kencang nya.” Ucap Dionne masih berusaha melepaskan dekapan Yoga.
“ Hahaha, berteriak lah sekencang-kencang nya Dionne. 1000 Dita pun tidak akan bisa mendengar teriakanmu. Ruangan ini kedap suara.” Ucap Yoga membuat Dionne merasa khawatir.
Dionne pun langsung menggigit lengan Yoga dengan kuat.
“ Arghhh.” Teriak Yoga. Setelah lengan Yoga terlepas Dionne langsung balik badan dan menjauh dari Yoga.
Dionne langsung mengambil blazer nya dan menggunakannya kembali.
“ Dionne, aku tidak akan pernah pulang kerumah mu. Urusan mu dengan ayahmu terserah kamu saja. Aku tidak peduli!.” Ucap Yoga kesal.
“ Hahaha, apakah kamu mau project lintas benua kita batal ?.” Tanya Dionne.
“ Ya, tidak masalah. Aku tidak begitu menginginkannya. Itu project ambisi kamu dan tante ku saja sebenarnya.” Jawab Yoga sambil menggunakan kembali kemeja nya.
“ Ayahku akan menembak mu mati Yoga.” Ancam Dionne.
“ Aku tidak takut, tidak akan ada yang bisa mengancamku.” Ucap Yoga.
“ Sial, selain berhubungan badan. Hal apa lagi yang kamu mau dariku?.” Tanya Dionne kesal.
“ Hanya itu.” Jawab Yoga singkat.
__ADS_1
“ Aku tidak akan pernah sudi berhubungan badan dengan mu! Baiklah, kita hadapi bersama apapun konsekuensinya. Aku akan melepas project linta benua.” Ucap Dionne kesal dan meninggalkan Yoga di dalam ruangannya.
Aku sudah kalah dari mu 3-0 Dionne. Tidak akan pernah aku biarkan kamu menang lagi. Aku akan menggunakan jutaan taktik untuk merayumu. Suatu hari, kamu sendiri yang akan memintaku datang untuk memberikan mu kepuasan.