Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Si Koplak dan Ayang Beb


__ADS_3

Dionne sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang dalam kamar yang disediakan khusus untuknya saja di dalam area love working.


“Kram lagi ya sayang?.” Tanya Yoga sambil memijit pelan kedua kaki Dionne.


“Iya sayang, sedikit kram. Nanti juga enakkan kalau sudah di bawa istirahat. Oh iya, kamu sudah bilang ke mereka untuk jalan-jalan saja di dalam mall?” Ucap Dionne.


“Belum, sebentar ya. Aku kedepan dulu.” Yoga keluar dari kamar tersebut.


Di depan kamar sudah berjejer rapi pasukan keamanan kerajaan. Yoga yang melihat Edhi sedang bicara dengan salah satu pasukan keamanan langsung memanggilnya.


“Di mana Dita?” Tanya Yoga, karena tumben sekali ajudan tomboy itu tidak berjaga siaga di depan kamar Dionne.


“Sepertinya sedang ke toilet tadi tuan, itu dia.” Tunjuk Edhi. Dita pun segeram menghampiri Edhi dan Yoga dengan langkah yang sangat cepat.


“Kalian jalan-jalan saja dulu di mall. Aku sama isteriku mau istirahat dulu.” Pinta Yoga.


“Baik tuan, kami akan menunggu disini saja.” Ucap Edhi.


“Selama ini kalian kan sudah sangat lelah menjaga kami, sekali-kali kalian harus refreshing. Mall ini aman kok, lihat pasukan itu. Mereka bahkan jauh lebih kekar dan besar di banding kalian. Sudah sana kalian jalan-jalan saja, ini permintaanku apa kamu mau menolaknya Edhi?” Tanya Yoga dengan senyuman tipisnya.


“Tidak tuan, baik...kalau begitu kami akan jalan-jalan sebentar di mall ini.” Jawab Edhi.


Dita pun langsung tersenyum lebar, sambil memegang kedua pipinya.


“Ya sudah sana, tunggu apa lagi?” Ucap Yoga,


“Siap tuan, dengan senang hati. Aku akan mengajak Edhi jalan-jalan di mall ini. Pasti dia kurang hiburan selama ini.” Dita dengan riang nya, dia pun langsung berjalan dan berharap Edhi segera mengikuti langkah nya.


“Tuan, kalau begitu kami permisi dulu.” Pamit Edhi, namun baru selangkah dia berjalan Yoga menghampirinya lagi.


“Kode nya masih sama, berikan dia apapun yang dia lihat dan dia inginkan di mall ini. Ini perintah, ingat itu!” Bisik Yoga sambil menyelipkan black card nya di saku celana Edhi.

__ADS_1


“Baik tuan.” Ucap Edhi. Yoga pun membalikkan badan dan kembali kedalam kamarnya.


Edhi berjalan mendekati Dita yang sudah menunggu nya sambil tersenyum riang.


“Jalan duluan, aku akan mengikutimu dari belakang.” Ucap Edhi.


“Apa kamu tidak pernah kencan? Seharusnya kita berjalan seperti ini.” Dita menggandeng tangan Edhi, namun Edhi segera melepasnya.


“Kita hanya di perintahkan untuk jalan-jalan. Bukannya berkencan!” Tegas Edhi.


“Hahaha kamu benar-benar bodoh ya Edhi! Maksud dari puteri Dionne dan tuan Yoga meminta jalan-jalan itu sama saja dengan memberikan waktu untuk kita berkencan.” Dita meraih kembali tangan Edhi lalu menggandengnya.


“Siapa yang mau berkencan dengan mu?!” Geram Edhi kembali menarik tangannya.


“Aku mau, puteri Dionne mau dan tuan mu juga mau. Apak kamu mau menolaknya? Baiklah akan aku sampaikan kembali kepada mereka.” Ucap Dita, dia pun berjalan kesal meninggalkan Edhi hendak kembali ke area love working lalu menuju kamar Dionne dan Yoga.


“Heh koplak! Tunggu! Ayo kita kencan!” Teriak Edhi menghentikan langkah Dita.


Teriakan Edhi itu terdengar jelas oleh pasukan kerajaan yang lainnya, mereka pun langsung tertawa dan meledek mereka.


“Sudah lah, kamu kan memang koplak! Gandeng tanganku, ayo kita kencan!” Tegas Edhi sambil menyerahkan tangannya ke Dita.


“Cih! Mana ada pria mengajak kencan seorang gadis segalak kamu? Kamu ngajak kencan udah kaya ngajak berantem saja! Tidak ada romantis-romantisnya, aku tidak mau. Aku jelaskan saja kepada tuan Yoga. Bye...” Ucap Dita kembali berlalu dari Edhi.


Tanpa berkata-kata lagi Edhi langsung mengejar Dita dan menggendong ajudan tomboy itu.


“Hai, apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!” Dita berusaha berontak dari Edhi.


“Apa ini kurang romantis? Aku sering melihat tuan Yoga melakukan ini ke puteri Dionne.” Ucap Edhi kali ini dengan menatap lembut wajah Dita yang berada dekat di depan wajahnya.


Debaran jantung Dita langsung terasa kencang, dia pun tersenyum dan membalas tatapan lembut Edhi.

__ADS_1


“Romantis sekali, tapi kan tidak mungkin kamu terus menggendongku seperti ini selama kita jalan-jalan di sini, lepaskan aku Edhi.” Ucap Dita. Di sambut oleh ledekan pengawal yang lainnya.


Edhi pun langsung melepas kan Dita begitu saja, hingga membuat gadis itu terjatuh ke atas lantai tanpa persiapan sama sekali.


“Sial! Kenapa kamu melepaskan ku begitu saja? Sakit tahu!” Gerutu Dita sambil memegang bokong nya yang terasa sakit.


“Tadi kan kamu yang minta di lepaskan, sudah lah kamu mau terus-terusan di ledek seperti itu oleh mereka? Ayo lekas bangun, ajudan kok manja!” Ucap Edhi sambil memberikan tangannya untuk Dita raih.


“Oke...oke, mari kita kencan.” Dita meraih tangan Edhi lalu menggandeng nya. Mereka berjalan meninggalkan area tersebut.


“Cieee ciee good luck ya.” Ledekan dan teriakan dari para pengawal kerajaan lainnya membuat telinga dan wajah Edhi langsung memerah. Seumur hidupnya, inilah pertama kalinya dia berjalan berdua dengan seorang wanita selain ibunya.


^^^Kesialan apa lagi ini, kenapa juga aku mau berkencan dengan gadis koplak ini. Edhi^^^


“Hei Edhi, kenapa kamu memanggilku koplak? Apa itu koplak?” Tanya Dita penasaran.


“Ya, itu panggilan sayangku untukmu, apa kamu tidak menyukainya?” Tanya balik Edhi.


“Apa...panggilan sayang? Waaa, sudah pasti aku akan sangat menyukainya. Terima kasih Edhi! Aku akan memanggilmu ayang beb ya. Ini adalah panggilan kesayanganku untukmu. Ayang beb...”Ucapan Dita kali ini hampir saja membuat Edhi mengeluarkan tawa nya. Namun pria dingin itu masih berusaha menahannya.


Mereka pun berjalan mengelilingi mall tersebut. Layaknya seorang gaet Dita menjelaskan dengan detil apapun yang ada di mall tersebut.


“Hei, apa kamu tidak ingin belanja?” Tanya Edhi menghentikan langkah Dita.


“Belanja...sudah lama sekali aku tidak belanja. Terakhir menemani si wanita ular, itupun Carlos yang membelikan seperangkat skincare dan make up untukku gratis hahaha, aku baru saja mulai mencoba nya loh. Apa kamu lihat warna merah muda di bibirku ini, bagaimana menurutmu? Cantik tidak?” Tanya balik Dita membuat telinga Edhi lagi-lagi terasa panas.


“Jelek!” Jawab Edhi singkat lalu meninggalkan Dita.


“Ayang beb...kok jelek sih? Huhuhu kamu jahat banget sih!” Dita mengejar Edhi namun tanpa sadar Dita malah menabrak sebuah tiang kecil yang ada didepannya.


Buk!!!

__ADS_1


“Ah sial! Siapa yang taro tiang ini disini?!”Teriak Dita sambil memegang kepalanya.


Edhi pun tidak dapat menahan tawanya lagi, dia langsung menarik Dita dan membawa wanita itu menjauh dari tiang itu.


__ADS_2