Berjuta Taktik Merayu Isteri

Berjuta Taktik Merayu Isteri
Ciuman Pertama


__ADS_3

Dionne merasakan sensasi aneh dari dalam tubuhnya ketika bibir Yoga menyatu dibibirnya. Di dalam tubuhnya seakan ada gelombang listrik hingga membuat kedua gunung kembarnya mengencang, serta perut dan mrs v nya terasa tergelitik.


Yoga semakin melum*t bibir Dionne dengan lembut, lalu mulai masuk ke lebih dalam lagi hingga lidah mereka saling bertautan satu sama lain.


Otak Dionne berontak untuk menghentikan perbuatan aneh itu. Namun hatinya malah mengkhianati, memaksa seluruh tubuhya mengikuti semua gerakan yang di lakukan Yoga. Bahkan ketika nafas Dionne terasa semakin berat dengan debaran jantung yang semakin meningkat dia malah ingin melakukannya lagi-lagi dan lagi.


“ Aku mencintaimu...Isteriku.” Bisik Yoga di telinganya Dionne. Membuat bulu kuduknya yang dari tadi sudah berdiri bertambah merinding dengan gemetar yang kembali membuat tubuhnya malah semakin menginginkan sentuhan tangan dan bibir Yoga lagi.


“ Ah...Yoga, sudah hentikan. Kamu ini...” Dionne berusaha melawan sensasi mendebarkan itu. Dia mendorong tubuh Yoga namun malah membuat Yoga semakin mendekap tubuhnya. Yoga menempelkan bibirnya di leher jenjang Dionne, mengecupnya berkali-kali dari bagian atas hingga kebawah.


“ Yoga....” Desah Dionne sambil mencengkram rambut Yoga.


Yoga membungkam mulut Dionne lagi dengan mulutnya. Lalu kedua tangannya berusaha membuka kemeja Dionne dan melemparkan kemeja tersebut keatas lantai.


Dionne yang tersadar kemeja nya sudah terlepas langsung berusaha mendorong Yoga lagi. Namun Yoga berhasil memegang kedua telapak tangan Dionne. Lalu mendorongnya hingga membuat Dionne menempel di dinding, Yoga mengangkat kedua tangan Dionne keatas kepala Dionne dan menempelkannya juga di dinding.


“ Yoga...aku mohon...hentikan.” Pinta Dionne.


“ Kamu belum merasakan puncak kenikmatan ini sayang. Biarkan aku menuntunmu kesana.” Bisik Yoga lagi. Dia kembali mengecup bibir Dionne, kedua tangan mereka saling menggenggam kini. Lalu Reza menurunkan tangan Dionne dan meletakkannya di atas pinggangnya.


Dionne kembali berusaha berontak dengan berlari ke arah samping ketika Yoga sedikit melepas tekanannya di dinding. Lagi-lagi Yoga berhasil menangkap Dionne. Lalu memeluk nya erat sambil membuka pengait bra yang sudah melindungi kedua gunung kembar Dionne yang dari tadi sudah mengeras.


“ Yoga...hentikan!!!” Pinta Dionne lagi namun malah terdengar seperti mendesah di telinga Yoga. Yoga melemparkan bra berwarna merah yang digunakan Dionne ke atas lantai. Membuat Dionne merasa terbakar seluruh tubuhnya ketika kedua mata Yoga dengan liar nya menatap keindahan gunung kembar milik isterinya itu.


Yoga memeluk isterinya yang merasa malu. Lalu mendorongnya lagi ke arah ranjang hingga Dionne tergeletak di atas sana. Dengan cepat Yoga membuka kemeja nya dan kembali melemparkan ke atas lantai.


Jantung Dionne kembali berdebar kencang ketika melihat dada Yoga yang bidang dengan perut eight pack nya. Karena kembali merasa malu Dionne membalikkan badannya hingga tengkurap dan berusaha meraih bantal yang ada di atas kepalanya.

__ADS_1


Yoga sedang membuka celana panjang yang di gunakannya ketika Dionne melempar bantal itu kepadanya. Yoga membiarkan bantal itu terjatuh ke lantai, lalu segera menyusul Dionne dan memeluknya dari belakang.


“ Sudah siapkan...kita buatkan bangak cucu yang lucu untuk ayahmu.” Bisik Yoga.


“ Tidak Yoga!!.hentikan...” Isak Dionne sambil membenamkam wajahnya di atas kasur empuk nya.


“ Hentikan...aku mohon.” Pinta Dionne lagi, membuat gejolak panas yang dirasakan Yoga langsung mereda karena rasa iba mendengar isakan tangis Dionne.


Yoga menghentikan serangannya. Lalu dia menarik bed cover dan menyelimuti tubuh mulus isterinya tersebut.


Yoga memeluk Dionne dari samping, lalu membelai rambut Dionne dengan lembut.


“ Jangan menangis lagi...maafkan aku Dionne. Maaf...” Bisik Yoga. Dionne masih terisak dengan tangisannya.


Yoga terus membelai rambut Dionne.


“ Hentikan...aku janji tidak akan memaksa mu untuk melakukan nya. Aku janji tidak akan memaksa mengambil hakku lagi dari mu. Asalkan kamu jangan menangis lagi...aku mohon. Maaf kan aku Dionne.” Pinta Yoga malah menambah Dionne terisak.


^^^Aku tidak tahu perasaan apa ini. Tapi dadaku terasa sesak sekali, aku membencinya namun membiarkan dia menciumku dan mempermalukannku dengan membuka bajuku. Perasaan apa ini...kenapa aku malah ikut menikmati nya dan menginginkan Yoga melakukan yang lebih kepadaku. Dionne^^^


Yoga masih membelai rambut Dionne, dia jadi merasa bersalah hingga ingin ikut menangis. Ternyata melihat Dionne menangis jauh lebih sakit dibandingkan ketika dia mendapatkan perlakuan tidak adil dari tantenya dulu. Ketika Yoga hanya boleh jadi yang kedua setelah Zayyan dan ketika Yoga mengetahui Ani Atmodjo yang sudah membunuh kedua orang tuanya.


“ Marahi aku...bentak aku sepuasmu, pukul aku kalau kamu mau...tapi aku mohon, jangan menangis lagi di depanku.” Pinta Yoga ketika Dionne membalikkan badannya karena dia merasa semakin sesak ketika tertelungkup.


Dionne menarik bedcover hingga menutupi hampir seluruh tubuhnya kecuali kepalanya saja.


“ Yaaa...jahat kamu Yoga!!! Jahat!!! Aku benci kamu!!!” Teriak Dionne dengan sekeras-kerasnya.

__ADS_1


“ Yaaa...maafkan aku. Dionne” Ucap Yoga dengan memelas. Lalu mengelap sisa-sisa airmata Dionne yang ada di kedua pipinya.


Tok...tok..tok... ketuk raja Sebastia khawatir karena sudah mendengar teriakan suara Dionne.


“ Ayahmu pasti mendengar teriakanmu tadi.” Ucap Yoga khawatir, Dionne pun merasakan yang sama.


“ Bagaimana ini?.” Tanya Dionne.


“ Ayahmu tidak boleh melihat kedua matamu yang bengkak karena habis menangis. Tunggu...” Yoga segera ponselnya yang masih tergeletak di atas ranjang Dionne. Dia langsung menghubungi nomer ayah mertuanya itu.


“ Yoga ada apa dengan Dionne?...” Tanya aja Sebastian khawatir di video call tersebut.


“ Maaf ayah...aku hanya sedang mencoba gaya terbaru dengan Dionne. Sepertinya karena terlalu bersemangat tadi Dionne agak kesakitan.” Jawab Yoga sambil mengarahkan kamera nya ke arah baju mereka yang tergeletak di atas lantai.


“ Astaga...yasudah lanjutkan. Maaf sudah ganggu. Semangat Yoga!!.” Ucap raja Sebastian lalu mengkahiri video call tersebut.


^^^Apa dosaku bisa memiliki ayah mertua seperti itu... Ya Tuhan. Yoga ^^^


“ Terima kasih Yoga...” Ucap Dionne dengan suara parau. Wajahnya masih memerah dengan nafas yang masih belum teratur.


“ Jika kamu mau membersihkan tubuhmu aku akan berpaling, segera lah ke kamar mandi dan tenangkan dirimu lagi...maafkan aku.” Ucap Yoga dengan lembutnya ke Dionne.


Yoga tahu, Dionne suka menenangkan pikirannya dengan berendam di dalam bathup air hangat lalu memasang aroma terapi yang ada disana.


Yoga langsung mengambil celana panjang dan kemeja nya dan segera menggunakannya lagi. Dia lalu menghadap ke arah luar jendela, yang dari sana dapat terlihat dengan jelas pemandangan kolam renang dan taman. Jendela di dalam kamar Dionne di desain dengan sangat sempurnah hingga membuat siapapun yang ada di luar sama tidak dapat melihat kedalam. Namun dari dalam bisa melihat dengan jelas kesana.


Dionne pun langsung turun dari ranjangnya dengan lilitan bed cover di tubuhnya. Lalu berjalan ke kamar mandi. Di depan cermin besar yang ada disana Dionne kembali menatap wajah dan tubuhnya.

__ADS_1


^^^Kenapa masih saja berdebar...Yoga, kenapa kamu selalu membuatku tersiksa dengan rasa takut ini. Dionne^^^


__ADS_2